Kelas 36 Merek HAKI: Keuangan, Bank & Properti | PERMATAMAS – Memiliki bisnis di bidang keuangan, perbankan, investasi, asuransi, pinjaman, atau properti? Jangan hanya membangun perusahaan dan mencari pelanggan. Nama yang digunakan untuk menjalankan bisnis juga perlu dipersiapkan perlindungannya.
Dalam industri keuangan dan properti, merek memiliki peran penting karena berhubungan langsung dengan kepercayaan. Konsumen, nasabah, investor, maupun calon pembeli properti perlu mengenali siapa penyedia jasa yang mereka gunakan.
Kelas 36 merupakan salah satu kelas dalam klasifikasi merek yang secara umum berkaitan dengan jasa keuangan, jasa moneter, perbankan, asuransi, investasi, pembiayaan, serta layanan real estat atau properti.
PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan pendaftaran merek HAKI Kelas 36, mulai dari pemeriksaan merek, penentuan kelas, penyusunan uraian jasa, hingga proses pengajuan.
Apa Itu Kelas 36 Merek HAKI?
Kelas 36 merupakan kelas jasa yang secara umum mencakup layanan di bidang keuangan, moneter, perbankan, asuransi, investasi, pembiayaan, serta real estat.
Contohnya dapat mencakup jasa bank, layanan asuransi, konsultasi investasi, pembiayaan, pinjaman, pengelolaan investasi, jasa agen properti, manajemen properti, dan berbagai layanan keuangan maupun properti lainnya.
Karena Kelas 36 merupakan kelas jasa, perlindungan merek berkaitan dengan layanan yang dicantumkan dalam permohonan. Jadi, pemilik usaha tidak sebaiknya hanya menulis “bisnis keuangan” atau “bisnis properti” tanpa menentukan aktivitas jasa yang sebenarnya.
Untuk informasi resmi mengenai kekayaan intelektual, pelaku usaha dapat mengakses Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Mengapa Merek Kelas 36 Penting untuk Bisnis Keuangan dan Properti?
Merek dalam industri keuangan dan properti bukan sekadar nama.
Nama tersebut dapat muncul pada website, aplikasi, kantor, dokumen penawaran, kartu nama, iklan digital, media sosial, proposal investasi, hingga komunikasi dengan nasabah.
Ketika nama tersebut semakin dikenal, merek dapat berkembang menjadi salah satu aset bisnis.
Bayangkan sebuah perusahaan investasi telah menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun kepercayaan pelanggan. Kemudian muncul bisnis lain dengan nama yang sangat mirip dan menawarkan layanan yang serupa.
Kondisi seperti ini dapat menimbulkan kebingungan di pasar dan berpotensi menjadi persoalan bagi pemilik merek.
Karena itu, perlindungan merek sebaiknya dipikirkan sejak bisnis mulai dibangun, bukan setelah merek sudah terkenal.
10 Contoh Jasa yang Berkaitan dengan Kelas 36
Kelas 36 memiliki cakupan jasa yang cukup luas. Berikut beberapa contoh layanan yang dapat berkaitan dengan kelas ini.
1. Jasa Perbankan
Jasa perbankan merupakan salah satu contoh layanan yang erat dengan Kelas 36.
Merek dapat digunakan untuk membedakan layanan keuangan suatu perusahaan atau lembaga dari penyedia layanan lainnya, sesuai dengan kegiatan yang dijalankan dan ketentuan yang berlaku.
2. Jasa Asuransi
Asuransi merupakan layanan yang berkaitan dengan perlindungan terhadap risiko.
Perusahaan yang bergerak di bidang asuransi dapat menggunakan merek sebagai identitas layanan untuk membangun pengenalan dan kepercayaan konsumen.
3. Jasa Investasi
Jasa investasi juga berkaitan dengan sektor keuangan.
Merek yang digunakan dalam layanan investasi dapat menjadi bagian penting dari identitas bisnis, terutama ketika perusahaan melakukan pemasaran melalui website, aplikasi, media sosial, maupun jaringan pemasaran.
4. Jasa Pinjaman
Bisnis yang menyediakan layanan pinjaman atau pembiayaan dapat menggunakan merek sebagai identitas layanan.
Uraian jasa perlu disusun sesuai dengan aktivitas yang benar-benar dilakukan agar ruang lingkup perlindungan merek lebih jelas.
5. Jasa Pembiayaan
Pembiayaan merupakan layanan keuangan yang dapat mencakup berbagai kebutuhan konsumen maupun perusahaan.
Jika bisnis menggunakan nama atau brand tertentu dalam menawarkan layanan pembiayaan, merek tersebut dapat dipertimbangkan untuk didaftarkan sesuai kelas dan uraian jasa yang relevan.
6. Jasa Konsultasi Keuangan
Konsultan keuangan yang memberikan layanan kepada individu maupun perusahaan juga dapat membangun bisnis dengan merek tertentu.
Semakin dikenal nama konsultan, semakin penting identitas tersebut dipertimbangkan sebagai aset bisnis.
7. Jasa Agen Properti
Agen properti atau agen real estat menggunakan reputasi dan nama usaha untuk mendapatkan kepercayaan calon pembeli maupun pemilik properti.
Merek dapat menjadi pembeda antara satu agen dengan agen lainnya.
8. Jasa Real Estat
Jasa real estat merupakan bagian penting dari sektor properti.
Perusahaan dapat menggunakan merek tertentu untuk menawarkan layanan yang berkaitan dengan transaksi atau aktivitas real estat sesuai dengan jenis jasa yang dijalankan.
9. Jasa Manajemen Properti
Pengelolaan gedung, apartemen, kawasan komersial, atau properti tertentu juga dapat menjadi bagian dari bisnis jasa.
Apabila layanan tersebut dipasarkan menggunakan brand tertentu, perlindungan merek dapat dipertimbangkan.
10. Jasa Pengelolaan Investasi
Selain jasa investasi, terdapat bisnis yang menyediakan layanan pengelolaan investasi atau aset.
Jenis layanan seperti ini perlu dianalisis berdasarkan kegiatan yang sebenarnya dilakukan dan uraian jasa yang akan digunakan dalam permohonan merek.

Kelas 36 untuk Keuangan, Bank, dan Properti
Jika melihat cakupan Kelas 36, dapat dipahami bahwa kelas ini tidak hanya berkaitan dengan bank.
Kelas ini juga dapat berkaitan dengan berbagai layanan yang berhubungan dengan aktivitas keuangan, moneter, asuransi, investasi, pembiayaan, dan real estat.
Karena itu, pengusaha yang menjalankan bisnis di sektor tersebut sebaiknya tidak hanya menentukan kelas berdasarkan nama industrinya.
Yang lebih penting adalah memahami jasa apa yang sebenarnya diberikan kepada konsumen.
Apakah Jasa Properti Masuk Kelas 36?
Secara umum, berbagai jasa real estat dan agen properti berkaitan dengan Kelas 36.
Namun, bisnis properti dapat memiliki aktivitas yang jauh lebih luas.
Contohnya:
- Agen properti.
- Jasa real estat.
- Manajemen properti.
- Konsultasi properti tertentu.
- Pemasaran properti.
- Marketplace properti.
- Jasa konstruksi.
- Renovasi bangunan.
- Penjualan material bangunan.
- Pengembangan properti.
Tidak semua aktivitas tersebut otomatis berada dalam Kelas 36.
Misalnya, konstruksi dan renovasi memiliki karakteristik jasa yang berbeda dengan agen real estat. Karena itu, apabila sebuah perusahaan menjalankan banyak aktivitas sekaligus, strategi kelas mereknya perlu dianalisis secara menyeluruh.
Apakah Bank Harus Mendaftarkan Merek Kelas 36?
Jika suatu badan usaha atau penyedia layanan menggunakan nama tertentu sebagai identitas jasa, perlindungan merek merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.
Namun, pendaftaran merek tidak sama dengan izin operasional perbankan.
Ini merupakan perbedaan penting yang harus dipahami oleh pelaku usaha.
Merek memberikan perlindungan terhadap identitas merek sesuai ruang lingkup pendaftaran, sedangkan izin operasional berkaitan dengan legalitas untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu.
Kelas 36 Bukan Izin Menjalankan Bisnis Keuangan
Jangan sampai terjadi kesalahpahaman bahwa mendaftarkan merek Kelas 36 berarti seseorang otomatis boleh menjalankan bisnis bank, investasi, pinjaman, asuransi, atau pembiayaan.
Pendaftaran merek dan perizinan sektoral merupakan dua hal berbeda.
Pelaku usaha tetap harus memenuhi seluruh persyaratan dan perizinan yang berlaku untuk kegiatan usaha masing-masing.
Jadi, jika Anda sedang membangun bisnis keuangan, pikirkan dua aspek sekaligus: legalitas operasional dan perlindungan merek.
Perbedaan Nama Perusahaan dan Merek
Nama perusahaan dan merek merupakan dua hal yang berbeda.
Misalnya sebuah perusahaan memiliki nama badan usaha tertentu, tetapi menggunakan brand berbeda untuk layanan investasi atau properti.
Nama badan usaha tersebut tidak otomatis berarti seluruh merek yang digunakan dalam pemasaran telah mendapatkan perlindungan merek.
Jika sebuah brand digunakan secara aktif untuk berinteraksi dengan konsumen, brand tersebut sebaiknya dianalisis secara terpisah.
Bagi pengusaha yang sedang menyiapkan badan usaha, PERMATAMAS juga menyediakan layanan Jasa Pendirian PT.
Mengapa Harus Cek Merek Sebelum Daftar?
Jangan langsung mendaftarkan merek hanya karena nama tersebut terlihat unik.
Nama yang menurut Anda berbeda belum tentu tidak memiliki kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar atau sedang diajukan.
Pemeriksaan awal dapat membantu mengetahui potensi masalah sebelum bisnis mengeluarkan biaya lebih besar untuk branding.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Persamaan nama.
- Persamaan bunyi.
- Persamaan tulisan.
- Unsur dominan pada merek.
- Kelas jasa.
- Jenis layanan.
- Merek yang sudah terdaftar.
- Merek yang sedang dalam proses pendaftaran.
Pemeriksaan awal bukan jaminan bahwa permohonan pasti diterima, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi pendaftaran yang lebih matang.
Jasa Daftar Merek Kelas 36 PERMATAMAS
PERMATAMAS membantu pelaku usaha yang ingin mendaftarkan merek HAKI Kelas 36 untuk bisnis keuangan, perbankan, asuransi, investasi, pinjaman, pembiayaan, agen properti, dan layanan real estat.
Pendampingan dapat dimulai dari memahami jenis layanan, menentukan kelas yang relevan, menyusun uraian jasa, melakukan pemeriksaan awal, menyiapkan data, hingga proses pengajuan.
Untuk kebutuhan pendaftaran merek, Anda dapat menggunakan layanan Jasa Daftar Merek HAKI.
Dengan persiapan yang tepat, pendaftaran merek dapat menjadi bagian dari strategi membangun aset bisnis jangka panjang.
Tahapan Pendaftaran Merek Kelas 36
Secara umum, tahapan pendaftaran dapat dimulai dengan menentukan nama atau logo yang akan digunakan.
Kemudian, tentukan seluruh layanan yang menggunakan merek tersebut.
Setelah itu, lakukan pemeriksaan awal terhadap merek dan tentukan kelas serta uraian jasa yang sesuai.
Data dan dokumen yang diperlukan kemudian disiapkan untuk pengajuan.
Setelah permohonan diajukan, proses akan mengikuti tahapan pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pemilik merek juga perlu memperhatikan setiap pemberitahuan atau komunikasi yang muncul selama proses berlangsung.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mendaftarkan Merek Kelas 36
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
- Menganggap semua bisnis keuangan memiliki uraian jasa yang sama.
- Menganggap semua bisnis properti otomatis hanya membutuhkan satu kelas.
- Tidak melakukan pemeriksaan merek terlebih dahulu.
- Menggunakan uraian jasa yang terlalu umum.
- Tidak mencantumkan layanan utama.
- Menganggap nama PT otomatis melindungi merek.
- Tidak mempertimbangkan pengembangan bisnis.
- Mengira pendaftaran merek sama dengan izin operasional.
- Tidak memperhatikan kemiripan dengan merek lain.
- Mendaftarkan merek setelah bisnis sudah mengeluarkan biaya branding yang besar.
Kesalahan pada tahap awal dapat membuat strategi perlindungan merek menjadi kurang optimal.
Satu Merek Bisa Digunakan untuk Banyak Layanan
Sebuah perusahaan dapat menggunakan satu brand untuk beberapa jenis layanan.
Contohnya satu merek digunakan untuk layanan konsultasi keuangan, investasi, properti, dan pembiayaan.
Namun, bukan berarti semua layanan tersebut otomatis terlindungi hanya karena menggunakan nama yang sama.
Setiap jenis layanan perlu dianalisis dan dicantumkan sesuai kebutuhan perlindungan merek.
Jika bisnis berkembang dan menambahkan layanan baru, strategi perlindungan merek juga sebaiknya dievaluasi kembali.
Pendaftaran Merek Sebaiknya Dilakukan Sejak Awal
Membangun bisnis keuangan atau properti membutuhkan waktu.
Perusahaan harus membangun reputasi, memperoleh pelanggan, membuat jaringan, menjalankan pemasaran, dan mendapatkan kepercayaan pasar.
Ketika nama bisnis sudah terkenal, nilai ekonominya dapat semakin besar.
Karena itu, jangan menunggu sampai merek menjadi terkenal baru mulai memikirkan perlindungannya.
Lebih baik perlindungan merek dipersiapkan ketika bisnis mulai dibangun sehingga identitas yang digunakan memiliki arah perlindungan yang jelas.
Bagaimana Jika Merek Kelas 36 Ditolak?
Tidak semua permohonan merek otomatis diterima.
Permohonan dapat menghadapi keberatan atau penolakan berdasarkan alasan dan hasil pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jika terjadi penolakan, pemilik merek perlu memahami alasan penolakan dan menentukan langkah yang sesuai dengan tahapan proses.
Dalam kondisi tertentu, terdapat mekanisme untuk mengajukan upaya terhadap keputusan tersebut.
PERMATAMAS menyediakan layanan Jasa Banding Merek HAKI bagi pemilik merek yang membutuhkan pendampingan terkait proses tersebut.
Perpanjangan Merek Kelas 36
Setelah merek berhasil terdaftar, pemilik merek tetap perlu memperhatikan masa perlindungannya.
Jangan sampai brand yang sudah dibangun bertahun-tahun tidak diperhatikan ketika masa perlindungannya perlu diperpanjang.
Membuat pengingat sejak awal dapat membantu pemilik bisnis menghindari keterlambatan dalam mengurus perpanjangan.
Untuk kebutuhan tersebut, Anda dapat menggunakan layanan Jasa Perpanjangan Merek HAKI.
Lindungi Merek Keuangan, Bank, Investasi, dan Properti Anda
Dalam bisnis keuangan dan properti, kepercayaan merupakan aset yang sangat penting.
Nama yang digunakan perusahaan dapat menjadi identitas yang melekat pada pelanggan, investor, nasabah, maupun mitra bisnis.
Karena itu, jangan hanya membangun brand tanpa memikirkan perlindungannya.
Jika Anda sudah memiliki nama untuk bisnis bank, keuangan, asuransi, investasi, pinjaman, pembiayaan, atau properti, langkah berikutnya adalah memastikan merek tersebut dapat digunakan, menentukan kelas yang tepat, menyusun uraian jasa, dan mempersiapkan pendaftaran.
PERMATAMAS siap membantu proses pendaftaran merek HAKI Kelas 36 dengan pendampingan yang disesuaikan dengan jenis layanan bisnis Anda.
Semakin awal merek dipersiapkan dengan benar, semakin baik dasar yang Anda miliki untuk membangun brand dalam jangka panjang.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ Kelas 36 Merek HAKI
1. Apa itu Kelas 36 dalam merek HAKI?
Kelas 36 merupakan kelas jasa yang secara umum berkaitan dengan layanan keuangan, moneter, perbankan, asuransi, investasi, pembiayaan, dan real estat.
2. Apakah jasa bank termasuk Kelas 36?
Secara umum, layanan perbankan berkaitan dengan Kelas 36. Uraian jasa tetap perlu disesuaikan dengan kegiatan yang sebenarnya dilakukan.
3. Apakah jasa asuransi masuk Kelas 36?
Ya, jasa asuransi secara umum berkaitan dengan Kelas 36.
4. Apakah investasi termasuk Kelas 36?
Layanan investasi dan berbagai jasa keuangan terkait dapat berkaitan dengan Kelas 36, tergantung karakteristik layanan yang diberikan.
5. Apakah jasa pinjaman termasuk Kelas 36?
Jasa pinjaman dan pembiayaan dapat berkaitan dengan Kelas 36. Penentuan uraian jasa perlu disesuaikan dengan aktivitas bisnis.
6. Apakah agen properti masuk Kelas 36?
Secara umum, jasa agen real estat atau agen properti berkaitan dengan Kelas 36.
7. Apakah bisnis developer properti hanya membutuhkan Kelas 36?
Belum tentu. Aktivitas developer dapat mencakup berbagai jasa dan kegiatan lain, sehingga kelas yang dibutuhkan perlu dianalisis berdasarkan aktivitas bisnis yang sebenarnya.
8. Apakah pendaftaran merek Kelas 36 memberikan izin usaha bank atau investasi?
Tidak. Pendaftaran merek dan izin operasional merupakan dua hal yang berbeda.
9. Mengapa merek harus dicek sebelum didaftarkan?
Pengecekan dapat membantu mengidentifikasi potensi kemiripan dengan merek lain dan menjadi bahan pertimbangan sebelum permohonan diajukan.
10. Apakah PERMATAMAS melayani pendaftaran merek Kelas 36?
Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan pendaftaran merek Kelas 36, termasuk pemeriksaan merek, penentuan kelas dan uraian jasa, persiapan data, hingga proses pengajuan.

