Jasa Pendaftaran Merek Kelas 31 Buah, Sayuran, Tanaman, Benih, Hewan Hidup, dan Pakan Hewan Resmi PERMATAMAS – Memiliki usaha buah segar, sayuran, tanaman, benih, bibit, pakan hewan, hewan hidup, hasil pertanian atau produk perkebunan? Jangan hanya memperhatikan produksi dan pemasaran. Nama brand yang digunakan pada produk juga perlu dipertimbangkan perlindungannya melalui pendaftaran merek pada kelas yang sesuai.
PERMATAMAS menyediakan Jasa Pendaftaran Merek Kelas 31 untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan pendaftaran merek untuk berbagai produk pertanian, perkebunan, hortikultura, hasil alam, tanaman hidup, hewan hidup, pakan hewan, benih dan produk sejenis yang berkaitan dengan Kelas 31.
Kelas 31 memiliki cakupan produk yang berbeda dengan Kelas 30. Jika Kelas 30 banyak berkaitan dengan makanan olahan, kopi, teh, roti, kue dan bumbu, Kelas 31 secara umum berkaitan dengan produk pertanian, hasil bumi segar, tanaman hidup, hewan hidup, pakan dan produk tertentu yang belum mengalami pengolahan.
Informasi mengenai sistem kekayaan intelektual dapat diperoleh melalui DJKI.
Apa Itu Merek Kelas 31?
Kelas 31 merupakan salah satu kelas dalam Nice Classification yang secara umum mencakup produk pertanian, hortikultura dan kehutanan yang belum diolah, biji-bijian dan benih, buah serta sayuran segar, tanaman hidup dan bunga, hewan hidup, makanan dan minuman untuk hewan serta malt.
Kelas ini sangat relevan bagi pelaku usaha yang menjual produk dalam kondisi segar, mentah, hidup atau belum mengalami proses pengolahan tertentu.
Contohnya meliputi buah segar, sayuran segar, tanaman hias, bibit tanaman, benih, pohon hidup, bunga segar, hewan hidup, pakan ternak, makanan hewan peliharaan dan berbagai produk pertanian lainnya.
Namun, klasifikasi akhir tetap perlu diperiksa berdasarkan sifat, kondisi dan tujuan penggunaan barang. Produk yang telah mengalami pengolahan dapat masuk ke kelas lain.
Jasa Pendaftaran Merek Kelas 31 Resmi PERMATAMAS
Pendaftaran merek Kelas 31 penting dipertimbangkan oleh pelaku usaha yang menjual produk pertanian atau hasil bumi dengan brand tertentu.
PERMATAMAS membantu proses persiapan pendaftaran merek mulai dari pemeriksaan awal merek, penentuan kelas, penyesuaian uraian barang, persiapan data hingga pengajuan permohonan.
Layanan ini dapat digunakan oleh:
- Distributor buah dan sayuran
- Petani dan perusahaan agribisnis
- Pembibitan tanaman
- Toko tanaman dan nursery
- Penjual tanaman hias
- Produsen benih
- Perusahaan perkebunan
- Peternakan
- Distributor pakan hewan
- Produsen makanan hewan
- Toko hewan peliharaan
- Bisnis hasil pertanian
- Pelaku usaha produk kehutanan
Dengan persiapan yang tepat, pemilik bisnis dapat menentukan barang yang ingin dilindungi sebelum permohonan merek diajukan.
Produk Apa Saja yang Termasuk Kelas 31?
Secara umum, Kelas 31 mencakup berbagai produk pertanian, hortikultura dan kehutanan yang belum diolah, buah dan sayuran segar, benih, tanaman hidup, bunga, hewan hidup, pakan hewan dan malt.
Berikut pengelompokan 100 produk yang Anda berikan.
Buah-Buahan Segar dan Hasil Perkebunan
Buah segar merupakan salah satu kelompok produk yang banyak berkaitan dengan Kelas 31. Produk dijual dalam keadaan segar dan belum mengalami proses pengawetan atau pengolahan menjadi makanan.
Contohnya:
- Buah-buahan segar (Apel, jeruk, pisang, mangga)
- Kelapa segar dan kelapa utuh
- Buah zaitun segar
- Buah beri segar (Stroberi, biru beri, rasberi)
- Buah durian segar
- Buah alpukat segar
- Buah anggur segar
- Buah melon dan semangka segar
- Buah nanas segar
- Tebu segar
- Buah juniper segar
Bagi distributor buah, petani, perkebunan maupun brand buah segar, pendaftaran merek dapat membantu melindungi identitas usaha yang digunakan dalam perdagangan.
Sayuran, Umbi, Jamur, Bawang, dan Herba Segar
Produk hortikultura segar juga menjadi bagian penting dari Kelas 31.
Contoh produk:
- Sayuran segar (Bayam, kangkung, wortel, kentang)
- Umbi-umbian segar (Singkong, ubi jalar, talas)
- Jamur segar
- Bawang segar (Bawang merah, bawang putih, bawang bombay)
- Cabai segar
- Herba segar (Sledri, daun ketumbar, basil segar)
- Tanaman herbal mentah belum dikeringkan
Produk yang dijual dalam kondisi segar perlu dibedakan dari produk yang telah dikeringkan, dimasak, diasinkan atau diolah menjadi makanan.

Tanaman Hidup, Bibit, dan Benih
Bisnis tanaman, nursery dan pembibitan dapat menggunakan merek untuk membedakan produk dan layanan usahanya.
Produk yang termasuk dalam daftar antara lain:
- Tanaman hidup dan bibit tanaman
- Benih dan biji-bijian untuk ditanam
- Bibit pohon dan tanaman hias
- Pohon hidup dan palem
- Tanaman bonsai
- Tanaman sukulen dan kaktus hidup
- Tanaman akuatik hidup / Tanaman air
- Spora jamur untuk pembiakan
- Serbuk sari [biji-bijian/benih]
Untuk bisnis pembibitan, merek dapat digunakan pada kemasan benih, label tanaman, katalog, toko online dan aktivitas pemasaran lainnya.
Bunga Segar, Anggrek, Mawar, dan Tanaman Hias
Bisnis florikultura dan tanaman hias juga memiliki banyak produk yang berkaitan dengan Kelas 31.
Contoh:
- Bunga segar dan karangan bunga segar
- Bunga potong segar
- Anggrek segar
- Mawar segar
- Ranting dan dedaunan dekoratif segar
- Bunga esensial segar
- Pohon Natal hidup / asli
Merek untuk tanaman dan bunga dapat menjadi identitas komersial bagi nursery, florist, perkebunan bunga maupun toko tanaman.
Beras Mentah, Gandum, Jagung, dan Biji-Bijian
Produk hasil pertanian yang masih mentah atau belum diolah perlu dibedakan dengan produk pangan yang telah diproses.
Contohnya:
- Beras mentah / Gabah belum diolah
- Gandum mentah dan jelai (Barley) mentah
- Jagung mentah / Jagung pakan
- Kacang-kacangan segar / mentah
- Biji bunga matahari segar / mentah
- Biji wijen mentah
- Biji kopi segar / mentah (Green beans)
- Biji kakao mentah
- Kacang tanah segar dalam cangkang
- Kacang mete segar / mentah
- Kacang almond mentah
- Kacang kedelai mentah
- Biji pinus mentah
- Biji kapas mentah
- Biji jarak mentah
Status produk sebagai mentah atau telah diolah dapat memengaruhi klasifikasi mereknya. Karena itu, uraian barang perlu disesuaikan dengan kondisi produk yang benar-benar dijual.
Rumput Laut dan Produk Alam Segar
Produk alam tertentu yang masih dalam keadaan segar juga perlu diperiksa berdasarkan karakteristiknya.
Contohnya:
- Rumput laut segar untuk konsumsi atau pakan
- Sarang burung walet segar / mentah belum dibersihkan
- Gabus alami / Kulit kayu gabus
Untuk produk hasil alam, kondisi barang dan tingkat pengolahan menjadi faktor penting dalam menentukan klasifikasi.
Hewan Ternak dan Unggas Hidup
Kelas 31 juga berkaitan dengan hewan hidup tertentu yang diperdagangkan.
Contoh produk:
- Hewan ternak hidup (Sapi, kambing, domba, babi)
- Unggas hidup (Ayam, bebek, burung)
- Kuda hidup
- Telur tetas untuk pembiakan (Hatching eggs)
- Telur fertil hidup
Peternakan dan perusahaan agribisnis yang menggunakan brand untuk perdagangan hewan atau produk pembiakan dapat mempertimbangkan perlindungan merek sesuai barang yang dipasarkan.
Hewan Peliharaan Hidup dan Hewan Air
Selain hewan ternak, beberapa hewan hidup untuk tujuan tertentu juga termasuk dalam daftar produk yang perlu diperhatikan.
Contohnya:
- Ikan hidup untuk konsumsi atau hias
- Udang hidup
- Kepiting hidup
- Kerang dan tiram hidup
- Lobster hidup
- Kucing hidup
- Anjing hidup
- Terumbu karang hidup
Khusus untuk perdagangan hewan tertentu, selain merek terdapat ketentuan sektoral lain yang mungkin berlaku. Pendaftaran merek tidak menggantikan izin atau persyaratan khusus untuk perdagangan hewan.
Serangga, Cacing, dan Umpan Pancing Hidup
Beberapa hewan kecil dan organisme hidup juga dapat diperdagangkan sebagai pakan atau umpan.
Contohnya:
- Serangga hidup (Lalat, jangkrik untuk pakan)
- Cacing tanah hidup
- Umpan pancing hidup (Cacing, jangkrik)
Apabila produk dipasarkan menggunakan merek tertentu, pemilik usaha dapat mempertimbangkan pendaftaran merek berdasarkan barang yang benar-benar diperdagangkan.
Pakan Kucing, Anjing, Burung, dan Ikan
Kelas 31 memiliki cakupan penting untuk produk makanan dan pakan hewan.
Contohnya:
- Pakan hewan peliharaan (Pet food)
- Makanan kucing (Cat food)
- Makanan anjing (Dog food)
- Makanan burung dan biji-bijian burung
- Makanan ikan akuarium dan budidaya
- Biskuit dan camilan untuk hewan
- Pakan pengganti susu untuk anak hewan (Milk replacer)
Bagi pemilik brand pet food, pendaftaran merek dapat menjadi bagian penting dalam membangun identitas produk di pasar.
Pakan Ternak dan Pakan Unggas
Bisnis peternakan juga membutuhkan berbagai jenis pakan yang dipasarkan menggunakan brand tertentu.
Contohnya:
- Pakan ternak (Sapi, kambing, domba)
- Pakan unggas (Ayam, bebek, burung)
- Pakan kuda
- Rumput kering untuk pakan ternak (Hay)
- Jerami dan pakan kasar
- Silase pakan ternak
- Konsentrat pakan ternak
- Ragi untuk pakan hewan
- Tepung ikan untuk pakan hewan
- Tepung tulang untuk pakan hewan
- Lemak pengemuk hewan [pakan]
- Pakan penguat nutrisi hewan
Produk pakan yang memiliki merek sendiri dapat memperoleh nilai komersial lebih besar ketika distribusinya berkembang ke peternakan dan distributor.
Bahan Alas Kandang dan Produk Pendukung Hewan
Selain pakan, terdapat produk yang digunakan sebagai bahan alas atau kebutuhan pemeliharaan hewan.
Contohnya:
- Tulang gigitan sintetis/alami untuk anjing [pakan/mainan]
- Pasir hias dan bahan alas kandang hewan (Litter)
- Pasir kucing (Cat litter)
- Serbuk kayu untuk alas kandang
- Jerami tempat tidur hewan
- Serbuk gergaji untuk bahan pakan atau alas
Untuk beberapa produk dalam kelompok ini, klasifikasi dapat bergantung pada fungsi dan tujuan penggunaan. Karena itu, pemeriksaan uraian barang tetap diperlukan sebelum pendaftaran.
Malt dan Produk untuk Kebutuhan Industri Minuman
Produk tertentu berupa bahan pertanian atau hasil tanaman yang belum diolah juga dapat berkaitan dengan Kelas 31.
Contohnya:
- Malt untuk pembuatan bir dan distilasi
- Daun teh segar
- Daun tembakau segar / belum diolah
Produk mentah perlu dibedakan dengan produk yang telah mengalami proses pengolahan menjadi bahan atau produk jadi.
Produk Kayu dan Bahan Kehutanan Belum Diolah
Kelas 31 juga berkaitan dengan sejumlah produk hasil kehutanan yang masih dalam bentuk belum diolah.
Contohnya:
- Batang dan cabang pohon segar
- Kayu belum diolah / Gelondongan kayu dengan kulit
- Kayu olahan belum dipotong (Unprocessed timber)
- Gabus alami / Kulit kayu gabus
- Serbuk gergaji untuk bahan pakan atau alas
Untuk produk kayu, penting membedakan bahan yang masih mentah atau belum diolah dengan produk kayu yang telah mengalami pengolahan menjadi barang jadi.
Tanaman Dekoratif dan Pohon Natal Hidup
Produk tanaman yang digunakan untuk kebutuhan dekorasi juga dapat menggunakan merek sebagai identitas dagang.
Contohnya:
- Pohon Natal hidup / asli
- Tanaman bonsai
- Tanaman sukulen dan kaktus hidup
- Pohon hidup dan palem
- Ranting dan dedaunan dekoratif segar
- Bunga potong segar
- Anggrek segar
- Mawar segar
Bisnis tanaman hias dapat mengembangkan merek untuk membedakan produk nursery, koleksi tanaman dan jaringan penjualannya.
Apakah Semua Produk di Atas Otomatis Masuk Kelas 31?
Tidak selalu.
Daftar 100 produk tersebut merupakan referensi produk yang diberikan untuk pembahasan Kelas 31. Dalam praktik pendaftaran merek, klasifikasi harus disesuaikan dengan daftar barang resmi serta karakteristik, kondisi dan tujuan penggunaan produk.
Contohnya, buah segar berbeda dengan buah yang sudah dikeringkan atau diolah. Biji yang dijual untuk ditanam juga perlu dibedakan dari biji yang telah diproses sebagai makanan.
Begitu juga pakan hewan perlu dibedakan berdasarkan fungsi dan jenis produknya.
Karena itu, pemilik usaha sebaiknya melakukan pemeriksaan sebelum menentukan uraian barang dalam permohonan.
Mengapa Merek Kelas 31 Perlu Didaftarkan?
Bagi pelaku usaha agribisnis, tanaman, pertanian, perkebunan dan pakan hewan, merek dapat menjadi bagian penting dari identitas bisnis.
Manfaat pendaftaran merek antara lain:
- Memberikan dasar perlindungan hukum terhadap merek sesuai barang yang didaftarkan.
- Membantu membedakan produk dari produk milik pelaku usaha lain.
- Membangun identitas brand.
- Mendukung pemasaran melalui marketplace dan toko online.
- Mendukung pengembangan distribusi.
- Menjadikan merek sebagai salah satu aset kekayaan intelektual.
- Membantu mengurangi risiko penggunaan merek yang sama atau memiliki kemiripan pada barang terkait.
Merek yang dibangun sejak awal akan lebih mudah dikelola ketika bisnis berkembang.
Cara Daftar Merek Kelas 31 di DJKI
Secara umum, pendaftaran merek perlu diawali dengan menentukan merek dan barang yang ingin mendapatkan perlindungan.
Tahapan yang perlu dipersiapkan antara lain:
Pemeriksaan merek
Nama atau logo yang akan digunakan diperiksa terlebih dahulu untuk melihat potensi persamaan atau kemiripan dengan merek yang telah ada.
Menentukan kelas dan uraian barang
Produk diperiksa berdasarkan klasifikasi Nice dan karakteristik barang yang sebenarnya.
Menyiapkan data pemohon
Identitas pemohon dan dokumen pendukung dipersiapkan sesuai kebutuhan.
Pengajuan permohonan
Permohonan diajukan melalui sistem resmi DJKI.
Mengikuti proses pemeriksaan
Setelah pengajuan, permohonan akan melalui tahapan administrasi dan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
PERMATAMAS dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan proses tersebut secara lebih terarah.
Dokumen Pendaftaran Merek Kelas 31
Dokumen yang diperlukan dapat berbeda tergantung status pemohon. Secara umum, data yang perlu dipersiapkan antara lain:
- Identitas pemohon.
- Data badan usaha apabila pemohon merupakan badan usaha.
- Nama merek.
- Logo atau label merek apabila digunakan.
- Uraian barang.
- Kelas merek.
- Dokumen pendukung sesuai kebutuhan permohonan.
Ketepatan informasi sangat penting karena data tersebut akan digunakan dalam proses permohonan.
Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek Kelas 31?
Pendaftaran merek terdiri dari beberapa tahapan sehingga sertifikat merek tidak otomatis terbit pada hari pengajuan.
Pemilik usaha perlu membedakan antara bukti bahwa permohonan telah berhasil diajukan dengan sertifikat merek yang diterbitkan setelah proses pendaftaran selesai.
PERMATAMAS membantu proses persiapan dan pengajuan sesuai ruang lingkup layanan yang disepakati.
Berapa Biaya Pendaftaran Merek Kelas 31?
Biaya pendaftaran merek dapat dipengaruhi oleh status pemohon, jumlah kelas dan ketentuan biaya resmi yang berlaku.
Apabila menggunakan jasa pendampingan, terdapat biaya jasa sesuai lingkup pekerjaan.
Sebelum melakukan pengajuan, sebaiknya pemilik usaha memastikan:
- Produk sudah ditentukan.
- Kelas sudah diperiksa.
- Merek sudah diperiksa.
- Data pemohon sudah benar.
- Uraian barang sudah sesuai.
- Biaya resmi dan biaya jasa sudah dipahami.
Pentingnya Cek Merek Sebelum Pengajuan
Pemilik bisnis sebaiknya tidak langsung mencetak kemasan, label atau materi promosi dalam jumlah besar sebelum melakukan pemeriksaan merek.
Hal ini penting bagi bisnis tanaman, benih, pakan hewan, buah, sayuran dan produk pertanian karena brand dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pemeriksaan awal membantu pemilik usaha memahami potensi adanya merek yang identik atau memiliki kemiripan sehingga strategi brand dapat dipertimbangkan sebelum investasi pemasaran semakin besar.
Jasa Daftar Merek untuk Toko Online dan Ritel
Produk Kelas 31 seperti buah, tanaman, benih, pakan hewan dan berbagai hasil pertanian kini juga banyak dipasarkan melalui marketplace, website dan toko online.
Brand yang ingin berkembang dari pasar lokal menuju marketplace dan ritel perlu mempertimbangkan perlindungan merek sejak awal.
PERMATAMAS juga menyediakan Jasa Daftar Merek untuk Toko Online dan Ritel untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan perlindungan merek sesuai kebutuhan bisnis.
Pendaftaran Merek Berbeda dengan Izin Produk
Pendaftaran merek merupakan bagian dari perlindungan kekayaan intelektual. Sementara itu, izin atau persyaratan untuk menjual produk tertentu dapat mengikuti ketentuan sektoral yang berbeda.
Hal ini penting terutama untuk bisnis yang menjual pakan hewan, hasil pertanian, hewan hidup atau produk yang memiliki ketentuan khusus.
Untuk produk pangan yang membutuhkan izin edar, informasi mengenai layanan izin edar makanan dapat dilihat melalui Izin Edar BPOM MD Makanan.
Apa yang Dilakukan Jika Merek Mengalami Penolakan?
Permohonan merek dapat mengalami kendala apabila tidak memenuhi persyaratan atau terdapat alasan penolakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, pemeriksaan merek dan penentuan barang sebelum pengajuan menjadi langkah penting.
Apabila terdapat keputusan yang merugikan pemohon, tersedia mekanisme hukum tertentu sesuai tahapan dan dasar keputusan yang diterima.
Untuk kebutuhan terkait proses banding merek, informasi layanan dapat dilihat melalui Jasa Banding Merek HAKI.
Merek sebagai Aset Bisnis Agribisnis
Merek dapat menjadi aset tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomi bagi bisnis.
Pada bisnis agribisnis, merek dapat digunakan untuk:
- Benih dan bibit.
- Tanaman hias.
- Buah dan sayuran segar.
- Pakan ternak.
- Pet food.
- Produk nursery.
- Hasil perkebunan.
- Produk pertanian.
- Distribusi dan perdagangan hasil bumi.
Ketika sebuah brand sudah dikenal konsumen, pengelolaan dan perlindungan merek menjadi semakin penting.
Informasi mengenai layanan pendaftaran merek dapat dipelajari melalui Jasa Daftar Merek HAKI.
Pentingnya Legalitas PT untuk Bisnis Agribisnis dan Produk Pertanian
Selain merek, pelaku usaha agribisnis perlu mempertimbangkan legalitas badan usaha sesuai kebutuhan bisnis.
Pendirian PT dapat membantu struktur usaha menjadi lebih tertata ketika bisnis berkembang, bekerja sama dengan distributor, melakukan investasi, memperluas pemasaran atau menjalin kerja sama dengan perusahaan lain.
PERMATAMAS menyediakan Jasa Pendirian PT Perusahaan untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan pendirian badan usaha.
Dengan legalitas yang lebih tertata, pemilik bisnis dapat mengembangkan brand secara lebih profesional sekaligus mempersiapkan pengelolaan kekayaan intelektual perusahaan.
Kesimpulan
Jasa Pendaftaran Merek Kelas 31 sangat relevan bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, hortikultura, tanaman hias, pembibitan, benih, buah segar, sayuran segar, hewan hidup, pakan ternak, pet food dan berbagai produk pertanian atau hasil alam yang sesuai dengan cakupan kelas tersebut.
Sebanyak 100 produk dalam daftar telah dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya, mulai dari buah dan sayuran segar, tanaman hidup, benih, bunga, hewan hidup, pakan hewan hingga produk kehutanan tertentu.
Namun, nama produk saja tidak selalu cukup untuk menentukan kelas. Kondisi barang, tingkat pengolahan, fungsi dan tujuan penggunaannya perlu diperiksa sebelum menentukan uraian barang dalam permohonan.
PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan proses pendaftaran mulai dari pemeriksaan merek, penentuan kelas dan uraian barang, persiapan data hingga pengajuan permohonan.
Setelah permohonan berhasil diajukan, pemohon memperoleh bukti pengajuan atau bukti pendaftaran permohonan. Bukti tersebut berbeda dengan sertifikat merek, karena sertifikat diterbitkan setelah seluruh tahapan pendaftaran selesai sesuai ketentuan.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ Jasa Pendaftaran Merek Kelas 31
1. Apa itu merek Kelas 31?
Kelas 31 merupakan klasifikasi Nice yang secara umum mencakup produk pertanian, hortikultura dan kehutanan yang belum diolah, benih, tanaman hidup, bunga, hewan hidup, pakan hewan dan malt.
2. Apakah buah segar termasuk Kelas 31?
Buah-buahan segar seperti apel, jeruk, pisang, mangga, durian, alpukat dan berbagai buah segar lainnya merupakan kelompok produk yang berkaitan dengan Kelas 31.
3. Apakah sayuran segar termasuk Kelas 31?
Sayuran yang dijual dalam kondisi segar, seperti wortel, bayam, kangkung, kentang dan jenis sayuran lainnya, dapat berkaitan dengan Kelas 31.
4. Apakah tanaman hidup dan bibit termasuk Kelas 31?
Tanaman hidup, bibit tanaman, pohon hidup, tanaman hias dan berbagai bahan pembibitan tertentu merupakan kelompok produk yang berkaitan dengan Kelas 31.
5. Apakah makanan kucing dan anjing termasuk Kelas 31?
Makanan dan pakan hewan peliharaan merupakan salah satu kelompok barang yang berkaitan dengan Kelas 31. Uraian barang tetap perlu disesuaikan dengan produk yang sebenarnya dijual.
6. Apakah hewan hidup dapat didaftarkan dengan merek Kelas 31?
Hewan hidup tertentu termasuk kelompok barang yang berkaitan dengan Kelas 31. Namun, perdagangan hewan tertentu dapat memiliki persyaratan sektoral lain di luar pendaftaran merek.
7. Apakah benih tanaman termasuk Kelas 31?
Benih dan biji-bijian yang diperuntukkan untuk ditanam merupakan kelompok produk yang berkaitan dengan Kelas 31.
8. Apakah pakan ternak termasuk Kelas 31?
Pakan ternak, pakan unggas, pakan kuda, hay, silase dan sejumlah produk pakan lainnya dapat berkaitan dengan Kelas 31 sesuai karakteristik dan fungsi barang.
9. Apakah semua produk pertanian otomatis masuk Kelas 31?
Tidak. Produk pertanian yang telah mengalami pengolahan dapat masuk ke kelas lain. Penentuan kelas perlu memperhatikan kondisi, bentuk, fungsi dan penggunaan barang.
10. Mengapa menggunakan jasa pendaftaran merek Kelas 31?
Pendampingan dapat membantu pemilik usaha mempersiapkan pemeriksaan merek, menentukan kelas dan uraian barang, menyiapkan dokumen serta melakukan pengajuan secara lebih terarah.





