Solusi Cepat Pengurusan Izin PKRT dan PKD Kemenkes Secara Online – Memasuki pasar perbekalan kesehatan di tahun 2026, setiap pelaku usaha wajib memahami bahwa legalitas produk adalah kunci utama dalam memenangkan kepercayaan konsumen. Izin PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) dan PKD (Perbekalan Kesehatan Dalam Negeri) merupakan sertifikasi resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan untuk menjamin keamanan produk. Tanpa adanya izin ini, produk seperti sabun cuci tangan, pembersih lantai, hingga tisu wajah tidak dapat diperjualbelikan secara sah di wilayah Indonesia.
Proses pengurusan izin edar kini telah bertransformasi sepenuhnya menjadi sistem digital guna memberikan efisiensi bagi para produsen maupun importir. Pemerintah terus mendorong standardisasi produk rumah tangga agar setara dengan kualitas internasional demi melindungi masyarakat dari penggunaan bahan kimia berbahaya yang tidak terkontrol. Legalitas yang kuat bukan hanya sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan aset berharga yang meningkatkan nilai jual serta reputasi brand Anda di mata distributor besar dan ritel modern.
Langkah pengurusan izin secara online menuntut ketelitian dalam pengunggahan data teknis serta pemahaman mendalam terhadap kategori risiko produk yang didaftarkan. Banyak pengusaha yang mengalami hambatan karena kurangnya sinkronisasi antara dokumen administrasi dengan hasil uji laboratorium yang dipersyaratkan oleh tim penilai Kemenkes. Oleh karena itu, persiapan yang matang sejak tahap awal produksi sangat menentukan seberapa cepat Nomor Izin Edar (NIE) dapat diterbitkan tanpa adanya permintaan perbaikan dokumen yang berulang.
Dalam ekosistem perdagangan yang semakin transparan, konsumen kini jauh lebih cerdas dengan melakukan pengecekan nomor izin edar melalui aplikasi resmi pemerintah sebelum membeli. Hal ini membuat keberadaan NIE menjadi instrumen pemasaran yang sangat vital untuk membedakan produk Anda dengan barang-barang ilegal yang tidak terjamin keamanannya. Dengan memiliki izin yang valid, perusahaan Anda memiliki landasan hukum yang kokoh untuk melakukan ekspansi bisnis secara luas hingga ke tingkat ekspor global.
PERMATAMAS hadir sebagai mitra strategis yang siap memandu Anda melewati kompleksitas birokrasi digital pengurusan izin PKRT dan PKD dengan prosedur yang transparan. Kami membantu memastikan seluruh persyaratan teknis terpenuhi secara akurat sehingga proses verifikasi di kementerian berjalan lebih lancar dan tepat waktu. Dengan dukungan tenaga ahli yang berpengalaman, kami berkomitmen untuk membantu bisnis Anda tumbuh lebih cepat dengan fondasi legalitas yang tak tergoyahkan.
Mengenal Pentingnya Izin PKRT dan PKD bagi Keamanan Konsumen
Produk PKRT dan PKD bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari penggunaan pembersih hingga alat perawatan tubuh yang mengandung bahan kimia. Fungsi utama dari izin edar Kemenkes adalah melakukan pengawasan preventif terhadap kandungan bahan aktif agar tidak melebihi ambang batas yang dapat membahayakan kesehatan manusia atau lingkungan. Tanpa pengawasan ini, risiko iritasi kulit, gangguan pernapasan, hingga keracunan akibat formulasi yang salah menjadi tanggung jawab besar yang dapat menjerat produsen secara hukum.
Memiliki izin edar juga memberikan jaminan klaim manfaat yang jujur kepada publik, sehingga tidak ada penyesatan informasi mengenai fungsi produk. Misalnya, sebuah produk antiseptik harus membuktikan kemampuannya membunuh kuman melalui uji validasi sebelum mendapatkan NIE. Dengan demikian, sertifikasi ini bertindak sebagai filter kualitas yang memisahkan produk berkualitas tinggi dengan produk yang hanya sekadar memberikan janji tanpa bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis.
Pentingnya legalitas ini mencakup berbagai aspek fundamental yang wajib dipenuhi oleh setiap pemilik brand di industri kesehatan rumah tangga:
- Menjamin keamanan bahan baku yang digunakan tidak masuk dalam daftar bahan kimia yang dilarang pemerintah.
- Memberikan perlindungan hukum bagi produsen dari tuntutan konsumen jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
- Memenuhi syarat administratif untuk masuk ke saluran distribusi besar seperti supermarket dan apotek.
- Membangun loyalitas pelanggan melalui transparansi informasi produk yang tertera pada label resmi.
- Memfasilitasi pengawasan pasca-edar oleh otoritas kesehatan untuk menjaga konsistensi mutu produk.
Kepercayaan adalah mata uang tertinggi dalam bisnis kesehatan, dan izin edar adalah bukti fisik dari komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan tersebut. Ketika sebuah produk sudah mengantongi izin, secara otomatis kredibilitas perusahaan akan terangkat, memudahkan proses negosiasi dengan mitra bisnis baru. Di sisi lain, pemerintah juga diuntungkan dengan kemudahan pendataan produk yang beredar di pasar, sehingga kebijakan kesehatan publik dapat disusun berdasarkan data yang akurat.
PERMATAMAS sangat menjunjung tinggi standar keamanan produk Anda dengan memberikan edukasi mendalam mengenai regulasi terbaru yang berlaku di Kementerian Kesehatan. Kami memastikan bahwa setiap klaim pada kemasan produk Anda didasarkan pada data teknis yang valid sehingga tidak terjadi masalah legalitas di masa depan. Bersama kami, Anda tidak hanya mendapatkan izin edar, tetapi juga pemahaman komprehensif mengenai cara menjaga standar mutu produk secara konsisten.
Klasifikasi Risiko Produk PKRT yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Mendaftar
Kementerian Kesehatan membagi produk PKRT ke dalam tiga kategori risiko utama, yaitu risiko rendah, risiko sedang, dan risiko tinggi, berdasarkan dampak bahan kimia terhadap manusia. Pemahaman mengenai klasifikasi ini sangat krusial karena menentukan jenis dokumen teknis yang harus disiapkan serta besaran biaya PNBP yang harus dibayarkan kepada negara. Kesalahan dalam menentukan klasifikasi di awal pendaftaran dapat mengakibatkan permohonan ditolak atau memerlukan waktu evaluasi yang jauh lebih lama dari seharusnya.
Produk dengan risiko rendah biasanya mencakup barang-barang yang tidak mengandung bahan berbahaya secara signifikan, seperti kapas kecantikan atau tisu wajah tanpa zat tambahan. Sementara itu, risiko sedang dan tinggi melibatkan produk dengan kandungan bahan aktif yang kuat seperti desinfektan, pestisida rumah tangga, atau pembersih noda pakaian yang bersifat korosif. Setiap tingkatan risiko memerlukan protokol uji laboratorium yang berbeda untuk memastikan bahwa penggunaan produk dalam jangka panjang tetap aman bagi konsumen.
Berikut adalah pembagian kategori produk berdasarkan tingkat risikonya untuk memudahkan Anda memetakan strategi pendaftaran:
- Risiko Rendah: Kapas, tisu, produk kertas pembersih, dan alat perawatan bayi yang bersifat non-kimiawi.
- Risiko Sedang: Deterjen, sabun cuci piring, pembersih lantai, dan pewangi ruangan standar.
- Risiko Tinggi: Antiseptik, desinfektan, pembasmi serangga (pestisida rumah tangga), dan pemutih pakaian.
- Produk khusus yang memerlukan penanganan limbah tertentu setelah digunakan oleh masyarakat.
- Produk baru dengan formulasi inovatif yang belum memiliki standar SNI atau standar internasional umum.
Selain jenis produk, klasifikasi juga dipengaruhi oleh metode aplikasi produk tersebut kepada pengguna, apakah melalui kontak kulit, terhirup, atau digunakan pada benda sekitar. Evaluasi risiko ini dilakukan oleh tim ahli di Kemenkes dengan meninjau lembar data keselamatan bahan (MSDS) dari setiap komponen kimia yang Anda gunakan. Oleh karena itu, transparansi formulasi menjadi kunci utama agar proses klasifikasi berjalan dengan akurat dan sesuai dengan peruntukan produk yang sebenarnya.
PERMATAMAS membantu Anda melakukan analisis awal terhadap formulasi produk guna menentukan klasifikasi risiko yang paling tepat sebelum proses submit dilakukan. Kami berpengalaman dalam menyusun argumen teknis yang kuat untuk mendukung kategori produk Anda agar diterima oleh sistem verifikasi kementerian tanpa perdebatan panjang. Keahlian kami dalam memetakan risiko ini akan menghemat waktu Anda secara signifikan dalam siklus peluncuran produk baru ke pasar.
Persyaratan Administrasi dan Teknis untuk Pengajuan NIE Kemenkes
Pengajuan Nomor Izin Edar (NIE) memerlukan dua jenis dokumen utama, yaitu dokumen administrasi perusahaan dan dokumen teknis produk yang sangat spesifik. Dokumen administrasi mencakup legalitas badan usaha seperti NIB (Nomor Induk Berusaha) yang telah tervalidasi dengan KBLI yang sesuai untuk industri PKRT atau perdagangan besar. Selain itu, perusahaan wajib memiliki Sertifikat Produksi atau Izin Distribusi yang membuktikan bahwa sarana tempat usaha telah memenuhi standar cara pembuatan yang baik.
Dari sisi teknis, dokumen yang paling menentukan adalah formulasi lengkap produk beserta persentase penggunaan setiap bahan aktif dan bahan tambahan lainnya. Kemenkes mewajibkan adanya spesifikasi bahan baku dan spesifikasi produk jadi sebagai tolok ukur pengawasan mutu yang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan. Tanpa adanya kejelasan spesifikasi, tim penilai tidak dapat memverifikasi apakah produk yang dihasilkan memiliki konsistensi kualitas dari satu batch ke batch berikutnya.
Persyaratan teknis yang harus disiapkan dengan sangat teliti meliputi beberapa poin krusial sebagai berikut:
- Hasil uji laboratorium dari instansi yang terakreditasi untuk parameter mikrobiologi dan kimia.
- Penandaan atau rancangan desain label kemasan yang memuat informasi komposisi, instruksi penggunaan, dan peringatan keamanan.
- Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS) untuk setiap bahan kimia yang terkandung dalam produk.
- Deskripsi proses produksi secara singkat namun jelas, mulai dari pencampuran hingga pengemasan akhir.
- Penjelasan mengenai sistem kode produksi dan masa kedaluwarsa produk yang akan diterapkan.
Label kemasan seringkali menjadi titik lemah bagi banyak pemohon karena adanya aturan ketat mengenai ukuran font, penempatan logo, dan klaim berlebihan yang dilarang oleh Kemenkes. Semua informasi dalam label harus menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami dan tidak menyesatkan konsumen dengan janji-janji yang tidak terbukti secara klinis. Kesesuaian antara label dengan dokumen teknis lainnya sangat diperhatikan untuk menjaga integritas informasi produk saat sampai di tangan masyarakat.
PERMATAMAS menyediakan layanan peninjauan dokumen (document review) secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada kesalahan kecil yang dapat menghambat proses pendaftaran. Kami membantu mengarahkan perbaikan pada desain label dan kelengkapan MSDS agar sesuai dengan standar regulasi terbaru tahun 2026. Dengan ketelitian kami, Anda dapat meminimalisir risiko pengembalian berkas (ASB) yang seringkali menguras waktu dan energi pelaku usaha.

Keunggulan Sistem Pendaftaran Online RME dalam Mempercepat Proses Perizinan
Sistem Registrasi Manajemen Elektronik (RME) yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan telah membawa perubahan besar dalam kecepatan dan transparansi pengurusan izin. Melalui sistem ini, pelaku usaha dapat melakukan pendaftaran kapan saja tanpa harus datang secara fisik ke kantor kementerian, yang sangat efisien bagi pengusaha di luar Jakarta. Seluruh aliran dokumen dapat dipantau secara real-time, sehingga pemohon mengetahui dengan pasti di tahap mana permohonan mereka sedang diproses.
Keunggulan lain dari sistem online ini adalah adanya integrasi data dengan portal OSS (Online Single Submission), yang mempercepat validasi data perusahaan secara otomatis. Hal ini mengurangi beban input data manual yang seringkali menjadi sumber kesalahan administratif pada sistem konvensional terdahulu. Dengan sistem digital, riwayat pendaftaran dan arsip sertifikat terdahulu tersimpan dengan aman, memudahkan proses perpanjangan atau perubahan data di masa depan tanpa perlu mencari berkas fisik yang menumpuk.
Implementasi teknologi digital dalam perizinan kesehatan memberikan manfaat yang sangat nyata bagi akselerasi bisnis Anda:
- Proses pembayaran PNBP yang terintegrasi
- Notifikasi otomatis melalui email atau dasbor akun jika terdapat catatan perbaikan dari verifikator kementerian.
- Kemudahan pengunggahan dokumen revisi tanpa harus mengulang proses pendaftaran dari nol.
- Akses unduh sertifikat izin edar digital yang langsung berlaku secara legal segera setelah diterbitkan.
- Transparansi waktu evaluasi yang lebih terukur sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Meskipun sistem telah menjadi online, tantangan teknis seperti kegagalan unggah atau pemahaman menu navigasi yang kompleks seringkali masih dialami oleh pengguna baru. Namun, keberadaan bantuan teknis (helpdesk) online dan panduan pengguna digital sangat membantu dalam mengatasi kendala tersebut dengan cepat. Sistem ini juga memungkinkan adanya komunikasi dua arah antara verifikator dan pemohon melalui fitur catatan, sehingga setiap permintaan perbaikan dapat dijelaskan dengan lebih detail secara tertulis.
PERMATAMAS memiliki tim operasional yang sangat mahir dalam mengoperasikan portal RME dan OSS, memastikan setiap langkah input data dilakukan dengan presisi tinggi. Kami bertindak sebagai penghubung teknis yang menjembatani komunikasi antara perusahaan Anda dengan sistem kementerian, sehingga setiap kendala sistemik dapat diatasi dengan segera. Keahlian navigasi digital kami adalah jaminan bagi Anda untuk mendapatkan pengalaman pengurusan izin yang bebas stres dan terorganisir dengan baik.
Tahapan Alur Pengurusan Izin Edar PKRT dari Awal Hingga Terbit
Alur pengurusan dimulai dengan tahap pra-registrasi, di mana akun perusahaan harus diaktifkan dan divalidasi oleh sistem Kemenkes untuk memastikan legalitas sarana produksi atau distribusi. Setelah akun aktif, pemohon dapat mulai mengunggah dokumen teknis produk yang telah disiapkan sesuai dengan kategori risiko masing-masing. Tahap ini merupakan fase yang paling menentukan, karena kelengkapan data di awal akan mempengaruhi kecepatan evaluasi yang dilakukan oleh tim penilai di tahap selanjutnya.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap secara administratif, permohonan akan masuk ke tahap evaluasi substantif oleh tim ahli kementerian untuk meninjau keamanan formulasi dan validitas hasil uji lab. Pada fase ini, verifikator mungkin akan memberikan catatan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian data atau memerlukan penjelasan tambahan mengenai bahan baku tertentu. Kecepatan respon pemohon dalam menanggapi catatan tersebut sangat menentukan total waktu yang dibutuhkan hingga izin edar mencapai tahap akhir persetujuan.
Berikut adalah ringkasan tahapan yang akan Anda lalui dalam proses pendaftaran izin edar hingga sertifikat resmi berada di tangan Anda:
- Aktivasi akun perusahaan dan pemutakhiran data sarana produksi/distribusi di portal resmi.
- Pengunggahan berkas teknis produk, formulasi, hasil uji lab, dan rancangan desain label kemasan.
- Pembayaran biaya PNBP sesuai kode billing yang diterbitkan oleh sistem setelah verifikasi awal.
- Proses evaluasi dan verifikasi substantif oleh tim ahli Kemenkes terhadap keamanan dan manfaat produk.
- Penerbitan Nomor Izin Edar (NIE) digital yang dapat langsung digunakan untuk operasional perdagangan.
Setelah NIE terbit, produk secara resmi telah mendapatkan “paspor” untuk beredar luas di pasar seluruh Indonesia tanpa hambatan legalitas. Penting untuk diingat bahwa setiap perubahan pada kemasan, formulasi, atau ukuran produk di masa mendatang harus dilaporkan kembali melalui sistem sebagai perubahan data. Konsistensi dalam mengikuti alur birokrasi ini akan menjaga reputasi perusahaan Anda sebagai pelaku usaha yang patuh dan bertanggung jawab terhadap regulasi kesehatan nasional.
PERMATAMAS mengawal setiap jengkal tahapan ini dengan pengawasan yang ketat, memastikan tidak ada satu pun proses yang terlewatkan atau terhambat oleh kelalaian teknis. Kami memberikan laporan perkembangan secara berkala kepada Anda, sehingga Anda selalu mengetahui status terkini dari izin produk Anda tanpa harus mengecek sistem secara manual. Pendampingan kami berakhir bukan hanya saat izin terbit, tetapi hingga Anda benar-benar memahami cara mengelola izin tersebut secara mandiri dan benar.
Strategi Menyiapkan Dokumen Uji Laboratorium yang Sesuai Standar Nasional
Dokumen uji laboratorium adalah bukti ilmiah yang tak terbantahkan mengenai kualitas dan keamanan produk Anda di hadapan verifikator Kemenkes. Strategi utama dalam menyiapkan dokumen ini adalah memilih laboratorium penguji yang telah memiliki akreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) untuk parameter yang diujikan. Hasil uji dari laboratorium yang tidak terakreditasi atau tidak sesuai dengan lingkup PKRT biasanya akan langsung ditolak oleh sistem, yang mengakibatkan kerugian biaya dan waktu bagi perusahaan.
Parameter uji harus disesuaikan dengan jenis produk; misalnya, untuk produk sabun, parameter yang diuji meliputi kadar bahan aktif, nilai pH, dan uji cemaran mikroba. Untuk produk desinfektan, diperlukan tambahan uji koefisien fenol atau uji efikasi untuk membuktikan klaim daya bunuh terhadap bakteri atau virus tertentu. Ketajaman dalam memilih parameter uji yang tepat sesuai dengan klaim pada label akan memperkuat posisi tawar produk Anda selama proses evaluasi substantif berlangsung.
Beberapa poin penting yang harus diperhatikan saat mengurus hasil uji laboratorium agar sesuai dengan standar Kemenkes meliputi:
- Memastikan masa berlaku hasil uji laboratorium masih segar (biasanya tidak lebih dari satu tahun terakhir).
- Nama produk dan nama produsen pada laporan hasil uji harus identik dengan data yang didaftarkan pada sistem.
- Seluruh parameter wajib yang diminta dalam regulasi PKRT harus tertera dengan jelas dalam laporan.
- Metode pengujian yang digunakan harus merupakan metode standar nasional (SNI) atau standar internasional yang diakui.
- Hasil pengujian harus menunjukkan angka yang masuk dalam rentang aman yang ditetapkan oleh standar kesehatan.
Selain uji lab produk jadi, terkadang diperlukan juga sertifikat analisis (CoA) dari pemasok bahan baku untuk memperkuat profil keamanan formulasi Anda. Dokumen-dokumen ini harus disusun secara sistematis dan mudah dibaca saat diunggah ke dalam sistem pendaftaran agar verifikator dapat melakukan pengecekan dengan cepat. Kelengkapan data laboratorium yang solid akan sangat meminimalisir kemungkinan permintaan pengujian ulang yang bisa memakan biaya cukup besar bagi pelaku usaha menengah ke bawah.
PERMATAMAS bekerja sama dengan berbagai jaringan laboratorium terakreditasi untuk membantu Anda mendapatkan hasil pengujian yang akurat dan sesuai standar Kemenkes. Kami membantu mengarahkan parameter apa saja yang perlu diuji agar tepat sasaran dan tidak berlebihan, sehingga biaya pengujian Anda menjadi lebih efisien. Dengan dukungan teknis kami, validitas ilmiah produk Anda akan menjadi senjata utama dalam mempercepat terbitnya izin edar tanpa ada keraguan dari pihak kementerian.
Tips Menjaga Legalitas Produk Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Secara Kontinu
Mendapatkan izin edar hanyalah langkah awal, sedangkan mempertahankan legalitas tersebut secara kontinu adalah tantangan jangka panjang bagi setiap manajemen perusahaan. Masa berlaku izin edar PKRT umumnya adalah lima tahun, dan proses perpanjangan sebaiknya dilakukan minimal enam bulan sebelum masa berlaku habis. Keterlambatan dalam perpanjangan dapat mengakibatkan NIE dianggap hangus, yang berarti produk Anda secara otomatis menjadi ilegal untuk dijual dan harus ditarik dari peredaran pasar.
Selain perpanjangan, perusahaan wajib melakukan monitoring pasca-edar secara mandiri untuk memastikan bahwa produk yang sampai ke tangan konsumen tetap memiliki mutu yang sama dengan sampel saat pendaftaran. Setiap adanya keluhan dari konsumen mengenai keamanan produk harus didokumentasikan dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari sistem manajemen mutu yang baik. Kemenkes secara berkala melakukan pengawasan di lapangan, dan ketidaksesuaian antara produk di pasar dengan data pendaftaran dapat berujung pada sanksi administratif hingga pencabutan izin.
Berikut adalah tips praktis untuk menjaga agar legalitas produk Anda tetap aman dan terhindar dari sanksi hukum di masa depan:
- Lakukan audit internal secara rutin terhadap proses produksi untuk menjaga konsistensi mutu produk.
- Simpan dokumentasi setiap batch produksi, termasuk sampel produk, untuk keperluan penelusuran jika terjadi komplain.
- Laporkan segera jika terjadi perubahan desain kemasan atau penggantian pemasok bahan baku utama melalui sistem.
- Pantau update regulasi dari Kementerian Kesehatan secara berkala, karena standar keamanan bahan kimia bisa berubah sewaktu-waktu.
- Gunakan nomor izin edar secara benar pada setiap materi iklan dan promosi untuk menghindari tuduhan penyesatan informasi.
Penting juga untuk memberikan pelatihan kepada tim pemasaran agar tidak memberikan klaim berlebihan yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan. Misalnya, produk pembersih biasa jangan diklaim sebagai produk medis atau penyembuh penyakit tertentu tanpa adanya bukti klinis yang disetujui. Dengan menjaga integritas antara data izin dengan aktivitas bisnis di lapangan, perusahaan Anda akan memiliki reputasi sebagai brand yang terpercaya dan memiliki fundamental bisnis yang sehat untuk jangka panjang.
PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan pasca-edar untuk membantu Anda memantau masa berlaku izin dan memberikan update regulasi terbaru secara proaktif. Kami siap membantu Anda dalam melakukan audit kepatuhan internal agar operasional bisnis Anda selalu selaras dengan aturan main yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan bermitra bersama kami, legalitas produk Anda berada dalam pengawasan ahli, memberikan Anda ketenangan total dalam mengembangkan sayap bisnis lebih jauh lagi.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555
FAQ
1. Apa perbedaan antara izin PKRT dan PKD?
PKRT adalah perbekalan kesehatan untuk rumah tangga secara umum, sedangkan PKD merujuk pada produk dalam negeri dengan klasifikasi serupa di bawah pengawasan Kemenkes.
2. Berapa lama proses pengurusan izin edar PKRT secara online?
Biasanya berkisar antara 30 hingga 60 hari kerja, tergantung pada kelengkapan dokumen dan kecepatan respon terhadap perbaikan.
3. Apakah produk UMKM wajib memiliki izin PKRT?
Ya, semua produk yang masuk kategori perbekalan kesehatan rumah tangga wajib berizin sebelum dipasarkan, terlepas dari skala usahanya.
4. Berapa biaya PNBP untuk pendaftaran izin edar?
Biaya bervariasi tergantung pada klasifikasi risiko produk (Rendah, Sedang, Tinggi) sesuai dengan ketentuan tarif resmi negara.
5. Apakah satu izin bisa digunakan untuk berbagai varian wangi?
Umumnya satu nomor izin edar bisa mencakup beberapa varian selama formulasi dasarnya identik, namun tetap harus didaftarkan sebagai varian produk.
6. Apa saja parameter uji laboratorium yang wajib?
Parameter umum meliputi pH, kadar bahan aktif, dan uji cemaran mikroba; produk antiseptik memerlukan tambahan uji efikasi bakteri.
7. Berapa lama masa berlaku NIE Kemenkes?
Izin edar PKRT/PKD berlaku selama 5 tahun dan dapat diperpanjang sebelum masa berlakunya habis.
8. Apakah produsen luar negeri bisa mendaftarkan izin PKRT?
Bisa, namun harus melalui importir resmi di Indonesia yang memiliki izin distribusi dan kontrak kerja sama sah.
9. Apa risiko menjual produk tanpa izin edar?
Selain penarikan produk dari pasar, pelaku usaha dapat dikenakan sanksi denda hingga pidana sesuai Undang-Undang Kesehatan.
10. Bagaimana PERMATAMAS membantu proses ini?
PERMATAMAS membantu dari audit dokumen, bimbingan uji lab, hingga pengawalan di sistem online Kemenkes sampai izin resmi terbit.
