Jasa Sertifikat CPKB dan Izin Edar BPOM Night Cream

Jasa Sertifikat CPKB dan Izin Edar BPOM Night Cream

Jasa Sertifikat CPKB dan Izin Edar BPOM Night Cream – Bisnis night cream terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan kulit wajah. Namun, sebelum night cream diproduksi dan dipasarkan secara luas, pelaku usaha perlu mempersiapkan berbagai aspek, mulai dari fasilitas produksi, formula, dokumen, proses pengawasan mutu, sampai pemenuhan ketentuan BPOM.

PERMATAMAS menyediakan Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB dan Jasa Pengurusan Izin BPOM untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan produk night cream secara lebih terstruktur. Pendampingan dapat disesuaikan untuk perusahaan yang memiliki fasilitas produksi sendiri maupun pemilik brand yang menggunakan sistem maklon.

Perlu dipahami bahwa secara teknis kosmetik yang akan diedarkan di Indonesia menggunakan mekanisme notifikasi kosmetika BPOM. Karena itu, istilah izin edar BPOM night cream dalam konteks pemasaran perlu dipahami sebagai proses pemenuhan persyaratan dan notifikasi produk kosmetik.

Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB untuk Produk Night Cream

Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB membantu perusahaan mempersiapkan penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik sesuai ruang lingkup kegiatan produksi.

CPKB tidak hanya berkaitan dengan bangunan pabrik. Penerapannya mencakup sistem mutu, personel, fasilitas, peralatan, sanitasi dan higiene, proses produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, penyimpanan, serta aspek lain sesuai ruang lingkup sertifikasi.

Untuk perusahaan yang memproduksi night cream sendiri, kesiapan tersebut penting karena kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh formula, tetapi juga oleh bagaimana bahan diterima, disimpan, ditimbang, diproses, diuji, dikemas, dan dikendalikan selama kegiatan produksi.

Pelaku usaha yang membutuhkan informasi dan pendampingan terkait proses sertifikasi juga dapat memperoleh informasi mengenai layanan Sertifikasi CPKB melalui Layanan Sertifikasi CPKB.

Jasa Pengurusan Izin BPOM Night Cream

Selain kesiapan fasilitas produksi, produk night cream yang akan dipasarkan perlu memenuhi ketentuan kosmetika yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin BPOM membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan produk untuk proses notifikasi kosmetika, termasuk pemeriksaan data produk, komposisi, kemasan, penandaan, dan informasi pendukung lainnya sesuai kebutuhan.

Pengajuan juga perlu dilakukan menggunakan data yang konsisten. Nama produk, komposisi, jenis kemasan, produsen, dan informasi lainnya perlu diperiksa sebelum digunakan dalam proses pengajuan.

Untuk mengakses sistem layanan sertifikasi elektronik BPOM, pelaku usaha dapat menggunakan e-Sertifikasi BPOM sesuai kebutuhan layanan yang tersedia.

Jasa Sertifikat CPKB dan Izin Edar BPOM Night Cream
Jasa Sertifikat CPKB dan Izin Edar BPOM Night Cream

Apa Hubungan CPKB dengan BPOM Night Cream?

CPKB dan BPOM memiliki fungsi yang berbeda meskipun keduanya berkaitan dalam kegiatan industri kosmetik.

CPKB berhubungan dengan penerapan standar pembuatan kosmetik yang baik pada fasilitas produksi. Sementara itu, notifikasi berkaitan dengan produk kosmetik yang akan diedarkan.

Dengan demikian, perusahaan perlu membedakan antara sertifikasi fasilitas atau proses produksi dengan notifikasi produk.

Bagi industri kosmetik yang memproduksi night cream sendiri, kesiapan sistem produksi menjadi bagian penting. Sedangkan bagi pemilik brand yang menggunakan jasa maklon, produksi dapat dilakukan melalui industri kosmetik yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.

Persiapan Fasilitas untuk Produksi Night Cream

Salah satu bagian penting dalam Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB adalah membantu perusahaan memahami kesiapan fasilitas.

Bangunan dan Area Produksi

Area produksi perlu mendukung kegiatan pembuatan kosmetik secara higienis dan terkendali.

Pengaturan ruangan, alur bahan, alur personel, kebersihan area, penyimpanan bahan, serta pengendalian lingkungan perlu diperhatikan sesuai kegiatan perusahaan.

Peralatan Produksi

Night cream biasanya membutuhkan proses pencampuran dan homogenisasi untuk memperoleh karakteristik produk yang sesuai.

Peralatan yang digunakan dapat berupa timbangan, mixing tank, homogenizer, mesin filling, mesin sealing, dan peralatan pendukung lainnya sesuai skala serta proses produksi.

Peralatan juga perlu dikelola melalui prosedur pembersihan, pemeliharaan, dan pencatatan yang sesuai.

Personel dan Tanggung Jawab

Kegiatan produksi kosmetik membutuhkan personel dengan tugas yang jelas.

Pembagian tanggung jawab antara bagian produksi, pengawasan mutu, gudang, dokumentasi, dan fungsi lainnya perlu disusun sesuai kebutuhan perusahaan.

Dokumentasi

Dokumentasi menjadi bagian penting dalam sistem mutu.

Dokumen dapat mencakup prosedur kerja, instruksi produksi, catatan batch, pembersihan peralatan, pengujian, penerimaan bahan, penyimpanan, pengemasan, hingga dokumentasi pengawasan mutu.

Bagaimana Mempersiapkan Formula Night Cream?

Formula merupakan salah satu komponen utama sebelum produk diproduksi secara komersial.

Night cream dapat dikembangkan dengan berbagai karakteristik, misalnya tekstur ringan, cream, gel-cream, rich cream, atau emulsion cream.

Bahan yang digunakan dapat terdiri dari humektan, emolien, bahan pembentuk tekstur, pengawet yang diperbolehkan, bahan aktif kosmetik, pewangi apabila digunakan, dan bahan lain sesuai fungsi produk.

Formula harus diperiksa agar penggunaan bahan dan klaim produk tetap sesuai dengan ketentuan kosmetika.

Selain formula, pelaku usaha perlu memperhatikan spesifikasi bahan baku, kualitas bahan, kompatibilitas formula, stabilitas produk, serta kesesuaian kemasan.

Contoh Produk Night Cream yang Dapat Dipasarkan

Night cream dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis produk sesuai konsep brand dan karakteristik konsumen.

  1. Moisturizing Night Cream – krim malam dengan fokus membantu mempertahankan kelembapan kulit.
  2. Hydrating Night Cream – produk perawatan malam dengan konsep hidrasi kulit.
  3. Brightening Night Cream – produk dengan konsep membantu membuat tampilan kulit lebih cerah.
  4. Anti-Aging Night Cream – krim malam untuk perawatan kulit dengan tanda-tanda penuaan.
  5. Firming Night Cream – produk dengan konsep membantu menjaga tampilan kulit agar terlihat lebih kencang.
  6. Repair Night Cream – produk yang difokuskan pada perawatan dan pemeliharaan kondisi skin barrier.
  7. Whitening Night Cream – produk dengan konsep mencerahkan tampilan kulit sesuai klaim kosmetik yang diperbolehkan.
  8. Sensitive Skin Night Cream – krim malam dengan formulasi yang ditujukan untuk kebutuhan kulit sensitif.
  9. Acne Care Night Cream – produk perawatan malam untuk kulit yang memiliki kecenderungan berjerawat dengan klaim dalam ruang lingkup kosmetik.
  10. Collagen Night Cream – krim malam dengan bahan kosmetik yang digunakan dalam konsep perawatan kulit.
  11. Niacinamide Night Cream – produk dengan niacinamide sebagai salah satu bahan dalam formulasi.
  12. Ceramide Night Cream – produk dengan konsep membantu menjaga kelembapan dan kondisi skin barrier.
  13. Peptide Night Cream – krim malam dengan peptide sebagai salah satu komponen formula.
  14. Aloe Vera Night Cream – produk perawatan malam yang menggunakan aloe vera dalam formulasi.
  15. Retinol Night Cream – produk kosmetik yang menggunakan bahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Nama produk dan klaim tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan penandaan, promosi, dan iklan kosmetik.

Bagaimana Tahapan Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB?

Setiap perusahaan dapat memiliki kondisi awal yang berbeda. Karena itu, persiapan sebaiknya diawali dengan pemeriksaan kondisi perusahaan.

Tahap pendampingan umumnya dapat meliputi:

  1. Konsultasi awal mengenai kegiatan usaha.
  2. Identifikasi ruang lingkup produksi.
  3. Pemeriksaan kesiapan fasilitas.
  4. Identifikasi kebutuhan dokumen.
  5. Penyusunan atau penyesuaian dokumentasi sistem mutu.
  6. Evaluasi proses produksi.
  7. Persiapan personel dan pembagian tanggung jawab.
  8. Pemeriksaan kesiapan peralatan.
  9. Persiapan dokumen pendukung.
  10. Pendampingan pada tahapan sertifikasi sesuai ruang lingkup layanan.

Tujuan pendampingan adalah membantu perusahaan mengetahui kekurangan sejak awal sehingga persiapan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Bagaimana Tahapan Jasa Pengurusan Izin BPOM?

Untuk produk night cream, proses pengurusan perlu memperhatikan data produk secara menyeluruh.

Pelaku usaha perlu menyiapkan informasi terkait perusahaan, produk, komposisi, kemasan, penandaan, dan data lain sesuai persyaratan yang berlaku.

Data tersebut kemudian perlu diperiksa agar konsisten antara dokumen, kemasan, formula, dan informasi yang digunakan dalam proses pengajuan.

Kesalahan sederhana seperti ketidaksesuaian nama produk atau informasi komposisi dapat menimbulkan kendala administratif. Karena itu, pemeriksaan sebelum pengajuan menjadi bagian penting dari proses pendampingan.

Dokumen Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Kebutuhan dokumen dapat berbeda berdasarkan jenis usaha dan jalur pengurusan. Namun, pelaku usaha dapat mempersiapkan beberapa dokumen pendukung seperti:

  • Dokumen perusahaan.
  • Data penanggung jawab.
  • Informasi fasilitas produksi.
  • Formula produk.
  • Komposisi bahan.
  • Spesifikasi bahan baku.
  • Informasi produk jadi.
  • Data kemasan.
  • Dokumen proses produksi.
  • Dokumen pengawasan mutu.
  • Informasi penandaan.
  • Dokumen pendukung lainnya sesuai kebutuhan.

Dokumen sebaiknya disiapkan dengan data yang konsisten untuk mengurangi potensi kesalahan ketika proses pengajuan dilakukan.

Bagaimana Jika Night Cream Menggunakan Sistem Maklon?

Pemilik brand tidak selalu harus membangun fasilitas produksi sendiri.

Sistem maklon memungkinkan pemilik brand bekerja sama dengan industri kosmetik yang memiliki fasilitas produksi sesuai persyaratan.

Dalam skema ini, pemilik brand dapat fokus pada pengembangan konsep produk, brand, kemasan, pemasaran, dan distribusi, sementara kegiatan produksi dilakukan oleh perusahaan yang menjadi mitra maklon.

Meskipun demikian, pemilihan mitra tetap perlu dilakukan dengan cermat. Pelaku usaha perlu memastikan kemampuan fasilitas produksi dan ruang lingkup kegiatan mitra sesuai dengan produk yang akan dibuat.

Persiapan Badan Usaha untuk Bisnis Night Cream

Selain produk, perusahaan juga perlu mempersiapkan struktur badan usaha yang mendukung kegiatan bisnis kosmetik.

Bagi pelaku usaha yang sedang membangun perusahaan baru, pendirian badan usaha dapat dipersiapkan sejak awal agar dokumen perusahaan dapat digunakan secara konsisten untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Informasi mengenai layanan pendirian perusahaan dapat dilihat melalui Jasa Pendirian PT.

Persiapan sejak awal akan membantu pelaku usaha menghindari kondisi ketika produk sudah siap tetapi dokumen perusahaan belum tertata.

Apakah Brand Night Cream Perlu Didaftarkan?

Nama night cream yang digunakan sebagai identitas brand juga perlu diperhatikan.

Pendaftaran merek dapat menjadi bagian dari strategi perlindungan aset brand. Sebelum menggunakannya secara komersial, pelaku usaha dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengurangi risiko menggunakan nama yang memiliki kemiripan dengan pihak lain.

Bagi pelaku usaha yang membutuhkan layanan terkait pendaftaran merek, informasi dapat diperoleh melalui Pendaftaran Merek HAKI.

Perlindungan brand sebaiknya direncanakan bersamaan dengan pengembangan produk, bukan baru dilakukan setelah produk berkembang di pasar.

Bagaimana dengan Sertifikasi Halal Night Cream?

Selain aspek kosmetik dan produksi, pelaku usaha juga dapat mempersiapkan kebutuhan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk produk kosmetik, pemeriksaan dapat berkaitan dengan bahan yang digunakan, proses produksi, fasilitas, serta dokumentasi pendukung.

Pemilihan bahan baku sejak awal menjadi penting karena akan memudahkan proses penelusuran dan dokumentasi ketika perusahaan mempersiapkan sertifikasi.

Informasi mengenai layanan sertifikasi halal kosmetik dapat diperoleh melalui Sertifikasi Halal Kosmetik.

Mengapa Memilih Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB dan Jasa Pengurusan Izin BPOM?

Pengurusan produk kosmetik membutuhkan koordinasi antara berbagai aspek. Dokumen perusahaan harus sesuai dengan kegiatan usaha, fasilitas harus mendukung produksi, formula perlu dipersiapkan, sedangkan data produk harus konsisten untuk kebutuhan notifikasi.

Melalui Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan untuk memahami kesiapan fasilitas dan sistem produksi.

Sementara itu, Jasa Pengurusan Izin BPOM dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan administratif dan data produk untuk proses notifikasi kosmetika.

Pendampingan tidak berarti menjamin produk otomatis disetujui. Pemenuhan persyaratan dan hasil evaluasi tetap mengikuti ketentuan serta mekanisme otoritas yang berwenang.

Layanan PERMATAMAS untuk Produk Night Cream

PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan bisnis kosmetik dari sisi perusahaan, produksi, produk, hingga aspek pendukung lainnya.

Untuk kebutuhan Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB, pendampingan dapat diarahkan pada kesiapan fasilitas, dokumentasi, proses produksi, sistem mutu, dan ruang lingkup sertifikasi.

Untuk kebutuhan Jasa Pengurusan Izin BPOM, pendampingan dapat diarahkan pada pemeriksaan dan persiapan data produk, komposisi, kemasan, penandaan, serta kebutuhan pengajuan sesuai ketentuan.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, pelaku usaha dapat mengurangi risiko dokumen tidak sinkron dan lebih mudah mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki.

Kesimpulan

Jasa Sertifikat CPKB dan Izin Edar BPOM Night Cream merupakan layanan pendampingan yang dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan produksi dan pemasaran produk kosmetik secara lebih terstruktur.

Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB berfokus pada kesiapan penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik sesuai ruang lingkup kegiatan perusahaan. Sementara Jasa Pengurusan Izin BPOM membantu persiapan produk untuk memenuhi mekanisme notifikasi kosmetika sesuai ketentuan.

Mulai dari badan usaha, fasilitas, peralatan, personel, formula, dokumentasi, kemasan, penandaan, hingga brand dan sertifikasi halal dapat dipersiapkan secara terpadu.

Bagi Anda yang sedang mengembangkan night cream baru atau ingin membawa produk existing ke pasar secara lebih tertata, PERMATAMAS siap membantu memetakan kebutuhan pengurusan sesuai kondisi usaha dan produk Anda.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ Jasa Sertifikat CPKB dan Izin Edar BPOM Night Cream

1. Apa itu Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB night cream?

Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB merupakan layanan pendampingan untuk membantu perusahaan mempersiapkan penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik sesuai ruang lingkup kegiatan produksinya.

2. Apa itu Jasa Pengurusan Izin BPOM night cream?

Jasa Pengurusan Izin BPOM merupakan pendampingan dalam mempersiapkan kebutuhan produk kosmetik untuk proses notifikasi sesuai persyaratan BPOM.

3. Apakah CPKB sama dengan notifikasi BPOM?

Tidak. CPKB berkaitan dengan penerapan standar produksi kosmetik, sedangkan notifikasi berkaitan dengan produk kosmetik yang akan diedarkan.

4. Apakah night cream wajib dinotifikasi BPOM?

Produk kosmetik yang akan diedarkan di Indonesia perlu memenuhi ketentuan notifikasi kosmetika sesuai peraturan yang berlaku.

5. Apakah pemilik brand night cream harus mempunyai pabrik sendiri?

Tidak. Pemilik brand dapat menggunakan sistem maklon dengan industri kosmetik yang memenuhi persyaratan produksi sesuai ketentuan.

6. Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk CPKB night cream?

Persiapan dapat mencakup fasilitas, peralatan, personel, sanitasi dan higiene, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, penyimpanan, serta aspek lainnya sesuai ruang lingkup sertifikasi.

7. Apa saja contoh produk night cream yang dapat dikembangkan?

Contohnya moisturizing night cream, hydrating night cream, brightening night cream, anti-aging night cream, firming night cream, repair night cream, ceramide night cream, peptide night cream, dan jenis lainnya sesuai konsep formula.

8. Apakah formula night cream harus diperiksa sebelum pengajuan?

Ya. Formula dan data bahan perlu dipersiapkan serta diperiksa agar sesuai dengan ketentuan kosmetika yang berlaku dan konsisten dengan informasi produk.

9. Apakah nama brand night cream perlu didaftarkan?

Pendaftaran merek dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari perlindungan identitas brand dan aset usaha.

10. Apakah PERMATAMAS melayani Jasa Pengurusan Sertifikasi CPKB dan Jasa Pengurusan Izin BPOM?

PERMATAMAS menyediakan pendampingan sesuai kebutuhan dan ruang lingkup layanan, termasuk persiapan CPKB dan kebutuhan pengajuan produk kosmetik.

Pahami PerBPOM No. 8/2026: Cara Mudah Urus Sertifikasi CPKB Kosmetik Bersama Permatamas

Pahami PerBPOM No. 8/2026: Cara Mudah Urus Sertifikasi CPKB Kosmetik Bersama Permatamas

Pahami PerBPOM No. 8/2026: Cara Mudah Urus Sertifikasi CPKB Kosmetik Bersama Permatamas – Industri kosmetik Indonesia terus berkembang, sehingga pelaku usaha perlu memastikan fasilitas produksinya memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan pemerintah. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).

Pada 21 April 2026, BPOM menetapkan Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Peraturan ini kemudian diundangkan pada 29 April 2026 dan berstatus berlaku. PerBPOM No. 8 Tahun 2026 juga mencabut PerBPOM No. 33 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik.

Melalui regulasi terbaru ini, BPOM melakukan sejumlah penyederhanaan proses sertifikasi sekaligus memperjelas ketentuan bagi industri kosmetik. Salah satu perubahan yang banyak diperhatikan pelaku usaha adalah penghapusan persetujuan denah bangunan kosmetik serta penggunaan mekanisme clock on dan clock off dalam perhitungan timeline layanan sertifikasi. (Pom.go.id)

Bagi pemilik fasilitas produksi kosmetik yang ingin memahami aturan baru sekaligus mempersiapkan sertifikasi CPKB, PERMATAMAS dapat membantu proses persiapan secara lebih terarah.

Apa Itu PerBPOM No. 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi CPKB?

PerBPOM No. 8 Tahun 2026 menjadi regulasi terbaru yang mengatur sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Aturan ini penting dipahami oleh industri kosmetik maupun pelaku usaha yang sedang mempersiapkan fasilitas produksinya.

  1. Mengatur sertifikasi CPKB untuk industri kosmetik.
  2. Menetapkan persyaratan dan tata cara sertifikasi yang harus dipenuhi.
  3. Mengatur dokumen penerapan sistem mutu CPKB sebagai bagian dari persyaratan.
  4. Memuat ketentuan sanksi dan peralihan bagi pelaku usaha.
  5. Memberikan penyederhanaan proses layanan agar sertifikasi lebih transparan dan efisien.

BPOM menyebut PerBPOM 8/2026 ditujukan untuk memberikan panduan yang lebih jelas dan praktis sekaligus mendukung kemudahan berusaha tanpa mengurangi standar keamanan dan mutu kosmetik.

Informasi resmi mengenai regulasi dan penjelasannya dapat dipelajari melalui PerBPOM No. 8 Tahun 2026.

Perubahan Penting dalam PerBPOM 8 Tahun 2026

Peraturan baru ini membawa beberapa perubahan yang perlu diperhatikan oleh pelaku industri kosmetik. Memahami perubahan sejak awal akan membantu perusahaan menyesuaikan sistem internalnya.

  • Persetujuan denah bangunan kosmetik dihapus sebagai mekanisme persetujuan tersendiri.
  • Timeline layanan sertifikasi menggunakan satu mekanisme perhitungan clock on dan clock off.
  • Kriteria industri kosmetik golongan A dan B diperjelas dalam regulasi.
  • Fasilitas dengan sertifikat pemenuhan aspek CPKB memiliki ketentuan terkait penerimaan kontrak produksi.
  • Penggunaan fasilitas produksi kosmetik bersama PKRT atau Obat Kuasi telah diakomodasi melalui mekanisme persetujuan tertentu.

Meskipun persetujuan denah bangunan dihapus, BPOM menjelaskan bahwa denah tetap termasuk aspek yang dievaluasi dalam pemenuhan CPKB, khususnya dari aspek bangunan.

Pahami PerBPOM No. 8/2026: Cara Mudah Urus Sertifikasi CPKB Kosmetik Bersama Permatamas
Pahami PerBPOM No. 8/2026: Cara Mudah Urus Sertifikasi CPKB Kosmetik Bersama Permatamas

Siapa yang Perlu Memperhatikan Sertifikasi CPKB?

Sertifikasi CPKB berkaitan erat dengan fasilitas dan kegiatan produksi kosmetik. Karena itu, pelaku usaha yang ingin membangun atau mengembangkan fasilitas produksi perlu memahami persyaratannya sejak tahap perencanaan.

  1. Industri kosmetik yang memiliki fasilitas produksi sendiri.
  2. Pelaku usaha yang sedang mempersiapkan fasilitas manufaktur kosmetik.
  3. Perusahaan yang melakukan pengembangan atau penyesuaian fasilitas produksi.
  4. Industri yang perlu memperbarui sertifikat CPKB atau sertifikat pemenuhan aspek CPKB.
  5. Pelaku usaha yang membutuhkan konsultasi mengenai penerapan sistem mutu CPKB.

Pemahaman sejak awal penting agar pembangunan, penataan fasilitas, dokumentasi, dan sistem mutu dapat disiapkan secara terintegrasi.

Dokumen dan Persiapan Sertifikasi CPKB

Sertifikasi CPKB tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan. Sistem mutu dan dokumentasi juga menjadi bagian penting dalam proses pemenuhan persyaratan.

  • Dokumen penerapan sistem mutu CPKB.
  • Informasi dan dokumen fasilitas produksi.
  • Dokumentasi mengenai proses produksi.
  • Sistem pengawasan dan pengendalian mutu.
  • Dokumen pendukung lain sesuai persyaratan sertifikasi.

PerBPOM 8/2026 secara khusus memuat lampiran yang mencakup format sertifikat, formulir permohonan, serta daftar dokumen penerapan sistem mutu CPKB. (Pom.go.id)

Karena kebutuhan dokumen cukup spesifik, pemeriksaan awal sangat penting sebelum perusahaan mengajukan permohonan.

Tahapan Mengurus Sertifikasi CPKB Kosmetik

Pelaku usaha sebaiknya tidak langsung mengajukan sertifikasi tanpa melakukan pemeriksaan internal. Persiapan yang terstruktur dapat membantu perusahaan menemukan kekurangan sebelum masuk ke proses resmi.

  1. Konsultasi dan identifikasi fasilitas untuk memahami kondisi perusahaan.
  2. Gap assessment terhadap penerapan CPKB yang telah berjalan.
  3. Persiapan dokumen dan sistem mutu sesuai kebutuhan.
  4. Pengajuan permohonan sertifikasi melalui mekanisme yang ditetapkan BPOM.
  5. Pemenuhan proses evaluasi dan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.

PERMATAMAS dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan tahapan tersebut agar perusahaan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan sertifikasi.

Untuk kebutuhan informasi dan layanan resmi terkait registrasi produk kosmetik, pelaku usaha juga dapat mengakses Registrasi BPOM sebagai bagian dari proses memahami sistem registrasi BPOM.

Hubungan CPKB dengan Izin Edar Kosmetik

CPKB dan izin edar atau notifikasi kosmetik merupakan dua aspek yang berbeda, tetapi sama-sama penting dalam ekosistem kepatuhan industri kosmetik.

  • CPKB berkaitan dengan proses dan fasilitas produksi kosmetik.
  • Notifikasi berkaitan dengan produk kosmetik yang akan diedarkan.
  • Fasilitas produksi perlu memperhatikan standar yang ditetapkan.
  • Produk perlu dipersiapkan dengan data yang sesuai.
  • Keduanya sebaiknya direncanakan sejak awal oleh pelaku usaha.

Dengan memahami perbedaan tersebut, pemilik brand tidak akan menganggap sertifikasi CPKB sebagai pengganti proses notifikasi produk.

Untuk kebutuhan pendampingan terkait proses produk kosmetik, informasi mengenai Izin Edar Kosmetik dapat menjadi referensi tambahan bagi pemilik usaha.

Mengapa Perlu Pendampingan CPKB Bersama PERMATAMAS?

Perubahan regulasi dapat membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan pemahaman dan dokumen internal. Pendampingan dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan sebelum mengajukan sertifikasi.

  1. Membantu memahami regulasi terbaru.
  2. Membantu melakukan pemeriksaan kesiapan fasilitas.
  3. Membantu mengidentifikasi dokumen yang diperlukan.
  4. Membantu menata persiapan sistem mutu CPKB.
  5. Memberikan arahan berdasarkan kondisi fasilitas dan kebutuhan usaha.

PERMATAMAS dapat menjadi mitra konsultasi bagi perusahaan yang ingin mempersiapkan sertifikasi CPKB dengan pendekatan yang lebih sistematis.

Kapan Sebaiknya Mengajukan Pembaruan Sertifikat CPKB?

Pelaku usaha yang telah memiliki sertifikat juga perlu memperhatikan masa berlaku dan ketentuan pembaruan. PerBPOM 8/2026 menetapkan bahwa permohonan pembaruan dapat diajukan paling cepat 6 bulan atau paling lambat sebelum masa berlaku sertifikat CPKB atau sertifikat pemenuhan aspek CPKB berakhir.

  • Periksa tanggal berakhir sertifikat.
  • Evaluasi penerapan CPKB secara internal.
  • Identifikasi perubahan fasilitas atau sistem.
  • Siapkan dokumen pembaruan.
  • Jangan menunggu sampai mendekati batas waktu tanpa persiapan.

Perencanaan lebih awal membantu perusahaan memiliki waktu untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan.

Ketentuan Sanksi dalam PerBPOM No. 8 Tahun 2026

Pelaku usaha juga perlu memahami bahwa regulasi baru tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga memperkuat aspek kepatuhan. BPOM mencantumkan sejumlah sanksi bagi pelanggaran ketentuan.

  1. Penutupan sementara akses elektronik untuk pengajuan notifikasi.
  2. Penutupan sementara akses pengajuan sertifikat CPKB atau sertifikat pemenuhan aspek CPKB.
  3. Penutupan sementara dapat berlangsung paling lama 1 tahun.
  4. Sertifikat CPKB dapat dibekukan dalam kondisi pelanggaran tertentu.
  5. Pelaku usaha perlu menjaga kepatuhan setelah sertifikat diperoleh.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari sistem pengawasan terhadap keamanan dan mutu kosmetik. (Pom.go.id)

Persiapan Bisnis Kosmetik Sebelum Produksi

Selain CPKB, pemilik usaha juga perlu mempersiapkan aspek bisnis lain agar operasional dapat berjalan lebih profesional.

  • Menyiapkan badan usaha.
  • Mempersiapkan fasilitas produksi.
  • Menata dokumen produk.
  • Menentukan strategi perlindungan brand.
  • Mempersiapkan kebutuhan halal dan regulasi lainnya.

Bagi pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan untuk membangun badan usaha, Jasa Pendirian PT dapat menjadi salah satu bagian dari persiapan bisnis kosmetik.

Dengan struktur perusahaan yang jelas, pelaku usaha dapat lebih siap melakukan kerja sama manufaktur, distribusi, pengembangan produk, dan aktivitas komersial lainnya.

Perlindungan Merek dan Sertifikasi Halal Kosmetik

Legalitas bisnis kosmetik tidak berhenti pada CPKB. Pemilik brand juga perlu memikirkan perlindungan identitas merek dan aspek halal sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

  1. Tentukan identitas brand sejak awal.
  2. Pertimbangkan perlindungan nama dan identitas merek.
  3. Identifikasi bahan yang digunakan dalam kosmetik.
  4. Persiapkan dokumen terkait bahan dan proses produksi.
  5. Pertimbangkan sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi kepatuhan.

Untuk perlindungan brand, pemilik usaha dapat mempertimbangkan Jasa Daftar Merek.

Sementara itu, bagi perusahaan yang ingin mempersiapkan sertifikasi halal untuk produk kosmetik, Sertifikasi Halal Kosmetik dapat menjadi bagian dari rangkaian persiapan legalitas produk.

Jasa Sertifikasi CPKB Kosmetik Bersama PERMATAMAS

Menghadapi perubahan regulasi membutuhkan pemahaman yang tepat agar perusahaan tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi juga benar-benar mempersiapkan sistem produksi sesuai standar yang berlaku.

PERMATAMAS membantu pelaku usaha memahami kebutuhan sertifikasi, melakukan persiapan dokumen, mengidentifikasi aspek fasilitas yang perlu diperhatikan, serta mengarahkan proses sesuai ruang lingkup layanan.

Bagi perusahaan yang membutuhkan pendampingan khusus, Jasa Sertifikasi CPKB dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu proses persiapan sertifikasi CPKB.

Kesimpulan

PerBPOM No. 8 Tahun 2026 merupakan regulasi penting bagi industri kosmetik karena memperbarui ketentuan sertifikasi CPKB dan menggantikan PerBPOM No. 33 Tahun 2021. Regulasi ini membawa sejumlah penyederhanaan, termasuk penghapusan persetujuan denah bangunan sebagai mekanisme tersendiri dan penggunaan mekanisme clock on-clock off dalam layanan sertifikasi.

Lima langkah penting yang sebaiknya dilakukan pelaku usaha adalah:

  1. Pahami ketentuan PerBPOM 8/2026.
  2. Evaluasi kondisi fasilitas dan penerapan CPKB.
  3. Siapkan dokumen sistem mutu secara lengkap.
  4. Pastikan proses pengajuan dilakukan sesuai mekanisme resmi.
  5. Gunakan pendampingan profesional jika membutuhkan arahan.

Dengan memahami aturan terbaru sejak awal, pelaku usaha dapat mempersiapkan fasilitas dan sistem mutu secara lebih terarah.

PERMATAMAS siap membantu pelaku usaha kosmetik memahami dan mempersiapkan kebutuhan sertifikasi CPKB berdasarkan kondisi fasilitas dan kebutuhan bisnis. Konsultasikan persiapan CPKB Anda sejak awal agar proses lebih terstruktur, efisien, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ – Pahami PerBPOM No. 8/2026

1. Apa itu PerBPOM No. 8 Tahun 2026?

PerBPOM No. 8 Tahun 2026 adalah peraturan BPOM yang mengatur Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dan menjadi regulasi terbaru yang menggantikan PerBPOM No. 33 Tahun 2021.

2. Apa yang diatur dalam PerBPOM No. 8 Tahun 2026?

Peraturan ini mengatur antara lain persyaratan, tata cara sertifikasi CPKB, dokumen penerapan sistem mutu, evaluasi, sertifikat, pembinaan, serta ketentuan terkait pengawasan dan sanksi.

3. Apakah persetujuan denah bangunan masih diperlukan?

PerBPOM No. 8 Tahun 2026 menghapus persetujuan denah bangunan sebagai mekanisme persetujuan tersendiri. Namun, aspek bangunan dan denah tetap menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan persyaratan CPKB.

4. Siapa yang perlu mengurus sertifikasi CPKB?

Sertifikasi CPKB perlu diperhatikan oleh industri kosmetik yang memiliki atau akan menjalankan fasilitas produksi kosmetik, termasuk pelaku usaha yang sedang mempersiapkan fasilitas manufaktur kosmetik.

5. Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk sertifikasi CPKB?

Persiapan dapat mencakup fasilitas produksi, dokumen penerapan sistem mutu CPKB, dokumentasi proses produksi, sistem pengawasan mutu, serta dokumen administratif yang dipersyaratkan.

6. Apakah PERMATAMAS bisa membantu persiapan sertifikasi CPKB?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu pelaku usaha memahami kebutuhan sertifikasi, melakukan persiapan dokumen, mengevaluasi kesiapan fasilitas, serta memberikan pendampingan sesuai ruang lingkup layanan.

7. Apakah sertifikasi CPKB sama dengan izin edar kosmetik?

Tidak. Sertifikasi CPKB berkaitan dengan fasilitas dan penerapan cara pembuatan kosmetik yang baik, sedangkan izin edar atau notifikasi berkaitan dengan produk kosmetik yang akan diedarkan.

8. Kapan pembaruan sertifikat CPKB perlu dipersiapkan?

Pembaruan sebaiknya dipersiapkan sebelum masa berlaku sertifikat berakhir. Perusahaan perlu memeriksa ketentuan dan batas waktu pengajuan sesuai PerBPOM No. 8 Tahun 2026 agar tidak terlambat.

9. Apakah perubahan regulasi CPKB memengaruhi industri kosmetik?

Ya. Pelaku usaha perlu memahami ketentuan terbaru dan menyesuaikan proses internal, dokumen, serta sistem mutu apabila terdapat persyaratan yang perlu diperbarui.

10. Mengapa menggunakan jasa sertifikasi CPKB bersama PERMATAMAS?

Pendampingan PERMATAMAS dapat membantu perusahaan memahami regulasi terbaru, mengidentifikasi kebutuhan dokumen, mempersiapkan fasilitas dan sistem mutu, serta membuat proses persiapan sertifikasi CPKB menjadi lebih terarah.

Jasa Pendaftaran Hak Cipta
Jasa Pendaftaran Hak Cipta

12 Aspek CPKB Terbaru BPOM yang Wajib Dipenuhi Pabrik Kosmetik

12 Aspek CPKB Terbaru BPOM yang Wajib Dipenuhi Pabrik Kosmetik – Industri kosmetik yang ingin memproduksi dan mengedarkan produk secara legal wajib memastikan seluruh proses produksinya memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB). Standar ini menjadi pedoman utama yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin kosmetik yang diproduksi memiliki kualitas, keamanan, dan konsistensi yang sesuai ketentuan.

Penerapan 12 aspek CPKB menjadi bagian penting bagi pabrik kosmetik, baik industri skala besar maupun usaha kosmetik yang sedang berkembang. Pemenuhan aspek tersebut menjadi dasar dalam pengajuan Sertifikat CPKB maupun SPA CPKB sebagai bukti bahwa fasilitas produksi telah menerapkan sistem produksi kosmetik yang memenuhi standar.

Melalui Jasa Sertifikasi CPKB BPOM, pelaku usaha kosmetik dapat memperoleh pendampingan dalam mempersiapkan dokumen, memperbaiki sistem produksi, hingga menghadapi proses audit BPOM. Dengan persiapan yang tepat, peluang mendapatkan sertifikasi menjadi lebih besar dan proses pengurusan dapat berjalan lebih efektif.

Apa Itu 12 Aspek CPKB BPOM?

12 Aspek CPKB adalah standar utama yang harus diterapkan oleh industri kosmetik agar proses pembuatan produk berjalan secara konsisten, higienis, dan terkendali. Setiap aspek memiliki fungsi masing-masing untuk memastikan kualitas produk mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk jadi.

Penerapan CPKB bukan hanya berkaitan dengan kebersihan pabrik, tetapi juga mencakup sistem manajemen, sumber daya manusia, dokumentasi, pengawasan mutu, hingga pengendalian risiko produksi.

Beberapa tujuan utama penerapan CPKB yaitu:

  1. Menjamin keamanan produk kosmetik bagi konsumen.
  2. Menjaga kualitas produk tetap konsisten.
  3. Mencegah risiko kontaminasi selama produksi.
  4. Memenuhi persyaratan legalitas kosmetik BPOM.

Dengan memenuhi seluruh aspek tersebut, perusahaan dapat mengajukan sertifikasi sebagai bukti bahwa fasilitas produksinya telah sesuai standar industri kosmetik.

Aspek 1: Sistem Manajemen Mutu

Sistem Manajemen Mutu merupakan dasar utama dalam penerapan CPKB. Aspek ini mengatur bagaimana perusahaan membuat kebijakan, prosedur, dan sistem pengendalian mutu agar seluruh proses produksi berjalan sesuai standar.

Pabrik kosmetik harus memiliki sistem yang mampu memastikan setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama dari satu batch ke batch berikutnya.

Hal penting dalam sistem manajemen mutu meliputi:

  1. Penyusunan standar operasional prosedur (SOP).
  2. Pengendalian proses produksi.
  3. Evaluasi dan peningkatan mutu secara berkala.
  4. Pengelolaan risiko terhadap kualitas produk.

Sistem mutu yang baik membantu perusahaan menjaga kepercayaan konsumen dan memenuhi persyaratan audit BPOM.

Aspek 2: Personalia

Sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penerapan CPKB. Setiap tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi harus memiliki kemampuan dan pemahaman mengenai standar pembuatan kosmetik.

Perusahaan wajib memastikan bahwa personel mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan tanggung jawabnya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam aspek personalia yaitu:

  1. Memiliki tenaga kerja yang kompeten.
  2. Menyediakan pelatihan secara rutin.
  3. Menunjuk penanggung jawab teknis sesuai ketentuan.
  4. Memastikan pekerja memahami prosedur kerja.

Personel yang terlatih akan membantu mengurangi kesalahan produksi dan menjaga kualitas produk kosmetik.

Aspek 3: Bangunan dan Fasilitas

Bangunan pabrik kosmetik harus dirancang dengan memperhatikan alur produksi agar risiko pencemaran dan kontaminasi silang dapat diminimalkan.

Area produksi, penyimpanan bahan, pengemasan, dan pengawasan mutu harus memiliki tata letak yang mendukung proses kerja yang aman.

Persyaratan fasilitas meliputi:

  1. Ruang produksi sesuai standar.
  2. Area penyimpanan yang memadai.
  3. Sistem kebersihan lingkungan.
  4. Pengaturan alur bahan dan produk.

Fasilitas yang sesuai CPKB akan membantu menjaga keamanan produk sejak proses awal hingga produk siap dipasarkan.

Aspek 4: Peralatan Produksi

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kosmetik harus memenuhi standar keamanan dan kebersihan. Mesin produksi wajib dirawat secara berkala agar tetap berfungsi dengan baik.

Peralatan yang digunakan harus mudah dibersihkan dan tidak menyebabkan pencemaran terhadap produk.

Hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Pemilihan mesin sesuai kebutuhan produksi.
  2. Perawatan dan pemeliharaan rutin.
  3. Kalibrasi alat ukur.
  4. Kebersihan peralatan sebelum digunakan.

Pengelolaan peralatan yang baik membantu menjaga konsistensi mutu kosmetik.

12 Aspek CPKB Terbaru BPOM yang Wajib Dipenuhi Pabrik Kosmetik
12 Aspek CPKB Terbaru BPOM yang Wajib Dipenuhi Pabrik Kosmetik

Aspek 5: Sanitasi dan Higiene

Sanitasi dan higiene bertujuan memastikan lingkungan produksi tetap bersih dan bebas dari faktor yang dapat menyebabkan kontaminasi.

Aspek ini mencakup kebersihan ruangan, mesin, bahan, serta tenaga kerja yang terlibat dalam produksi.

Penerapan sanitasi meliputi:

  1. Program kebersihan area produksi.
  2. Penggunaan perlengkapan kerja sesuai standar.
  3. Pengendalian kebersihan peralatan.
  4. Pencegahan kontaminasi silang.

Standar higiene yang baik menjadi salah satu poin penting dalam pemeriksaan BPOM.

Aspek 6: Produksi

Proses produksi kosmetik harus dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan. Setiap tahapan mulai dari pencampuran bahan hingga pengemasan harus dikendalikan dengan baik.

Tujuannya adalah memastikan setiap produk memiliki kualitas yang stabil.

Dalam proses produksi perlu diperhatikan:

  1. Penggunaan bahan sesuai formula.
  2. Prosedur kerja yang terdokumentasi.
  3. Pengawasan setiap tahapan produksi.
  4. Validasi proses produksi.

Produksi yang terkendali menjadi kunci menghasilkan kosmetik yang aman dan berkualitas.

Aspek 7: Pengawasan Mutu (Quality Control)

Pengawasan mutu bertugas memastikan bahan baku, proses produksi, dan produk akhir memenuhi standar kualitas.

Setiap produk harus melalui pemeriksaan sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Pengawasan mutu meliputi:

  1. Pemeriksaan bahan baku.
  2. Pengujian produk antara.
  3. Pemeriksaan produk jadi.
  4. Evaluasi hasil produksi.

Dengan sistem Quality Control yang baik, perusahaan dapat mencegah produk yang tidak sesuai standar beredar di pasaran.

Aspek 8: Dokumentasi

Dokumentasi menjadi bagian penting dalam penerapan CPKB karena seluruh aktivitas produksi harus dapat ditelusuri.

Catatan produksi membantu perusahaan mengetahui riwayat suatu produk apabila terjadi kendala.

Dokumen yang perlu dikelola antara lain:

  1. Catatan bahan baku.
  2. Dokumen proses produksi.
  3. Hasil pengujian mutu.
  4. Catatan distribusi produk.

Dokumentasi yang lengkap menjadi bukti bahwa perusahaan menjalankan proses sesuai standar.

Aspek 9: Produksi dan Analisis Berdasarkan Kontrak

Apabila perusahaan menggunakan jasa pihak lain untuk produksi atau pengujian, maka harus terdapat pengaturan resmi melalui kontrak.

Kerja sama tersebut harus memastikan pihak ketiga tetap menerapkan standar CPKB.

Hal yang perlu diperhatikan:

  1. Perjanjian kerja sama tertulis.
  2. Pembagian tanggung jawab yang jelas.
  3. Standar mutu yang harus dipenuhi.
  4. Pengawasan terhadap pihak kontraktor.

Aspek ini penting terutama bagi perusahaan yang menggunakan sistem maklon kosmetik.

Aspek 10: Penanganan Keluhan dan Penarikan Produk

Pabrik kosmetik harus memiliki sistem untuk menangani keluhan konsumen dan melakukan tindakan apabila ditemukan masalah pada produk.

Perusahaan wajib memiliki prosedur penanganan agar risiko terhadap konsumen dapat diminimalkan.

Sistem ini mencakup:

  1. Penerimaan dan pencatatan keluhan.
  2. Investigasi penyebab masalah.
  3. Tindakan perbaikan.
  4. Proses penarikan produk bila diperlukan.

Aspek 11: Audit Internal

Audit internal dilakukan untuk mengevaluasi apakah seluruh penerapan CPKB sudah berjalan sesuai standar.

Melalui audit ini, perusahaan dapat menemukan kekurangan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BPOM.

Audit internal meliputi:

  1. Pemeriksaan sistem kerja.
  2. Evaluasi dokumen.
  3. Pemeriksaan fasilitas.
  4. Rencana perbaikan.

Audit berkala membantu perusahaan mempertahankan standar produksi kosmetik.

Aspek 12: Penyimpanan

Penyimpanan bahan baku dan produk jadi harus dilakukan dengan kondisi yang sesuai agar kualitas tetap terjaga.

Gudang harus memiliki sistem pengaturan yang mencegah kerusakan atau kontaminasi.

Hal penting dalam penyimpanan yaitu:

  1. Pengaturan suhu dan kondisi ruangan.
  2. Pemisahan bahan sesuai kategori.
  3. Sistem pencatatan stok.
  4. Perlindungan produk dari kerusakan.

Pengelolaan gudang yang baik mendukung kualitas produk hingga sampai ke konsumen.

Proses Mendapatkan Sertifikat CPKB BPOM

Untuk mendapatkan Sertifikat CPKB atau SPA CPKB, perusahaan harus memastikan seluruh aspek telah diterapkan dan siap dilakukan pemeriksaan oleh BPOM.

Tahapan umumnya meliputi:

  1. Evaluasi kesiapan fasilitas produksi.
  2. Penyusunan dokumen CPKB.
  3. Pengajuan sertifikasi melalui sistem BPOM.
  4. Pemeriksaan atau audit fasilitas.
  5. Perbaikan jika terdapat temuan.
  6. Penerbitan sertifikat.

Persiapan yang matang akan membantu mempercepat proses sertifikasi.

Jasa Sertifikasi CPKB BPOM PERMATAMAS

PERMATAMAS membantu industri kosmetik dalam proses pengurusan Sertifikat CPKB dan SPA CPKB BPOM secara profesional.

Pendampingan dilakukan mulai dari persiapan dokumen, evaluasi fasilitas, penyusunan sistem mutu, hingga pendampingan menghadapi audit BPOM.

Dengan pengalaman membantu legalitas produk, PERMATAMAS memberikan solusi bagi perusahaan kosmetik yang ingin memenuhi standar produksi sesuai regulasi.

Kesimpulan

Pemenuhan 12 aspek CPKB merupakan kewajiban penting bagi pabrik kosmetik yang ingin mendapatkan legalitas produksi dan memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Mulai dari sistem mutu, personalia, fasilitas, produksi, dokumentasi hingga penyimpanan harus diterapkan secara konsisten agar memenuhi standar BPOM.

Menggunakan Jasa Sertifikasi CPKB BPOM dari PERMATAMAS dapat membantu perusahaan mempersiapkan seluruh kebutuhan sertifikasi dengan lebih mudah dan terarah.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ 12 Aspek CPKB BPOM

1. Apa itu 12 aspek CPKB BPOM?

12 aspek CPKB BPOM adalah standar yang mengatur seluruh proses pembuatan kosmetik agar memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan kualitas sesuai ketentuan BPOM.

2. Apakah semua pabrik kosmetik wajib menerapkan CPKB?

Ya, setiap industri kosmetik yang memproduksi produk kosmetik wajib menerapkan standar CPKB.

3. Apa fungsi Sertifikat CPKB bagi industri kosmetik?

Sertifikat CPKB menjadi bukti bahwa fasilitas produksi telah memenuhi standar pembuatan kosmetik yang baik.

4. Apa perbedaan CPKB dan SPA CPKB?

CPKB merupakan sertifikasi penerapan standar secara menyeluruh, sedangkan SPA CPKB merupakan bukti pemenuhan aspek CPKB secara bertahap.

5. Apakah CPKB menjadi syarat izin edar kosmetik BPOM?

Ya, penerapan CPKB menjadi salah satu persyaratan penting dalam proses legalitas produk kosmetik.

6. Berapa lama proses pengurusan Sertifikat CPKB?

Lama proses tergantung kesiapan dokumen, fasilitas, dan hasil pemeriksaan BPOM.

7. Apa saja yang diperiksa BPOM saat audit CPKB?

BPOM akan memeriksa fasilitas, dokumen, sistem mutu, proses produksi, sanitasi, dan aspek lain sesuai standar CPKB.

8. Apakah perusahaan maklon kosmetik wajib memiliki CPKB?

Ya, industri kosmetik yang melakukan produksi maklon harus memenuhi standar CPKB sesuai ketentuan.

9. Apa risiko jika pabrik kosmetik tidak menerapkan CPKB?

Risikonya adalah produk tidak dapat memenuhi persyaratan legalitas dan berpotensi mengalami kendala dalam proses izin edar.

10. Mengapa menggunakan jasa sertifikasi CPKB BPOM?

Karena jasa pendamping membantu menyiapkan dokumen, sistem CPKB, dan persiapan audit agar proses sertifikasi berjalan lebih efektif.

permatamas

Konsultasi Gratis Sekarang!

Jangan ragu untuk menghubungi kami dan dapatkan konsultasi gratis untuk kebutuhan izin usaha Anda. Permatamas Indonesia, solusi lengkap untuk perizinan dan sertifikasi usaha Anda!

Legalitas Usaha Kami
Akta Pendirian No.15
SK AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
SIUP : 510/PM277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

Alamat Kantor Kami
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Ke. Pejuang,
Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
No Telp :  021-89253417
HP/WA : 085777630555
Email : maspermatha@gmail.com
Website : www.permatamas.co.id

Copyright © 2011 PERMATAMAS INDONESIA – All Rights Reserved
a Support by Dokter Website Indonesia