12 Aspek CPKB Terbaru BPOM yang Wajib Dipenuhi Pabrik Kosmetik

12 Aspek CPKB Terbaru BPOM yang Wajib Dipenuhi Pabrik Kosmetik – Industri kosmetik yang ingin memproduksi dan mengedarkan produk secara legal wajib memastikan seluruh proses produksinya memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB). Standar ini menjadi pedoman utama yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin kosmetik yang diproduksi memiliki kualitas, keamanan, dan konsistensi yang sesuai ketentuan.

Penerapan 12 aspek CPKB menjadi bagian penting bagi pabrik kosmetik, baik industri skala besar maupun usaha kosmetik yang sedang berkembang. Pemenuhan aspek tersebut menjadi dasar dalam pengajuan Sertifikat CPKB maupun SPA CPKB sebagai bukti bahwa fasilitas produksi telah menerapkan sistem produksi kosmetik yang memenuhi standar.

Melalui Jasa Sertifikasi CPKB BPOM, pelaku usaha kosmetik dapat memperoleh pendampingan dalam mempersiapkan dokumen, memperbaiki sistem produksi, hingga menghadapi proses audit BPOM. Dengan persiapan yang tepat, peluang mendapatkan sertifikasi menjadi lebih besar dan proses pengurusan dapat berjalan lebih efektif.

Apa Itu 12 Aspek CPKB BPOM?

12 Aspek CPKB adalah standar utama yang harus diterapkan oleh industri kosmetik agar proses pembuatan produk berjalan secara konsisten, higienis, dan terkendali. Setiap aspek memiliki fungsi masing-masing untuk memastikan kualitas produk mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk jadi.

Penerapan CPKB bukan hanya berkaitan dengan kebersihan pabrik, tetapi juga mencakup sistem manajemen, sumber daya manusia, dokumentasi, pengawasan mutu, hingga pengendalian risiko produksi.

Beberapa tujuan utama penerapan CPKB yaitu:

  1. Menjamin keamanan produk kosmetik bagi konsumen.
  2. Menjaga kualitas produk tetap konsisten.
  3. Mencegah risiko kontaminasi selama produksi.
  4. Memenuhi persyaratan legalitas kosmetik BPOM.

Dengan memenuhi seluruh aspek tersebut, perusahaan dapat mengajukan sertifikasi sebagai bukti bahwa fasilitas produksinya telah sesuai standar industri kosmetik.

Aspek 1: Sistem Manajemen Mutu

Sistem Manajemen Mutu merupakan dasar utama dalam penerapan CPKB. Aspek ini mengatur bagaimana perusahaan membuat kebijakan, prosedur, dan sistem pengendalian mutu agar seluruh proses produksi berjalan sesuai standar.

Pabrik kosmetik harus memiliki sistem yang mampu memastikan setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama dari satu batch ke batch berikutnya.

Hal penting dalam sistem manajemen mutu meliputi:

  1. Penyusunan standar operasional prosedur (SOP).
  2. Pengendalian proses produksi.
  3. Evaluasi dan peningkatan mutu secara berkala.
  4. Pengelolaan risiko terhadap kualitas produk.

Sistem mutu yang baik membantu perusahaan menjaga kepercayaan konsumen dan memenuhi persyaratan audit BPOM.

Aspek 2: Personalia

Sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penerapan CPKB. Setiap tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi harus memiliki kemampuan dan pemahaman mengenai standar pembuatan kosmetik.

Perusahaan wajib memastikan bahwa personel mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan tanggung jawabnya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam aspek personalia yaitu:

  1. Memiliki tenaga kerja yang kompeten.
  2. Menyediakan pelatihan secara rutin.
  3. Menunjuk penanggung jawab teknis sesuai ketentuan.
  4. Memastikan pekerja memahami prosedur kerja.

Personel yang terlatih akan membantu mengurangi kesalahan produksi dan menjaga kualitas produk kosmetik.

Aspek 3: Bangunan dan Fasilitas

Bangunan pabrik kosmetik harus dirancang dengan memperhatikan alur produksi agar risiko pencemaran dan kontaminasi silang dapat diminimalkan.

Area produksi, penyimpanan bahan, pengemasan, dan pengawasan mutu harus memiliki tata letak yang mendukung proses kerja yang aman.

Persyaratan fasilitas meliputi:

  1. Ruang produksi sesuai standar.
  2. Area penyimpanan yang memadai.
  3. Sistem kebersihan lingkungan.
  4. Pengaturan alur bahan dan produk.

Fasilitas yang sesuai CPKB akan membantu menjaga keamanan produk sejak proses awal hingga produk siap dipasarkan.

Aspek 4: Peralatan Produksi

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kosmetik harus memenuhi standar keamanan dan kebersihan. Mesin produksi wajib dirawat secara berkala agar tetap berfungsi dengan baik.

Peralatan yang digunakan harus mudah dibersihkan dan tidak menyebabkan pencemaran terhadap produk.

Hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Pemilihan mesin sesuai kebutuhan produksi.
  2. Perawatan dan pemeliharaan rutin.
  3. Kalibrasi alat ukur.
  4. Kebersihan peralatan sebelum digunakan.

Pengelolaan peralatan yang baik membantu menjaga konsistensi mutu kosmetik.

12 Aspek CPKB Terbaru BPOM yang Wajib Dipenuhi Pabrik Kosmetik
12 Aspek CPKB Terbaru BPOM yang Wajib Dipenuhi Pabrik Kosmetik

Aspek 5: Sanitasi dan Higiene

Sanitasi dan higiene bertujuan memastikan lingkungan produksi tetap bersih dan bebas dari faktor yang dapat menyebabkan kontaminasi.

Aspek ini mencakup kebersihan ruangan, mesin, bahan, serta tenaga kerja yang terlibat dalam produksi.

Penerapan sanitasi meliputi:

  1. Program kebersihan area produksi.
  2. Penggunaan perlengkapan kerja sesuai standar.
  3. Pengendalian kebersihan peralatan.
  4. Pencegahan kontaminasi silang.

Standar higiene yang baik menjadi salah satu poin penting dalam pemeriksaan BPOM.

Aspek 6: Produksi

Proses produksi kosmetik harus dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan. Setiap tahapan mulai dari pencampuran bahan hingga pengemasan harus dikendalikan dengan baik.

Tujuannya adalah memastikan setiap produk memiliki kualitas yang stabil.

Dalam proses produksi perlu diperhatikan:

  1. Penggunaan bahan sesuai formula.
  2. Prosedur kerja yang terdokumentasi.
  3. Pengawasan setiap tahapan produksi.
  4. Validasi proses produksi.

Produksi yang terkendali menjadi kunci menghasilkan kosmetik yang aman dan berkualitas.

Aspek 7: Pengawasan Mutu (Quality Control)

Pengawasan mutu bertugas memastikan bahan baku, proses produksi, dan produk akhir memenuhi standar kualitas.

Setiap produk harus melalui pemeriksaan sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Pengawasan mutu meliputi:

  1. Pemeriksaan bahan baku.
  2. Pengujian produk antara.
  3. Pemeriksaan produk jadi.
  4. Evaluasi hasil produksi.

Dengan sistem Quality Control yang baik, perusahaan dapat mencegah produk yang tidak sesuai standar beredar di pasaran.

Aspek 8: Dokumentasi

Dokumentasi menjadi bagian penting dalam penerapan CPKB karena seluruh aktivitas produksi harus dapat ditelusuri.

Catatan produksi membantu perusahaan mengetahui riwayat suatu produk apabila terjadi kendala.

Dokumen yang perlu dikelola antara lain:

  1. Catatan bahan baku.
  2. Dokumen proses produksi.
  3. Hasil pengujian mutu.
  4. Catatan distribusi produk.

Dokumentasi yang lengkap menjadi bukti bahwa perusahaan menjalankan proses sesuai standar.

Aspek 9: Produksi dan Analisis Berdasarkan Kontrak

Apabila perusahaan menggunakan jasa pihak lain untuk produksi atau pengujian, maka harus terdapat pengaturan resmi melalui kontrak.

Kerja sama tersebut harus memastikan pihak ketiga tetap menerapkan standar CPKB.

Hal yang perlu diperhatikan:

  1. Perjanjian kerja sama tertulis.
  2. Pembagian tanggung jawab yang jelas.
  3. Standar mutu yang harus dipenuhi.
  4. Pengawasan terhadap pihak kontraktor.

Aspek ini penting terutama bagi perusahaan yang menggunakan sistem maklon kosmetik.

Aspek 10: Penanganan Keluhan dan Penarikan Produk

Pabrik kosmetik harus memiliki sistem untuk menangani keluhan konsumen dan melakukan tindakan apabila ditemukan masalah pada produk.

Perusahaan wajib memiliki prosedur penanganan agar risiko terhadap konsumen dapat diminimalkan.

Sistem ini mencakup:

  1. Penerimaan dan pencatatan keluhan.
  2. Investigasi penyebab masalah.
  3. Tindakan perbaikan.
  4. Proses penarikan produk bila diperlukan.

Aspek 11: Audit Internal

Audit internal dilakukan untuk mengevaluasi apakah seluruh penerapan CPKB sudah berjalan sesuai standar.

Melalui audit ini, perusahaan dapat menemukan kekurangan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BPOM.

Audit internal meliputi:

  1. Pemeriksaan sistem kerja.
  2. Evaluasi dokumen.
  3. Pemeriksaan fasilitas.
  4. Rencana perbaikan.

Audit berkala membantu perusahaan mempertahankan standar produksi kosmetik.

Aspek 12: Penyimpanan

Penyimpanan bahan baku dan produk jadi harus dilakukan dengan kondisi yang sesuai agar kualitas tetap terjaga.

Gudang harus memiliki sistem pengaturan yang mencegah kerusakan atau kontaminasi.

Hal penting dalam penyimpanan yaitu:

  1. Pengaturan suhu dan kondisi ruangan.
  2. Pemisahan bahan sesuai kategori.
  3. Sistem pencatatan stok.
  4. Perlindungan produk dari kerusakan.

Pengelolaan gudang yang baik mendukung kualitas produk hingga sampai ke konsumen.

Proses Mendapatkan Sertifikat CPKB BPOM

Untuk mendapatkan Sertifikat CPKB atau SPA CPKB, perusahaan harus memastikan seluruh aspek telah diterapkan dan siap dilakukan pemeriksaan oleh BPOM.

Tahapan umumnya meliputi:

  1. Evaluasi kesiapan fasilitas produksi.
  2. Penyusunan dokumen CPKB.
  3. Pengajuan sertifikasi melalui sistem BPOM.
  4. Pemeriksaan atau audit fasilitas.
  5. Perbaikan jika terdapat temuan.
  6. Penerbitan sertifikat.

Persiapan yang matang akan membantu mempercepat proses sertifikasi.

Jasa Sertifikasi CPKB BPOM PERMATAMAS

PERMATAMAS membantu industri kosmetik dalam proses pengurusan Sertifikat CPKB dan SPA CPKB BPOM secara profesional.

Pendampingan dilakukan mulai dari persiapan dokumen, evaluasi fasilitas, penyusunan sistem mutu, hingga pendampingan menghadapi audit BPOM.

Dengan pengalaman membantu legalitas produk, PERMATAMAS memberikan solusi bagi perusahaan kosmetik yang ingin memenuhi standar produksi sesuai regulasi.

Kesimpulan

Pemenuhan 12 aspek CPKB merupakan kewajiban penting bagi pabrik kosmetik yang ingin mendapatkan legalitas produksi dan memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Mulai dari sistem mutu, personalia, fasilitas, produksi, dokumentasi hingga penyimpanan harus diterapkan secara konsisten agar memenuhi standar BPOM.

Menggunakan Jasa Sertifikasi CPKB BPOM dari PERMATAMAS dapat membantu perusahaan mempersiapkan seluruh kebutuhan sertifikasi dengan lebih mudah dan terarah.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ 12 Aspek CPKB BPOM

1. Apa itu 12 aspek CPKB BPOM?

12 aspek CPKB BPOM adalah standar yang mengatur seluruh proses pembuatan kosmetik agar memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan kualitas sesuai ketentuan BPOM.

2. Apakah semua pabrik kosmetik wajib menerapkan CPKB?

Ya, setiap industri kosmetik yang memproduksi produk kosmetik wajib menerapkan standar CPKB.

3. Apa fungsi Sertifikat CPKB bagi industri kosmetik?

Sertifikat CPKB menjadi bukti bahwa fasilitas produksi telah memenuhi standar pembuatan kosmetik yang baik.

4. Apa perbedaan CPKB dan SPA CPKB?

CPKB merupakan sertifikasi penerapan standar secara menyeluruh, sedangkan SPA CPKB merupakan bukti pemenuhan aspek CPKB secara bertahap.

5. Apakah CPKB menjadi syarat izin edar kosmetik BPOM?

Ya, penerapan CPKB menjadi salah satu persyaratan penting dalam proses legalitas produk kosmetik.

6. Berapa lama proses pengurusan Sertifikat CPKB?

Lama proses tergantung kesiapan dokumen, fasilitas, dan hasil pemeriksaan BPOM.

7. Apa saja yang diperiksa BPOM saat audit CPKB?

BPOM akan memeriksa fasilitas, dokumen, sistem mutu, proses produksi, sanitasi, dan aspek lain sesuai standar CPKB.

8. Apakah perusahaan maklon kosmetik wajib memiliki CPKB?

Ya, industri kosmetik yang melakukan produksi maklon harus memenuhi standar CPKB sesuai ketentuan.

9. Apa risiko jika pabrik kosmetik tidak menerapkan CPKB?

Risikonya adalah produk tidak dapat memenuhi persyaratan legalitas dan berpotensi mengalami kendala dalam proses izin edar.

10. Mengapa menggunakan jasa sertifikasi CPKB BPOM?

Karena jasa pendamping membantu menyiapkan dokumen, sistem CPKB, dan persiapan audit agar proses sertifikasi berjalan lebih efektif.

Biro Jasa Sertifikasi CPKB Dari Penyusunan, Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit

Biro Jasa Sertifikasi CPKB Dari Penyusunan, Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit – Dalam industri kosmetik, legalitas dan standar produksi menjadi faktor yang sangat penting sebelum sebuah produk bisa diedarkan ke pasar. Salah satu syarat utama yang ditetapkan oleh BPOM adalah pemenuhan standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik atau CPKB.

Namun dalam praktiknya, proses pengurusan CPKB tidak sederhana. Banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan mulai dari penyusunan dokumen, penyesuaian fasilitas produksi, hingga menghadapi audit BPOM. Karena itulah keberadaan biro jasa sertifikasi CPKB menjadi solusi yang banyak digunakan oleh pelaku industri kosmetik di Indonesia.

Biro jasa ini membantu dari tahap awal persiapan hingga sertifikat resmi CPKB diterbitkan, sehingga perusahaan dapat fokus pada produksi dan pengembangan bisnis.

Apa Itu Sertifikasi CPKB dalam Industri Kosmetik

Sertifikasi CPKB adalah bukti bahwa sebuah fasilitas produksi kosmetik telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPOM dalam hal kebersihan, keamanan, sistem produksi, dan pengendalian mutu.

Standar ini memastikan bahwa setiap produk kosmetik yang dihasilkan aman digunakan oleh konsumen dan diproduksi melalui proses yang terkontrol.

CPKB mencakup berbagai aspek penting seperti:

  • Kebersihan ruang produksi
  • Kualitas bahan baku
  • Pengawasan proses produksi
  • Sistem dokumentasi
  • Pengendalian mutu produk

Tanpa sertifikasi ini, perusahaan kosmetik tidak dapat memperoleh izin edar resmi dari BPOM.

Mengapa Sertifikasi CPKB Sangat Penting

Sertifikasi CPKB bukan hanya formalitas, tetapi menjadi dasar utama dalam industri kosmetik modern.

Beberapa alasan pentingnya CPKB antara lain:

  1. Menjamin keamanan produk kosmetik sebelum dipasarkan
  2. Menjadi syarat utama pengajuan izin edar BPOM
  3. Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand
  4. Memastikan proses produksi sesuai standar industri
  5. Menghindari risiko penarikan produk dari pasar

Dengan meningkatnya persaingan industri kosmetik, memiliki sertifikasi CPKB menjadi kebutuhan wajib, bukan lagi pilihan.

Peran Biro Jasa Sertifikasi CPKB

Biro jasa sertifikasi CPKB berperan sebagai pendamping profesional yang membantu perusahaan dalam memenuhi seluruh persyaratan BPOM.

Layanan ini sangat penting terutama bagi pelaku usaha yang belum memahami secara teknis standar CPKB atau belum memiliki tim internal yang berpengalaman.

Peran utama biro jasa meliputi:

  • Analisis kesiapan fasilitas produksi
  • Penyusunan dokumen CPKB
  • Perbaikan sistem produksi
  • Pendampingan audit BPOM
  • Penyelesaian temuan audit (CAPA)

Dengan bantuan biro jasa, proses sertifikasi menjadi lebih terarah dan minim kesalahan.

Biro Jasa Sertifikasi CPKB Dari Penyusunan, Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit
Biro Jasa Sertifikasi CPKB Dari Penyusunan, Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit

Tahapan Jasa Sertifikasi CPKB dari Awal Hingga Terbit

Proses sertifikasi CPKB biasanya dilakukan secara bertahap agar semua aspek dapat dipenuhi sesuai standar BPOM.

1. Evaluasi Kesiapan Fasilitas Produksi

Tahap awal adalah melakukan evaluasi terhadap kondisi pabrik atau fasilitas produksi.

Pada tahap ini dilakukan pengecekan:

  • Tata letak ruang produksi
  • Alur bahan baku dan produk jadi
  • Kebersihan fasilitas
  • Sistem sanitasi
  • Kesiapan peralatan produksi

Jika ditemukan kekurangan, akan diberikan rekomendasi perbaikan agar sesuai standar CPKB.

2. Penyusunan Dokumen CPKB

Dokumen merupakan bagian paling penting dalam proses sertifikasi.

Biro jasa akan membantu menyusun seluruh dokumen sesuai 12 aspek CPKB, seperti:

  • Sistem manajemen mutu
  • Personalia dan struktur organisasi
  • Bangunan dan fasilitas
  • Peralatan produksi
  • Sanitasi dan higiene
  • Proses produksi
  • Pengawasan mutu
  • Inspeksi diri
  • Penanganan keluhan
  • Penarikan produk
  • Dokumentasi produksi

Semua dokumen ini harus tersusun rapi dan sesuai standar BPOM.

3. Simulasi dan Pendampingan Audit BPOM

Sebelum audit resmi dilakukan, biasanya dilakukan simulasi internal terlebih dahulu.

Tujuannya adalah untuk memastikan semua sistem sudah berjalan dengan baik dan siap diperiksa oleh BPOM.

Saat audit berlangsung, biro jasa juga akan mendampingi perusahaan agar proses pemeriksaan berjalan lancar dan sesuai prosedur.

4. Tindak Lanjut CAPA (Corrective and Preventive Action)

Jika dalam audit ditemukan ketidaksesuaian, maka perusahaan wajib melakukan perbaikan atau CAPA.

Biro jasa akan membantu dalam:

  • Menyusun laporan perbaikan
  • Melengkapi dokumen tambahan
  • Menyesuaikan sistem produksi
  • Menjawab temuan auditor BPOM

Tahap ini sangat penting karena menentukan apakah sertifikat akan diterbitkan atau tidak.

5. Penerbitan Sertifikat CPKB

Setelah semua tahapan selesai dan dinyatakan memenuhi syarat, BPOM akan menerbitkan sertifikat CPKB.

Sertifikat ini menjadi bukti bahwa perusahaan telah memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik dan layak untuk melanjutkan ke tahap izin edar.

Golongan CPKB dalam Industri Kosmetik

Dalam praktiknya, CPKB dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan skala usaha.

Golongan A

Untuk industri kosmetik skala besar dengan fasilitas lengkap dan sistem produksi kompleks.

Golongan B

Untuk usaha skala kecil hingga menengah dengan proses produksi yang lebih sederhana namun tetap memenuhi standar dasar CPKB.

Setiap golongan memiliki tingkat persyaratan yang berbeda, sehingga strategi pengurusan juga perlu disesuaikan.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pengurusan CPKB

Banyak perusahaan mengalami kendala karena beberapa kesalahan umum berikut:

  • Tidak memahami standar 12 aspek CPKB
  • Tata letak pabrik tidak sesuai alur produksi
  • Dokumen tidak lengkap atau tidak konsisten
  • Kurang persiapan saat audit BPOM
  • Tidak memahami tindak lanjut CAPA

Kesalahan kecil dapat menyebabkan proses sertifikasi tertunda cukup lama.

Manfaat Menggunakan Biro Jasa Sertifikasi CPKB

Menggunakan biro jasa memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha kosmetik, seperti:

  • Proses lebih cepat dan terarah
  • Mengurangi risiko penolakan BPOM
  • Dokumen tersusun sesuai standar
  • Pendampingan sampai sertifikat terbit
  • Efisiensi waktu dan biaya operasional

Dengan bantuan profesional, perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan pemasaran.

Biro Jasa Sertifikasi CPKB Profesional

Banyak pelaku usaha memilih menggunakan jasa profesional untuk memastikan proses sertifikasi berjalan lancar.

Salah satu layanan yang banyak digunakan adalah PERMATAMAS, yang berpengalaman dalam pengurusan legalitas industri kosmetik dan BPOM.

Layanan yang diberikan mencakup:

  • Penyusunan dokumen CPKB
  • Evaluasi fasilitas produksi
  • Pendampingan audit BPOM
  • Penyelesaian CAPA
  • Monitoring hingga sertifikat terbit

Dengan pengalaman sejak 2011, PERMATAMAS telah membantu banyak pelaku usaha kosmetik dalam mendapatkan sertifikat resmi BPOM.

Pentingnya Sertifikasi CPKB BPOM

Sertifikasi CPKB merupakan syarat penting bagi industri kosmetik sebelum dapat memperoleh izin edar BPOM. Prosesnya melibatkan banyak tahapan mulai dari evaluasi fasilitas, penyusunan dokumen, audit, hingga tindak lanjut perbaikan.

Karena kompleksitas tersebut, banyak pelaku usaha memilih menggunakan biro jasa sertifikasi CPKB agar proses menjadi lebih mudah, cepat, dan sesuai standar.

Dengan pendampingan yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa seluruh persyaratan terpenuhi dan sertifikat CPKB dapat diterbitkan tanpa hambatan berarti, sehingga produk siap bersaing di pasar kosmetik yang semakin kompetitif.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ Biro Jasa Sertifikasi CPKB

1. Apa itu sertifikasi CPKB?
CPKB adalah standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik dari BPOM yang memastikan proses produksi kosmetik aman, higienis, dan sesuai ketentuan.

2. Siapa yang wajib memiliki CPKB?
Semua pelaku usaha kosmetik yang memproduksi produk sendiri wajib memenuhi standar CPKB sebelum mengurus izin edar BPOM.

3. Apa fungsi utama CPKB?
Untuk memastikan fasilitas produksi memenuhi standar mutu dan menjadi syarat utama pengajuan izin edar kosmetik BPOM.

4. Apa saja yang dinilai dalam CPKB?
Mulai dari fasilitas produksi, kebersihan, peralatan, SDM, sistem mutu, hingga dokumentasi produksi.

5. Apakah CPKB wajib sebelum izin edar BPOM?
Ya, CPKB menjadi salah satu dasar utama sebelum produk kosmetik bisa mendapatkan izin edar.

6. Apa itu CAPA dalam audit CPKB?
CAPA adalah tindakan perbaikan dan pencegahan jika ditemukan ketidaksesuaian saat audit BPOM.

7. Berapa lama proses sertifikasi CPKB?
Waktu proses tergantung kesiapan fasilitas dan kelengkapan dokumen perusahaan.

8. Apakah UMKM kosmetik wajib CPKB?
Ya, jika memproduksi kosmetik sendiri, UMKM tetap wajib memenuhi standar CPKB.

9. Apa risiko jika tidak memiliki CPKB?
Produk tidak bisa mendapatkan izin edar BPOM dan tidak boleh dipasarkan secara legal.

10. Apakah PERMATAMAS bisa membantu pengurusan CPKB?
Ya, PERMATAMAS membantu dari penyusunan dokumen, persiapan audit, pendampingan BPOM, hingga sertifikat CPKB terbit.

permatamas

Konsultasi Gratis Sekarang!

Jangan ragu untuk menghubungi kami dan dapatkan konsultasi gratis untuk kebutuhan izin usaha Anda. Permatamas Indonesia, solusi lengkap untuk perizinan dan sertifikasi usaha Anda!

Legalitas Usaha Kami
Akta Pendirian No.15
SK AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
SIUP : 510/PM277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

Alamat Kantor Kami
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Ke. Pejuang,
Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
No Telp :  021-89253417
HP/WA : 085777630555
Email : maspermatha@gmail.com
Website : www.permatamas.co.id

Copyright © 2011 PERMATAMAS INDONESIA – All Rights Reserved
a Support by Dokter Website Indonesia