CPKB Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendapatkan Sertifikat Resmi

CPKB Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendapatkan Sertifikat ResmiCPKB adalah Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik, yaitu sistem dan prinsip yang diterapkan oleh industri kosmetik untuk memastikan kegiatan pembuatan kosmetik berlangsung secara terkendali sehingga produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya.

Bagi pelaku usaha kosmetik, CPKB bukan sekadar dokumen yang diperlukan ketika mengurus sertifikasi. CPKB berkaitan langsung dengan bagaimana perusahaan mengatur fasilitas, personel, bahan baku, peralatan, proses produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, penyimpanan, hingga penanganan masalah yang mungkin muncul selama kegiatan produksi.

Di Indonesia, ketentuan sertifikasi CPKB saat ini mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Peraturan tersebut ditetapkan pada 21 April 2026, diundangkan 29 April 2026, dan mencabut PerBPOM Nomor 33 Tahun 2021.

Lalu, apa sebenarnya fungsi CPKB, siapa yang membutuhkannya, dan bagaimana cara mendapatkan sertifikat CPKB resmi? Berikut penjelasan lengkapnya.

Daftar Isi

Apa Itu CPKB?

CPKB merupakan kerangka kerja yang mengatur berbagai kegiatan dalam proses pembuatan kosmetik agar produk dapat dibuat secara konsisten dan terkendali.

Sederhananya, perusahaan tidak cukup hanya mempunyai mesin produksi dan bahan baku. Setiap kegiatan harus memiliki sistem yang jelas.

Misalnya:

  • siapa yang bertanggung jawab dalam proses produksi;
  • bagaimana bahan diterima dan disimpan;
  • bagaimana peralatan digunakan dan dibersihkan;
  • bagaimana proses produksi dilakukan;
  • bagaimana mutu produk diperiksa;
  • bagaimana setiap kegiatan dicatat;
  • bagaimana penyimpangan ditangani;
  • bagaimana perubahan dikendalikan; dan
  • bagaimana keluhan konsumen ditindaklanjuti.

Jadi, ketika membahas CPKB adalah apa, jawabannya bukan sekadar “sertifikat BPOM”. CPKB merupakan standar dan sistem penerapan cara pembuatan kosmetik yang baik, sedangkan sertifikat CPKB menjadi bukti resmi atas pemenuhan persyaratan tersebut.

Apa Itu Sertifikat CPKB?

Sertifikat CPKB adalah dokumen resmi yang menunjukkan bahwa industri kosmetik telah memenuhi persyaratan sertifikasi CPKB sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam PerBPOM No. 8 Tahun 2026, format sertifikat CPKB diterbitkan melalui sistem OSS dan memuat informasi seperti nama pelaku usaha, NIB, alamat kantor, status penanaman modal, KBLI, serta lokasi usaha.

Dengan adanya sertifikat tersebut, perusahaan memiliki bukti bahwa fasilitas dan sistem produksinya telah melalui proses sertifikasi sesuai ruang lingkup yang disetujui.

Namun, penting dipahami bahwa sertifikat bukan berarti perusahaan boleh berhenti menerapkan CPKB setelah dokumen diterbitkan. Standar tersebut harus tetap dijalankan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Apa Fungsi CPKB bagi Industri Kosmetik?

CPKB mempunyai fungsi yang cukup luas bagi industri kosmetik. Salah satu tujuan utamanya adalah membantu perusahaan menjaga agar mutu produk tetap konsisten dari satu proses produksi ke proses berikutnya.

Baca Juga  CPKB Terbaru Tahun Berapa? Ini Jawaban Resmi + Cara Cepat Mengurusnya

Penerapan sistem yang baik juga membantu perusahaan mengendalikan risiko yang dapat memengaruhi mutu produk.

Beberapa manfaat CPKB bagi industri kosmetik antara lain:

Menjaga Konsistensi Mutu Produk

Produk kosmetik harus dibuat dengan proses yang terkendali. Jika prosedur berubah-ubah tanpa pengendalian, kualitas produk juga berpotensi tidak konsisten.

CPKB membantu perusahaan membangun proses yang lebih terstruktur sehingga setiap tahapan memiliki standar kerja yang jelas.

Meningkatkan Pengendalian Proses Produksi

Mulai dari bahan baku sampai produk jadi, setiap tahapan perlu dikendalikan.

Dengan prosedur yang jelas, perusahaan dapat mengetahui siapa yang bertanggung jawab, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana hasil kegiatan tersebut dicatat.

Mendukung Keamanan Produk

Kebersihan fasilitas, pengendalian bahan, pemeliharaan peralatan, proses produksi, hingga pengawasan mutu merupakan bagian yang saling berhubungan dalam menjaga kualitas produk.

Sistem CPKB membantu perusahaan mengendalikan berbagai faktor yang dapat memengaruhi produk.

Membantu Membangun Sistem Kerja yang Konsisten

Perusahaan tidak bergantung pada kebiasaan individu tertentu. Dengan SOP dan pembagian tanggung jawab yang jelas, pekerjaan dapat dilakukan berdasarkan sistem.

Memudahkan Penelusuran

Pencatatan yang baik membuat perusahaan lebih mudah menelusuri bahan, proses, hasil pemeriksaan, maupun kejadian tertentu apabila diperlukan evaluasi.

Siapa yang Membutuhkan Sertifikasi CPKB?

Sertifikasi CPKB berkaitan dengan industri yang melakukan kegiatan pembuatan kosmetik. Ruang lingkup dan persyaratannya perlu disesuaikan dengan kegiatan usaha, fasilitas, serta jenis produksi yang dilakukan.

Perusahaan yang ingin membangun fasilitas produksi sendiri sebaiknya mempersiapkan CPKB sejak tahap perencanaan, bukan setelah bangunan dan sistem produksi selesai.

Dengan begitu, desain fasilitas, alur kerja, peralatan, personel, dan dokumentasi dapat dipersiapkan secara lebih terintegrasi.

Bagi pengusaha yang baru membangun bisnis kosmetik dan masih membutuhkan badan usaha, persiapan administrasi dapat dilakukan sejak awal melalui Jasa Pendirian PT Kosmetik agar struktur perusahaan dapat disiapkan sejalan dengan rencana pengembangan fasilitas produksi.

CPKB Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendapatkan Sertifikat Resmi
CPKB Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendapatkan Sertifikat Resmi

Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk CPKB?

Persiapan CPKB tidak berhenti pada pengumpulan formulir. Perusahaan perlu mempersiapkan sistem yang benar-benar dapat diterapkan.

Beberapa bagian penting yang perlu diperhatikan meliputi:

  • administrasi dan data perusahaan;
  • struktur organisasi;
  • penanggung jawab teknis;
  • personel dan kompetensinya;
  • bangunan serta fasilitas;
  • peralatan produksi;
  • sanitasi dan higiene;
  • bahan baku;
  • bahan kemas;
  • proses produksi;
  • pengawasan mutu;
  • dokumentasi;
  • penyimpanan;
  • pengelolaan penyimpangan;
  • tindakan perbaikan;
  • pengendalian perubahan;
  • penanganan keluhan; dan
  • pemeriksaan atau evaluasi internal.

PerBPOM No. 8 Tahun 2026 juga memuat lampiran berupa daftar dokumen penerapan sistem mutu CPKB yang menjadi bagian dari kerangka sertifikasi terbaru.

Dokumen CPKB yang Perlu Dipersiapkan

Dokumen menjadi salah satu bagian yang sering membuat perusahaan membutuhkan waktu cukup banyak dalam proses persiapan.

Dokumen tidak seharusnya dibuat hanya agar terlihat lengkap. Isi dokumen harus sesuai dengan kondisi fasilitas dan kegiatan yang benar-benar dilakukan.

Contohnya:

  • SOP penerimaan bahan;
  • SOP penyimpanan;
  • SOP penimbangan;
  • SOP proses produksi;
  • SOP pembersihan;
  • SOP sanitasi;
  • prosedur pengawasan mutu;
  • prosedur pengendalian dokumen;
  • prosedur penanganan penyimpangan;
  • prosedur pengendalian perubahan;
  • prosedur penanganan keluhan;
  • catatan produksi;
  • catatan pembersihan;
  • catatan pemeliharaan;
  • catatan pelatihan personel; dan
  • dokumen pendukung lainnya sesuai ruang lingkup kegiatan.

Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda sesuai kondisi perusahaan. Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak sekadar menyalin dokumen milik fasilitas lain.

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat CPKB Resmi?

Secara umum, proses mendapatkan sertifikat CPKB perlu diawali dengan memastikan perusahaan dan fasilitas telah siap memenuhi persyaratan yang berlaku.

Tahapannya dapat dipahami sebagai berikut.

1. Menentukan Ruang Lingkup Sertifikasi

Pertama, perusahaan perlu memahami kegiatan produksi yang akan dilakukan dan ruang lingkup sertifikasi yang dibutuhkan.

Hal ini penting karena kebutuhan fasilitas, peralatan, personel, dan sistem mutu harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dijalankan.

2. Menyiapkan Fasilitas Produksi

Fasilitas perlu dipersiapkan agar mendukung kegiatan produksi yang higienis, teratur, dan terkendali.

Baca Juga  Temuan Audit Sertifikasi CPKB yang Paling Sering Menyebabkan Kegagalan Sertifikasi

Alur bahan, personel, produk, serta kegiatan produksi perlu diperhatikan agar sistem yang dibangun dapat diterapkan secara efektif.

3. Menyusun Sistem dan Dokumen Mutu

Selanjutnya, perusahaan mempersiapkan dokumen dan prosedur yang diperlukan.

SOP harus dibuat berdasarkan kegiatan nyata. Jika prosedur tertulis tidak sesuai dengan kondisi lapangan, perusahaan justru akan kesulitan ketika menerapkannya.

4. Mempersiapkan Personel

Personel yang terlibat dalam produksi dan fungsi terkait harus memahami tugas serta prosedur masing-masing.

Pelatihan juga penting agar sistem yang sudah dibuat tidak hanya berhenti di atas kertas.

5. Melakukan Evaluasi Kesiapan

Sebelum pengajuan, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan internal atau gap analysis.

Tujuannya untuk mengetahui bagian mana yang sudah sesuai dan mana yang masih perlu diperbaiki.

Tahap ini sangat membantu karena perusahaan dapat menyelesaikan kekurangan sebelum masuk ke proses pemeriksaan resmi.

6. Mengajukan Sertifikasi Sesuai Mekanisme yang Berlaku

Setelah persiapan selesai, perusahaan dapat mengajukan sertifikasi melalui mekanisme layanan pemerintah yang berlaku.

Perlu diperhatikan bahwa mekanisme layanan dapat berubah mengikuti sistem dan regulasi terbaru. Karena itu, pelaku usaha sebaiknya menggunakan informasi resmi BPOM dan OSS saat melakukan pengajuan.

PerBPOM No. 8 Tahun 2026 sendiri membawa sejumlah penyederhanaan proses sertifikasi, termasuk penghapusan persetujuan denah bangunan dan penggunaan mekanisme perhitungan waktu layanan dengan sistem clock on dan clock off. (Pompeo)

7. Mengikuti Proses Evaluasi dan Pemeriksaan

Setelah pengajuan, perusahaan perlu mengikuti proses evaluasi sesuai ketentuan.

Kesiapan dokumen saja tidak cukup. Kondisi fasilitas dan penerapan sistem di lapangan juga harus konsisten dengan dokumen yang diajukan.

Inilah alasan mengapa persiapan CPKB sebaiknya dilakukan jauh sebelum pemeriksaan.

8. Melakukan Perbaikan Jika Ditemukan Ketidaksesuaian

Apabila terdapat temuan atau kekurangan, perusahaan perlu melakukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Perbaikan harus dilakukan berdasarkan penyebab masalah, bukan hanya memperbaiki bagian yang terlihat.

9. Sertifikat Diterbitkan Setelah Persyaratan Terpenuhi

Jika proses sertifikasi telah memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku, sertifikat CPKB dapat diterbitkan melalui mekanisme yang ditetapkan.

Format sertifikat CPKB sendiri telah diatur dalam Lampiran III PerBPOM No. 8 Tahun 2026.

CPKB Golongan A, Golongan B, dan Sertifikat Pemenuhan Aspek

Dalam memahami CPKB, perusahaan juga perlu memperhatikan pengelompokan industri kosmetik yang berlaku.

Regulasi terbaru memberikan ketentuan mengenai kriteria industri kosmetik Golongan A dan Golongan B. Selain sertifikat CPKB, terdapat pula Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB untuk skema yang sesuai dengan ketentuan.

Perlu diperhatikan bahwa Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB tidak sama dengan sertifikat CPKB penuh dalam konteks kegiatan usaha. BPOM secara khusus menegaskan bahwa industri kosmetik yang memperoleh sertifikat pemenuhan aspek CPKB tidak boleh menerima kontrak produksi.

Karena itu, perusahaan perlu menentukan sejak awal apakah membutuhkan sertifikasi penuh atau skema pemenuhan aspek berdasarkan model bisnis dan kegiatan produksinya.

CPKB Bukan Hanya Tentang Dokumen

Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi adalah menganggap CPKB sebagai pekerjaan administratif.

Padahal, dokumen hanyalah salah satu bagian dari sistem.

Perusahaan bisa memiliki SOP yang sangat lengkap, tetapi jika personel tidak memahami prosedurnya, fasilitas tidak mendukung, atau pencatatan tidak dilakukan, penerapan sistem tetap belum berjalan secara optimal.

Sebaliknya, fasilitas yang bagus juga belum cukup jika tidak didukung prosedur, personel, pengawasan, dan dokumentasi yang memadai.

Karena itu, CPKB harus dibangun sebagai sistem yang hidup dalam operasional perusahaan.

Kapan Sebaiknya Mulai Mengurus CPKB?

Idealnya, persiapan CPKB dilakukan sejak perusahaan mulai merancang fasilitas produksi.

Jangan menunggu bangunan selesai baru memikirkan sistem CPKB. Pendekatan seperti itu dapat membuat perusahaan harus melakukan perubahan ulang pada fasilitas, alur produksi, maupun dokumen.

Dengan perencanaan sejak awal, perusahaan dapat menghubungkan:

perusahaan → fasilitas → personel → peralatan → proses → mutu → dokumentasi

menjadi satu sistem yang saling mendukung.

Persiapan Produk Juga Sebaiknya Dilakukan Bersamaan

Selain menyiapkan fasilitas dan sistem produksi, perusahaan kosmetik sebaiknya memikirkan aspek produk sejak tahap awal.

Baca Juga  Aturan CPKB di Dalam Perusahaan Kosmetik yang Wajib Dipahami

Identitas produk, strategi pengembangan, dan perlindungan nama produk dapat dipersiapkan bersamaan agar tidak menimbulkan masalah ketika produk sudah siap dipasarkan.

Untuk perusahaan yang ingin memahami pentingnya Pendaftaran Merek Kosmetik, informasi lebih lanjut dapat dipelajari melalui Pendaftaran Merek HAKI.

Dengan perencanaan tersebut, pengembangan produk tidak hanya berfokus pada formula dan kemasan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan bisnis dalam jangka panjang.

Bagaimana dengan Sertifikasi Halal Produk Kosmetik?

CPKB dan sertifikasi halal merupakan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya dapat dipersiapkan secara paralel dalam pengembangan industri kosmetik.

CPKB berfokus pada penerapan cara pembuatan kosmetik yang baik, sedangkan kewajiban dan proses sertifikasi halal berkaitan dengan pemenuhan ketentuan jaminan produk halal.

Karena itu, perusahaan dapat memetakan kebutuhan keduanya sejak awal.

Bagi perusahaan yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Wajib Sertifikasi Halal Kosmetik, informasi dapat dipelajari melalui Sertifikasi Halal Kosmetik.

Apakah Perlu Menggunakan Jasa Pendampingan CPKB?

Tidak semua perusahaan memiliki tim internal yang memahami seluruh aspek CPKB. Terutama bagi perusahaan baru, proses menyiapkan fasilitas, dokumen, SOP, personel, dan sistem mutu secara bersamaan dapat terasa cukup kompleks.

Pendampingan dapat membantu perusahaan memetakan kesiapan sejak awal.

Misalnya dengan melakukan:

  • evaluasi awal fasilitas;
  • pemeriksaan dokumen;
  • gap analysis;
  • pendampingan penyusunan SOP;
  • persiapan personel;
  • evaluasi penerapan sistem;
  • simulasi pemeriksaan; dan
  • pendampingan tindak lanjut perbaikan.

Jika membutuhkan pendampingan profesional, perusahaan dapat memanfaatkan Jasa Sertifikasi CPKB sesuai kebutuhan dan ruang lingkup fasilitas.

Pendampingan bukan berarti menjamin sertifikat otomatis diterbitkan. Tujuannya adalah membantu perusahaan meningkatkan kesiapan dan mengurangi kesalahan dalam proses persiapan.

Mengapa Memilih Pendamping yang Memahami CPKB?

CPKB berkaitan dengan banyak bagian yang saling terhubung. Kesalahan dalam satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.

Contohnya, perubahan alur produksi dapat berdampak pada fasilitas, SOP, sanitasi, personel, dokumentasi, hingga pengawasan mutu.

Karena itu, pendamping sebaiknya tidak hanya berfokus pada pembuatan dokumen, tetapi juga memahami hubungan antara dokumen dan penerapannya di lapangan.

Pendekatan yang lebih menyeluruh akan membantu perusahaan membangun sistem yang memang dapat dijalankan setelah sertifikasi diperoleh.

Kesimpulan

CPKB adalah Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik, yaitu sistem yang digunakan industri kosmetik untuk memastikan kegiatan pembuatan produk dilakukan secara terkendali dan mampu memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya.

Sementara itu, sertifikat CPKB adalah bukti resmi bahwa industri kosmetik telah memenuhi persyaratan sertifikasi sesuai ruang lingkup yang disetujui.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, perusahaan perlu mempersiapkan lebih dari sekadar dokumen. Fasilitas, peralatan, personel, bahan, proses produksi, pengawasan mutu, sanitasi, dokumentasi, dan sistem evaluasi harus dipersiapkan secara terintegrasi.

Saat ini, acuan utama sertifikasi CPKB adalah PerBPOM No. 8 Tahun 2026, yang berlaku sejak 29 April 2026 dan menggantikan PerBPOM No. 33 Tahun 2021.

Jika Anda sedang membangun industri kosmetik atau mempersiapkan fasilitas produksi dan membutuhkan bantuan memahami persyaratan, menilai kesiapan dokumen, serta mempersiapkan proses sertifikasi, PERMATAMAS siap membantu dari tahap persiapan hingga pendampingan proses CPKB sesuai kebutuhan perusahaan.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

1. CPKB adalah apa?

CPKB adalah Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik, yaitu sistem dan pedoman yang diterapkan dalam kegiatan produksi kosmetik agar proses berjalan secara terkendali dan memenuhi persyaratan mutu.

2. Apa fungsi CPKB bagi industri kosmetik?

CPKB membantu perusahaan menjaga konsistensi mutu, mengendalikan proses produksi, meningkatkan penerapan higiene dan sanitasi, serta membangun sistem kerja yang terdokumentasi dan dapat ditelusuri.

3. Apa yang dimaksud dengan sertifikat CPKB?

Sertifikat CPKB merupakan dokumen resmi yang menunjukkan bahwa industri kosmetik telah memenuhi persyaratan sertifikasi CPKB sesuai ruang lingkup yang disetujui.

4. Apa saja yang perlu disiapkan untuk mendapatkan sertifikat CPKB?

Perusahaan perlu mempersiapkan fasilitas, peralatan, personel, bahan baku, proses produksi, pengawasan mutu, sanitasi, SOP, dokumentasi, serta sistem untuk menangani penyimpangan dan perubahan.

5. Apakah CPKB hanya berkaitan dengan dokumen?

Tidak. Dokumen merupakan salah satu bagian CPKB. Yang tidak kalah penting adalah penerapan prosedur, kesiapan fasilitas, kompetensi personel, pengawasan mutu, dan pencatatan kegiatan di lapangan.

6. Bagaimana cara mendapatkan sertifikat CPKB?

Secara umum, perusahaan perlu mempersiapkan fasilitas dan sistem mutu, menentukan ruang lingkup sertifikasi, menyiapkan dokumen, melakukan evaluasi kesiapan, mengajukan sertifikasi melalui mekanisme yang berlaku, serta mengikuti proses evaluasi dan pemeriksaan.

7. Apakah perusahaan baru bisa mengurus sertifikat CPKB?

Bisa. Perusahaan baru dapat mempersiapkan sertifikasi CPKB dengan memastikan badan usaha, fasilitas, personel, peralatan, sistem mutu, dan kegiatan produksi telah disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

8. Apakah CPKB sama dengan izin edar kosmetik?

Tidak. CPKB berkaitan dengan penerapan cara pembuatan kosmetik yang baik pada fasilitas industri, sedangkan izin edar berkaitan dengan persetujuan untuk peredaran produk kosmetik sesuai ketentuan yang berlaku.

9. Apakah menggunakan jasa pendampingan menjamin sertifikat CPKB terbit?

Tidak ada pendamping yang dapat menjamin hasil pemeriksaan. Pendampingan bertujuan membantu perusahaan mempersiapkan fasilitas, dokumen, personel, dan sistem agar lebih siap mengikuti proses sertifikasi.

10. Peraturan CPKB terbaru menggunakan regulasi apa?

Ketentuan sertifikasi CPKB saat ini mengacu pada PerBPOM Nomor 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik, yang menggantikan PerBPOM Nomor 33 Tahun 2021.

jasa izin pkrt
jasa izin pkrt
permatamas

Konsultasi Gratis Sekarang!

Jangan ragu untuk menghubungi kami dan dapatkan konsultasi gratis untuk kebutuhan izin usaha Anda. Permatamas Indonesia, solusi lengkap untuk perizinan dan sertifikasi usaha Anda!

Legalitas Usaha Kami
Akta Pendirian No.15
SK AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
SIUP : 510/PM277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

Alamat Kantor Kami
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Ke. Pejuang,
Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
No Telp :  021-89253417
HP/WA : 085777630555
Email : maspermatha@gmail.com
Website : www.permatamas.co.id

Copyright © 2011 PERMATAMAS INDONESIA – All Rights Reserved
a Support by Dokter Website Indonesia