Jasa Pembuatan SPA CPKB agar Usaha Kosmetik Siap Produksi

Jasa Pembuatan SPA CPKB agar Usaha Kosmetik Siap Produksi – Industri kosmetik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Banyak pelaku usaha, baik UMKM maupun perusahaan skala menengah dan besar, mulai mengembangkan produk skincare, body care, kosmetik dekoratif, hingga produk perawatan rambut untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin berkembang.

Namun, sebelum produk kosmetik dapat diproduksi dan dipasarkan secara legal, pelaku usaha harus memastikan bahwa fasilitas produksinya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah satu dokumen penting yang sering dibutuhkan dalam proses tersebut adalah SPA CPKB.

Bagi pelaku usaha yang baru memulai bisnis kosmetik, istilah SPA CPKB mungkin masih terdengar asing. Padahal, dokumen ini memiliki peran penting dalam mempersiapkan fasilitas produksi agar sesuai dengan standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).

Lalu apa itu SPA CPKB dan mengapa banyak perusahaan menggunakan jasa pembuatan SPA CPKB? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu SPA CPKB?

SPA CPKB merupakan dokumen dan rangkaian persiapan yang berkaitan dengan pemenuhan persyaratan fasilitas produksi kosmetik sesuai standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).

Dalam proses pengajuan sertifikasi maupun persiapan operasional pabrik kosmetik, perusahaan perlu memastikan bahwa:

  • Bangunan produksi sesuai standar.
  • Alur proses produksi memenuhi ketentuan.
  • Tata letak ruangan telah dirancang dengan benar.
  • Fasilitas pendukung tersedia.
  • Sistem dokumentasi telah dipersiapkan.

Karena itu, SPA CPKB menjadi salah satu tahapan penting sebelum perusahaan melangkah ke proses sertifikasi dan produksi kosmetik secara resmi.

Mengapa SPA CPKB Penting untuk Industri Kosmetik?

Banyak pelaku usaha fokus pada formulasi produk dan strategi pemasaran, tetapi melupakan kesiapan fasilitas produksi.

Padahal, fasilitas yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan berbagai kendala seperti:

  • Sulit memperoleh sertifikasi CPKB.
  • Risiko revisi saat inspeksi.
  • Keterlambatan peluncuran produk.
  • Tambahan biaya renovasi di kemudian hari.

Dengan perencanaan SPA CPKB yang baik sejak awal, perusahaan dapat menghindari berbagai kendala tersebut.

Siapa yang Membutuhkan SPA CPKB?

Layanan SPA CPKB umumnya dibutuhkan oleh:

Pabrik Kosmetik Baru

Perusahaan yang sedang membangun fasilitas produksi kosmetik dari awal.

UMKM Kosmetik yang Ingin Naik Kelas

Pelaku usaha yang sebelumnya menggunakan jasa maklon dan ingin memiliki fasilitas produksi sendiri.

Perusahaan yang Akan Mengajukan Sertifikasi CPKB

Perusahaan yang sedang mempersiapkan fasilitas untuk memenuhi persyaratan audit dan inspeksi.

Pabrik Kosmetik yang Sedang Renovasi

Perusahaan yang ingin menyesuaikan fasilitas lama dengan standar terbaru.

Jasa Pembuatan SPA CPKB agar Usaha Kosmetik Siap Produksi
Jasa Pembuatan SPA CPKB agar Usaha Kosmetik Siap Produksi

Apa Saja yang Dipersiapkan dalam SPA CPKB?

Setiap fasilitas produksi memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun secara umum, beberapa aspek berikut menjadi fokus utama.

Perencanaan Tata Letak Ruangan

Layout pabrik harus dirancang agar alur produksi berjalan dengan baik dan mengurangi risiko kontaminasi silang.

Biasanya meliputi:

  • Area penerimaan bahan baku.
  • Gudang bahan baku.
  • Ruang produksi.
  • Ruang pengemasan.
  • Gudang produk jadi.
  • Area karantina.
  • Laboratorium.
  • Ruang administrasi.

Penyusunan Alur Produksi

Alur produksi harus menggambarkan perjalanan bahan baku hingga menjadi produk jadi.

Tujuannya adalah memastikan setiap proses dapat dikendalikan dan terdokumentasi dengan baik.

Persiapan Fasilitas Produksi

Fasilitas yang digunakan harus mendukung proses produksi kosmetik sesuai standar mutu yang berlaku.

Dokumentasi Pendukung

Selain fasilitas fisik, perusahaan juga perlu menyiapkan berbagai dokumen operasional yang akan digunakan dalam sistem mutu.

Manfaat Menggunakan Jasa Pembuatan SPA CPKB

Banyak perusahaan memilih menggunakan konsultan karena proses persiapan fasilitas produksi membutuhkan pemahaman teknis dan regulasi yang cukup mendalam.

Menghemat Waktu Persiapan

Perusahaan tidak perlu mempelajari seluruh ketentuan dari awal karena akan didampingi oleh tim yang berpengalaman.

Mengurangi Risiko Kesalahan Layout

Kesalahan desain fasilitas dapat menyebabkan biaya renovasi yang cukup besar di kemudian hari.

Persiapan Lebih Terarah

Seluruh kebutuhan fasilitas dan dokumen dapat disusun secara sistematis sejak awal.

Mempermudah Proses Sertifikasi

Fasilitas yang telah dipersiapkan dengan baik biasanya lebih siap menghadapi proses audit dan inspeksi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menyiapkan Pabrik Kosmetik

Masih banyak pelaku usaha yang mengalami kendala karena melakukan beberapa kesalahan berikut:

Layout Dibuat Tanpa Mengacu Standar

Akibatnya, alur produksi tidak sesuai dengan prinsip CPKB.

Ruang Produksi Terlalu Sempit

Kondisi ini dapat menyulitkan operasional dan pengembangan usaha di masa depan.

Tidak Memisahkan Area Produksi dan Gudang

Pemisahan area merupakan bagian penting dalam pengendalian mutu.

Dokumentasi Tidak Dipersiapkan Sejak Awal

Padahal dokumentasi menjadi salah satu aspek penting dalam sistem mutu kosmetik.

Kapan Sebaiknya Mengurus SPA CPKB?

Waktu terbaik untuk mengurus SPA CPKB adalah sebelum pembangunan atau renovasi fasilitas produksi dilakukan.

Dengan demikian, perusahaan dapat:

  • Menghemat biaya pembangunan.
  • Menghindari perubahan desain berulang.
  • Mempercepat proses persiapan sertifikasi.
  • Menyiapkan operasional dengan lebih efisien.

Semakin awal perencanaan dilakukan, semakin besar peluang fasilitas produksi memenuhi standar yang diperlukan.

Jasa Pembuatan SPA CPKB Profesional dari PERMATAMAS

Jika Anda berencana membangun atau mengembangkan fasilitas produksi kosmetik, PERMATAMAS siap membantu proses pembuatan SPA CPKB secara profesional dan menyeluruh.

Tim PERMATAMAS akan mendampingi mulai dari:

  • Konsultasi awal fasilitas kosmetik.
  • Penyusunan layout pabrik kosmetik.
  • Perencanaan alur produksi.
  • Penyusunan dokumen pendukung.
  • Persiapan menuju sertifikasi CPKB.
  • Pendampingan sesuai kebutuhan industri kosmetik.

Dengan pengalaman menangani berbagai kebutuhan legalitas dan perizinan industri kosmetik, PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan fasilitas produksi yang lebih siap, lebih efisien, dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Melalui perencanaan SPA CPKB yang tepat, usaha kosmetik Anda dapat melangkah lebih cepat menuju proses produksi yang legal, profesional, dan siap bersaing di pasar nasional.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

1. Apa itu SPA CPKB?

SPA CPKB merupakan rangkaian persiapan fasilitas, tata letak, dan dokumen yang mendukung pemenuhan standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).

2. Siapa yang membutuhkan SPA CPKB?

Pabrik kosmetik baru, UMKM yang ingin memiliki fasilitas produksi sendiri, perusahaan yang akan mengajukan sertifikasi CPKB, dan pabrik yang sedang melakukan renovasi.

3. Mengapa layout pabrik penting dalam CPKB?

Karena layout yang sesuai membantu menciptakan alur produksi yang baik serta mengurangi risiko kontaminasi silang selama proses produksi.

4. Kapan sebaiknya mengurus SPA CPKB?

Idealnya sebelum pembangunan atau renovasi fasilitas dilakukan agar desain dan tata letak dapat disesuaikan dengan kebutuhan sertifikasi.

5. Apa manfaat menggunakan jasa pembuatan SPA CPKB?

Membantu menghemat waktu, mengurangi risiko kesalahan desain fasilitas, mempersiapkan dokumen secara sistematis, dan mempermudah proses menuju sertifikasi CPKB.

jasa izin pkrt

jasa izin pkrt

Temuan Audit Sertifikasi CPKB yang Paling Sering Menyebabkan Kegagalan Sertifikasi

Temuan Audit Sertifikasi CPKB yang Paling Sering Menyebabkan Kegagalan Sertifikasi – Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) merupakan salah satu persyaratan penting bagi industri kosmetik yang ingin memproduksi dan mengedarkan produk secara legal di Indonesia. Sertifikat CPKB menjadi bukti bahwa perusahaan telah menerapkan sistem mutu yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BPOM dalam seluruh proses produksi kosmetik.

Namun dalam praktiknya, masih banyak perusahaan yang mengalami kendala saat menghadapi audit CPKB. Tidak sedikit pengajuan sertifikasi yang tertunda bahkan gagal karena ditemukan ketidaksesuaian selama proses audit berlangsung.

Berdasarkan pengalaman PERMATAMAS yang telah mendampingi berbagai industri kosmetik dalam proses sertifikasi CPKB, sebagian besar temuan auditor bukan berasal dari kurangnya dokumen, melainkan karena implementasi di lapangan yang tidak sesuai dengan dokumen yang diajukan.

Berikut beberapa temuan audit CPKB yang paling sering menyebabkan kegagalan sertifikasi dan perlu menjadi perhatian sejak awal.

Mengapa Temuan Audit CPKB Sangat Penting?

Audit CPKB dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh aspek produksi kosmetik telah memenuhi standar mutu, keamanan, dan konsistensi produk.

Auditor tidak hanya memeriksa dokumen administrasi, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap:

  • Bangunan dan fasilitas produksi
  • Peralatan produksi
  • Personel yang terlibat
  • Sistem dokumentasi
  • Pengawasan mutu
  • Penyimpanan bahan baku dan produk jadi
  • Sanitasi dan higiene
  • Implementasi SOP

Karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa seluruh sistem berjalan secara nyata dan bukan hanya sekadar tertulis dalam dokumen.

Implementasi CPKB Tidak Berjalan dan Hanya Sebatas Dokumen

Salah satu temuan yang paling sering ditemukan auditor adalah adanya perbedaan antara dokumen yang dimiliki perusahaan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Banyak perusahaan telah memiliki:

  • SOP lengkap
  • Formulir pengawasan mutu
  • Catatan produksi
  • Program sanitasi
  • Sistem pelatihan

Namun saat audit dilakukan, implementasi dari dokumen tersebut tidak terlihat dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Sebagai contoh, perusahaan memiliki SOP sanitasi yang lengkap, tetapi operator tidak menjalankan prosedur tersebut secara konsisten. Dalam beberapa kasus, dokumen hanya dibuat untuk kebutuhan sertifikasi tanpa benar-benar diterapkan.

Kondisi seperti ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya temuan mayor dalam audit CPKB.

Temuan Audit Sertifikasi CPKB yang Paling Sering Menyebabkan Kegagalan Sertifikasi
Temuan Audit Sertifikasi CPKB yang Paling Sering Menyebabkan Kegagalan Sertifikasi

Kurangnya Pemahaman terhadap Aspek-Aspek CPKB

CPKB mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan dalam sistem produksi kosmetik.

Masih banyak perusahaan yang hanya fokus pada fasilitas produksi tetapi kurang memahami aspek lain yang juga menjadi perhatian auditor.

Beberapa aspek yang wajib dipahami antara lain:

  • Sistem manajemen mutu
  • Personel
  • Bangunan dan fasilitas
  • Peralatan
  • Sanitasi dan higiene
  • Produksi
  • Pengawasan mutu
  • Dokumentasi
  • Penyimpanan
  • Penanganan keluhan
  • Penarikan produk

Ketika perusahaan tidak memahami keseluruhan aspek tersebut, biasanya akan muncul banyak ketidaksesuaian saat proses audit berlangsung.

Pemahaman yang baik terhadap seluruh aspek CPKB menjadi fondasi penting sebelum mengajukan sertifikasi.

Penanggung Jawab Teknis (PJT) Kurang Menguasai Kaidah CPKB

Penanggung Jawab Teknis atau PJT memiliki peran yang sangat penting dalam sistem CPKB.

Saat audit berlangsung, auditor sering melakukan wawancara langsung kepada PJT untuk menguji pemahaman terkait:

  • Sistem mutu
  • Pengendalian proses produksi
  • Pengawasan bahan baku
  • Dokumentasi
  • Pengelolaan penyimpangan
  • Penanganan produk tidak sesuai

Jika PJT tidak mampu menjelaskan sistem yang diterapkan perusahaan, auditor dapat menilai bahwa pengawasan mutu belum berjalan secara efektif.

Oleh karena itu, PJT harus benar-benar memahami seluruh proses yang terjadi di fasilitas produksi dan mampu menjelaskan penerapan CPKB secara menyeluruh.

PJT Belum Memiliki Sertifikat Pelatihan CPKB

Selain kompetensi, auditor juga akan memeriksa bukti pelatihan yang dimiliki oleh PJT.

Sertifikat pelatihan CPKB menjadi salah satu dokumen yang menunjukkan bahwa personel terkait telah mendapatkan pembekalan mengenai penerapan standar CPKB.

Masih ditemukan perusahaan yang menunjuk PJT tanpa memastikan bahwa yang bersangkutan telah mengikuti pelatihan yang relevan.

Walaupun memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, ketiadaan pelatihan sering menjadi catatan auditor karena berkaitan dengan kompetensi personel dalam menjalankan sistem mutu.

Karena itu, pelatihan CPKB sebaiknya dipersiapkan sejak awal sebelum proses sertifikasi dimulai.

SOP Tidak Diterapkan Secara Konsisten

Standar Operasional Prosedur atau SOP merupakan salah satu dokumen utama dalam sistem CPKB.

Namun memiliki SOP saja tidak cukup.

Auditor akan memeriksa apakah SOP tersebut benar-benar diterapkan oleh seluruh personel yang terlibat.

Beberapa kondisi yang sering ditemukan antara lain:

  • Operator tidak mengikuti instruksi kerja.
  • Formulir tidak diisi sesuai prosedur.
  • Pembersihan peralatan tidak terdokumentasi.
  • Proses produksi berbeda dengan SOP yang disetujui.

Ketidaksesuaian semacam ini menunjukkan bahwa sistem belum berjalan secara efektif.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa seluruh personel memahami dan menjalankan SOP sesuai dengan tugas masing-masing.

Personel Produksi Kurang Memahami Penggunaan Peralatan

Peralatan produksi merupakan bagian penting dalam proses pembuatan kosmetik.

Auditor sering meminta operator untuk menjelaskan:

  • Fungsi peralatan
  • Cara penggunaan
  • Prosedur pembersihan
  • Jadwal pemeliharaan
  • Catatan penggunaan

Ketika operator tidak mampu menjawab pertanyaan dasar mengenai peralatan yang digunakan setiap hari, hal ini dapat menjadi indikasi kurangnya pelatihan internal.

Selain itu, kurangnya pemahaman terhadap peralatan juga dapat meningkatkan risiko kesalahan produksi dan mempengaruhi kualitas produk.

Pelatihan berkala menjadi salah satu solusi untuk memastikan seluruh personel memahami tanggung jawabnya.

Tim Produksi Tidak Memahami Alur Produksi Kosmetik

Dalam audit CPKB, auditor biasanya melakukan penelusuran alur produksi mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk jadi.

Personel yang terlibat harus memahami setiap tahapan proses, termasuk:

  • Penerimaan bahan baku
  • Penyimpanan
  • Penimbangan
  • Pencampuran
  • Pengisian
  • Pengemasan
  • Penyimpanan produk jadi

Masih banyak perusahaan yang hanya mengandalkan beberapa personel tertentu untuk memahami alur produksi secara keseluruhan.

Ketika auditor melakukan wawancara kepada operator dan mendapatkan jawaban yang tidak konsisten, hal tersebut dapat menjadi temuan yang mempengaruhi hasil audit.

Oleh karena itu, seluruh tim produksi harus memahami proses yang mereka jalankan setiap hari.

Layout dan Fasilitas Produksi Tidak Sesuai dengan Dokumen

Temuan lain yang cukup sering terjadi adalah adanya perbedaan antara layout yang diajukan kepada BPOM dengan kondisi aktual di lapangan.

Beberapa contoh yang sering ditemukan meliputi:

  • Perubahan tata letak ruangan tanpa pembaruan dokumen.
  • Penambahan area produksi yang tidak dilaporkan.
  • Perubahan alur material.
  • Perubahan alur personel.
  • Penggunaan ruangan yang tidak sesuai fungsi awal.

Padahal layout produksi merupakan salah satu komponen penting dalam penerapan CPKB karena berkaitan dengan pencegahan kontaminasi silang dan efisiensi proses produksi.

Sebelum audit dilakukan, perusahaan sebaiknya memastikan bahwa seluruh fasilitas telah sesuai dengan dokumen yang diajukan.

Cara Mengurangi Risiko Temuan Saat Audit CPKB

Agar peluang memperoleh sertifikasi CPKB semakin besar, perusahaan perlu melakukan persiapan secara menyeluruh.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Melakukan Audit Internal

Audit internal membantu menemukan ketidaksesuaian sebelum auditor BPOM melakukan pemeriksaan.

Melatih Seluruh Personel

Jangan hanya fokus pada PJT. Operator, staf gudang, quality control, dan manajemen juga harus memahami sistem yang diterapkan.

Meninjau Kesesuaian Dokumen dan Lapangan

Pastikan seluruh SOP, formulir, dan layout sesuai dengan kondisi aktual perusahaan.

Memastikan Fasilitas Produksi Siap Diaudit

Seluruh area produksi harus bersih, tertata, dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Menggunakan Pendampingan Profesional

Pendampingan dari konsultan berpengalaman dapat membantu perusahaan mengidentifikasi potensi temuan sejak awal sehingga risiko kegagalan audit dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Temuan audit CPKB yang paling sering menyebabkan kegagalan sertifikasi umumnya bukan karena kurangnya dokumen, melainkan karena lemahnya implementasi sistem di lapangan.

Mulai dari SOP yang tidak dijalankan, PJT yang kurang memahami CPKB, operator yang belum menguasai proses produksi, hingga layout fasilitas yang tidak sesuai dengan dokumen menjadi penyebab yang sering ditemukan saat audit berlangsung.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa seluruh sistem mutu benar-benar diterapkan secara konsisten sebelum mengajukan sertifikasi CPKB.

PERMATAMAS Siap Mendampingi Sertifikasi CPKB Hingga Lulus Audit

Jika perusahaan Anda sedang mempersiapkan sertifikasi CPKB, PERMATAMAS siap membantu mulai dari tahap perencanaan hingga pendampingan audit.

Dengan pengalaman sejak 2011, tim kami telah membantu berbagai industri kosmetik dalam mempersiapkan dokumen, sistem mutu, layout fasilitas, SOP, hingga simulasi audit CPKB.

Kami membantu perusahaan mengidentifikasi potensi temuan auditor sejak awal sehingga proses sertifikasi dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Konsultasikan kebutuhan sertifikasi CPKB Anda bersama PERMATAMAS dan tingkatkan peluang memperoleh sertifikat CPKB dengan persiapan yang tepat.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ Seputar Temuan Audit CPKB dan Sertifikasi Kosmetik

1. Apakah perusahaan yang pernah gagal audit CPKB masih bisa mengajukan sertifikasi kembali?

Tentu bisa. Sebagian besar perusahaan yang belum lulus audit umumnya mengalami temuan pada aspek implementasi, dokumentasi, fasilitas, atau kompetensi personel. Setelah seluruh temuan diperbaiki sesuai rekomendasi auditor, perusahaan dapat melanjutkan proses sertifikasi kembali. Tim PERMATAMAS siap membantu melakukan evaluasi menyeluruh agar potensi temuan dapat diminimalkan sebelum audit berikutnya.

2. Bagaimana cara mengetahui kesiapan perusahaan sebelum menghadapi audit CPKB?

Cara terbaik adalah melakukan audit internal atau pre-audit terlebih dahulu. Melalui proses ini, perusahaan dapat mengetahui kekurangan pada aspek bangunan, SOP, dokumentasi, personel, hingga implementasi sistem mutu. PERMATAMAS menyediakan layanan review dan simulasi audit untuk membantu perusahaan mengetahui tingkat kesiapan sebelum pemeriksaan resmi BPOM.

3. Apakah PJT yang belum memiliki pengalaman CPKB tetap bisa mengurus sertifikasi?

Bisa, selama PJT memenuhi persyaratan yang berlaku dan mendapatkan pembekalan yang memadai. Namun dalam praktiknya, kurangnya pemahaman PJT terhadap sistem CPKB sering menjadi salah satu penyebab munculnya temuan auditor. Karena itu, pendampingan dan pelatihan yang tepat sangat penting sebelum proses audit berlangsung.

4. Mengapa banyak perusahaan memiliki dokumen lengkap tetapi tetap mendapatkan temuan audit?

Karena auditor tidak hanya memeriksa dokumen, tetapi juga memastikan bahwa seluruh sistem benar-benar diterapkan di lapangan. Banyak perusahaan memiliki SOP, formulir, dan prosedur yang lengkap, namun implementasinya belum berjalan secara konsisten. Inilah alasan mengapa pendampingan implementasi menjadi sama pentingnya dengan penyusunan dokumen.

5. Bagaimana cara mendapatkan pendampingan sertifikasi CPKB yang tepat?

Pilih konsultan yang memiliki pengalaman nyata dalam mendampingi perusahaan menghadapi audit CPKB, bukan hanya membantu membuat dokumen. PERMATAMAS telah berpengalaman sejak tahun 2011 dan membantu berbagai industri kosmetik mempersiapkan fasilitas, SOP, dokumen mutu, pelatihan personel, hingga pendampingan saat audit berlangsung. Hubungi tim PERMATAMAS sekarang untuk konsultasi awal dan dapatkan roadmap sertifikasi CPKB yang sesuai dengan kondisi perusahaan Anda.

jasa izin pkrt
jasa izin pkrt
permatamas

Konsultasi Gratis Sekarang!

Jangan ragu untuk menghubungi kami dan dapatkan konsultasi gratis untuk kebutuhan izin usaha Anda. Permatamas Indonesia, solusi lengkap untuk perizinan dan sertifikasi usaha Anda!

Legalitas Usaha Kami
Akta Pendirian No.15
SK AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
SIUP : 510/PM277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

Alamat Kantor Kami
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Ke. Pejuang,
Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
No Telp :  021-89253417
HP/WA : 085777630555
Email : maspermatha@gmail.com
Website : www.permatamas.co.id

Copyright © 2011 PERMATAMAS INDONESIA – All Rights Reserved
a Support by Dokter Website Indonesia