Layanan Pengurusan CPKB & BPOM Kosmetik Sabun Mandi Cair Terpercaya – Memulai bisnis sabun mandi cair dan produk kosmetik bukan hanya soal membuat formula, memilih kemasan, lalu memasarkannya. Sebelum produk beredar secara luas, pelaku usaha perlu memastikan aspek legalitas, keamanan, mutu, fasilitas produksi, dokumentasi, dan persyaratan kosmetika telah dipersiapkan dengan baik.
Bagi pemilik brand baru, proses tersebut terkadang terasa rumit karena terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan. Mulai dari legalitas perusahaan, formula produk, bahan baku, fasilitas produksi, penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), sampai proses notifikasi kosmetika.
PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan CPKB dan BPOM kosmetik sabun mandi cair, termasuk pemetaan awal produk, persiapan dokumen, pendampingan pemenuhan persyaratan, hingga proses regulasi kosmetika sesuai kebutuhan usaha.
Apa Itu CPKB dan Mengapa Penting untuk Produk Kosmetik?
CPKB atau Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik merupakan pedoman yang berkaitan dengan proses pembuatan kosmetik agar produk dihasilkan secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.
Aspek CPKB tidak hanya berbicara mengenai hasil akhir produk. Di dalamnya terdapat berbagai komponen yang berkaitan dengan proses produksi, seperti sistem manajemen mutu, personel, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, penyimpanan, serta penanganan keluhan dan penarikan produk.
Untuk pelaku usaha yang ingin mengembangkan sabun mandi cair secara serius, memahami CPKB sejak awal sangat penting. Persiapan yang dilakukan sebelum produksi dapat membantu mengurangi risiko perubahan dokumen, fasilitas, atau prosedur ketika proses regulasi sudah berjalan.
Pada 2026, BPOM menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik, yang berstatus berlaku dan mencabut PerBPOM Nomor 33 Tahun 2021.
Informasi mengenai layanan sertifikasi dapat diperiksa melalui e-Sertifikasi BPOM sebagai sistem resmi yang digunakan dalam proses sertifikasi.
Apakah Sabun Mandi Cair Termasuk Kosmetik?
Sabun mandi cair dapat termasuk produk kosmetik apabila fungsi dan klaimnya berada dalam ruang lingkup kosmetik. Produk digunakan terutama untuk membersihkan dan merawat bagian luar tubuh.
Karena itu, pelaku usaha perlu memperhatikan bukan hanya nama produknya, tetapi juga fungsi, formula, bahan, bentuk sediaan, dan klaim yang digunakan.
Hal ini penting karena klaim produk dapat memengaruhi bagaimana suatu produk diposisikan secara regulasi. Klaim yang terlalu jauh dari fungsi kosmetik perlu mendapatkan perhatian khusus sebelum produk dipasarkan.
Untuk produk sabun mandi cair, pemeriksaan sejak tahap formulasi akan membantu pelaku usaha mengetahui kebutuhan regulasi sebelum masuk ke tahap produksi massal.
10 Contoh Produk Kosmetik yang Perlu Memperhatikan Legalitas dan CPKB
Sabun mandi cair bukan satu-satunya produk yang perlu dipersiapkan dari sisi regulasi. Ada berbagai jenis produk kosmetik yang dikembangkan oleh pelaku usaha dengan fungsi dan bentuk sediaan yang berbeda.
Berikut beberapa contoh produk yang umum ditemukan dalam bisnis kosmetik.
1. Sabun Mandi Cair
Sabun mandi cair merupakan produk yang digunakan untuk membersihkan tubuh. Produk dapat dikembangkan dengan berbagai aroma, warna, tekstur, dan bahan kosmetik.
Dalam pengembangannya, formula, bahan, klaim, kemasan, proses produksi, serta persyaratan legalitas perlu diperhatikan sebelum produk dipasarkan.
2. Body Wash
Body wash merupakan produk pembersih tubuh yang umumnya berbentuk cair atau gel. Produk dapat dikembangkan dengan bahan pelembap, pewangi, maupun bahan kosmetik lainnya.
Pelaku usaha perlu memastikan formula dan klaim yang digunakan sesuai dengan fungsi produk sebagai kosmetik.
3. Hand Wash
Hand wash digunakan untuk membersihkan tangan. Produk biasanya dibuat dalam bentuk cair dan dapat memiliki berbagai aroma serta karakteristik formula.
Sebelum dipasarkan, pelaku usaha perlu memperhatikan bahan yang digunakan, fungsi produk, informasi pada kemasan, serta persyaratan kosmetik yang berlaku.

4. Shower Gel
Shower gel merupakan sediaan pembersih tubuh dengan tekstur gel. Produk dapat dikembangkan dengan berbagai variasi aroma, warna, dan bahan tambahan kosmetik.
Pemeriksaan formula dan klaim menjadi bagian penting agar produk tetap berada dalam ruang lingkup kosmetik yang sesuai.
5. Body Scrub
Body scrub digunakan untuk membantu membersihkan dan merawat permukaan kulit melalui proses eksfoliasi.
Produk dapat menggunakan berbagai bahan dengan karakteristik butiran atau tekstur yang berbeda. Formula, bahan, keamanan, serta klaim produk perlu dipersiapkan sebelum proses pemasaran.
6. Body Lotion
Body lotion merupakan produk yang digunakan pada kulit tubuh untuk membantu merawat dan menjaga kondisi kulit.
Formula body lotion dapat mengandung berbagai bahan seperti pelembap dan emolien. Informasi mengenai formula, fungsi, klaim, serta penandaan produk perlu disiapkan dengan baik.
7. Body Cream
Body cream umumnya memiliki tekstur yang lebih kental dibandingkan lotion dan digunakan untuk perawatan kulit tubuh.
Pelaku usaha perlu memperhatikan formula, bahan baku, stabilitas produk, proses produksi, kemasan, serta informasi yang dicantumkan pada produk.
8. Shampoo
Shampoo digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Produk dapat mengandung berbagai bahan dengan fungsi tertentu, seperti bahan pembersih, pengondisi, pewangi, dan bahan pendukung lainnya.
Formula dan klaim shampoo perlu diperiksa sebelum produk dipasarkan agar sesuai dengan ketentuan kosmetik.
9. Conditioner
Conditioner digunakan setelah proses keramas untuk membantu merawat kondisi rambut.
Seperti produk kosmetik lainnya, conditioner perlu dipersiapkan dari sisi formula, bahan, proses produksi, mutu, keamanan, klaim, dan penandaan.
10. Parfum atau Eau de Toilette
Parfum atau eau de toilette merupakan produk pewangi yang digunakan pada tubuh.
Dalam pengembangannya, pelaku usaha perlu memperhatikan komposisi bahan pewangi, fungsi produk, informasi pada kemasan, klaim, dan ketentuan kosmetika yang berlaku.
Apa Saja yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mengurus CPKB dan BPOM?
Persiapan sebaiknya dilakukan sebelum proses pengajuan dimulai. Semakin awal masalah ditemukan, semakin mudah bagi pelaku usaha melakukan penyesuaian.
Formula dan Bahan Baku
Formula merupakan salah satu bagian penting dalam pengembangan kosmetik. Bahan yang digunakan perlu diperiksa sesuai dengan ketentuan kosmetik yang berlaku.
Pemeriksaan formula juga membantu memastikan bahwa klaim yang direncanakan sesuai dengan karakteristik produk.
Klaim Produk
Klaim harus diperhatikan dengan serius. Produk kosmetik sebaiknya menggunakan klaim yang sesuai dengan fungsi kosmetik dan tidak memberikan kesan bahwa produk memiliki fungsi yang berada di luar ruang lingkup kosmetik.
Kemasan dan Penandaan
Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai identitas produk. Informasi yang tercantum di dalamnya juga perlu memenuhi ketentuan penandaan kosmetika.
Pemeriksaan sebelum produksi massal dapat membantu mengurangi risiko harus mencetak ulang kemasan karena terdapat informasi yang perlu diperbaiki.
Fasilitas Produksi
Apabila usaha memiliki fasilitas produksi sendiri, aspek bangunan, peralatan, kebersihan, sanitasi, personel, alur produksi, penyimpanan, dan sistem dokumentasi perlu dipersiapkan.
Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan CPKB.
Tahapan Pengurusan CPKB dan BPOM Kosmetik
Proses pengurusan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar setiap kebutuhan dapat diperiksa sebelum masuk ke tahap berikutnya.
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Awal
Tahap pertama adalah memahami produk yang akan dikembangkan.
Informasi mengenai jenis produk, formula, bahan baku, fasilitas produksi, perusahaan, kemasan, dan target pemasaran dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan proses selanjutnya.
2. Persiapan Legalitas Usaha
Legalitas perusahaan menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis kosmetik.
Bagi pelaku usaha yang belum memiliki badan usaha, proses dapat dipersiapkan melalui jasa pendirian PT perusahaan sesuai kebutuhan bisnis.
3. Penyusunan Dokumen dan Sistem Mutu
Setelah kondisi usaha diketahui, dokumen dan sistem kerja perlu dipersiapkan.
Hal ini dapat mencakup SOP produksi, prosedur sanitasi, pengawasan mutu, dokumentasi, penyimpanan, dan prosedur lain yang berkaitan dengan kegiatan produksi.
4. Persiapan Fasilitas Produksi
Fasilitas produksi perlu diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat bagian yang perlu disesuaikan.
Tujuannya agar sarana produksi dapat mendukung penerapan CPKB secara konsisten.
5. Pengajuan Sertifikasi
Setelah dokumen dan kesiapan fasilitas dipersiapkan, proses sertifikasi dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan BPOM.
Informasi mengenai proses sertifikasi dapat diakses melalui e-Sertifikasi BPOM.
6. Evaluasi dan Perbaikan
Dalam proses sertifikasi, dapat terdapat evaluasi terhadap dokumen maupun penerapan sistem di fasilitas produksi.
Apabila terdapat ketidaksesuaian, pelaku usaha perlu melakukan perbaikan sesuai hasil evaluasi.
7. Proses Notifikasi Kosmetika
Setelah persyaratan produk dan usaha dipenuhi, proses dapat dilanjutkan dengan notifikasi kosmetika sesuai ketentuan yang berlaku.
Notifikasi kosmetika memiliki mekanisme tersendiri dan berbeda dengan sertifikasi CPKB.
Berapa Lama Pengurusan CPKB dan BPOM Kosmetik?
Tidak ada satu angka waktu yang dapat diterapkan untuk semua perusahaan dan produk.
Durasi proses dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Kelengkapan dokumen.
- Kesiapan fasilitas produksi.
- Formula produk.
- Data bahan baku.
- Hasil evaluasi.
- Perbaikan apabila terdapat ketidaksesuaian.
- Kelengkapan data perusahaan.
- Tahapan regulasi yang diperlukan.
Karena itu, estimasi waktu sebaiknya ditentukan setelah kondisi usaha dan produk diperiksa terlebih dahulu.
Pendekatan tersebut membantu memberikan gambaran proses yang lebih realistis dibandingkan memberikan estimasi yang sama untuk semua jenis usaha.
Mengapa Menggunakan Jasa Pendampingan CPKB dan BPOM?
Mengurus legalitas kosmetik membutuhkan perhatian terhadap banyak aspek sekaligus. Bagi pemilik brand yang baru masuk industri kosmetik, memahami hubungan antara formula, fasilitas, dokumen, CPKB, dan notifikasi dapat menjadi tantangan tersendiri.
Pendampingan dapat membantu pelaku usaha mengidentifikasi kebutuhan sejak awal.
PERMATAMAS dapat membantu dalam pemetaan produk, pemeriksaan dokumen, persiapan kebutuhan CPKB, serta pendampingan proses regulasi kosmetika sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, pemilik bisnis dapat lebih fokus pada pengembangan formula, branding, produksi, dan pemasaran sambil memastikan aspek regulasi dipersiapkan secara terarah.
Legalitas Kosmetik Tidak Berhenti pada CPKB dan BPOM
Membangun brand kosmetik membutuhkan perlindungan yang lebih luas. Selain aspek produksi dan legalitas produk, nama brand juga perlu diperhatikan.
Pelaku usaha dapat mempertimbangkan daftar merek HKI untuk membantu melindungi identitas brand yang digunakan dalam kegiatan bisnis.
Selain itu, bagi produk yang membutuhkan pemenuhan aspek halal, pelaku usaha dapat mempelajari sertifikasi halal kosmetik sebagai bagian dari kelengkapan bisnis.
Dengan demikian, pengembangan bisnis kosmetik dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari legalitas perusahaan, produksi, CPKB, notifikasi kosmetika, perlindungan merek, hingga aspek halal apabila diperlukan.
Layanan Sertifikasi CPKB untuk Pelaku Usaha Kosmetik
Bagi Anda yang sedang mencari jasa sertifikasi CPKB kosmetik, proses sebaiknya diawali dengan pemeriksaan kondisi usaha dan produk.
Informasi mengenai sertifikasi CPKB dapat menjadi referensi awal untuk memahami kebutuhan sertifikasi dan aspek yang perlu dipersiapkan.
PERMATAMAS membantu pelaku usaha memahami kebutuhan tersebut secara lebih terstruktur sehingga proses tidak hanya berfokus pada pengajuan dokumen, tetapi juga pada kesiapan produk dan fasilitas.
Siapa yang Membutuhkan Jasa Pengurusan CPKB dan BPOM?
Layanan pendampingan dapat digunakan oleh berbagai pelaku usaha yang sedang mengembangkan produk kosmetik, seperti:
- Pemilik brand sabun mandi cair.
- Produsen body wash.
- Pemilik produk shampoo dan conditioner.
- Produsen body lotion dan body cream.
- Pengusaha body scrub.
- Pemilik brand parfum.
- UMKM yang ingin mengembangkan bisnis kosmetik.
- Perusahaan yang sedang membangun fasilitas produksi kosmetik.
- Pemilik brand yang membutuhkan pendampingan legalitas produk.
Kebutuhan setiap usaha dapat berbeda sehingga pemeriksaan awal tetap diperlukan sebelum menentukan proses pengurusan.
Mengapa Memilih PERMATAMAS untuk Pendampingan CPKB dan BPOM?
Pendampingan regulasi kosmetik membutuhkan pemahaman terhadap hubungan antara produk, dokumen, fasilitas, dan ketentuan yang berlaku.
PERMATAMAS membantu pelaku usaha melalui proses yang lebih terarah, mulai dari konsultasi awal, pemeriksaan kesiapan produk, persiapan dokumen, pemenuhan kebutuhan CPKB, hingga proses regulasi kosmetika.
Pendampingan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha, sehingga pelaku bisnis dapat mengetahui bagian mana yang harus dipersiapkan sebelum proses dilanjutkan.
Kesimpulan
Pengurusan CPKB dan BPOM kosmetik sabun mandi cair membutuhkan persiapan yang menyeluruh. Bukan hanya formula produk yang harus diperhatikan, tetapi juga legalitas perusahaan, bahan baku, fasilitas produksi, SOP, dokumentasi, sistem mutu, kemasan, klaim, serta proses notifikasi kosmetika.
Sabun mandi cair, body wash, hand wash, shower gel, body scrub, body lotion, body cream, shampoo, conditioner, dan parfum merupakan contoh produk yang dalam pengembangannya perlu memperhatikan ketentuan kosmetika sesuai fungsi dan klaim masing-masing.
Melakukan persiapan sejak awal dapat membantu pelaku usaha mengurangi risiko kesalahan pada tahap pengajuan dan produksi.
Jika Anda sedang menyiapkan sabun mandi cair atau produk kosmetik lainnya, PERMATAMAS siap membantu memetakan kebutuhan CPKB dan legalitas kosmetik Anda.
Konsultasikan Pengurusan CPKB & BPOM Kosmetik Sekarang
Jangan menunggu produk selesai diproduksi baru memikirkan legalitasnya.
Konsultasikan jenis produk, formula, fasilitas, dan kondisi usaha Anda terlebih dahulu agar kebutuhan CPKB dan BPOM kosmetik dapat dipetakan dengan lebih tepat.
Hubungi PERMATAMAS dan mulai persiapkan legalitas produk kosmetik Anda secara lebih terarah.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ Layanan Pengurusan CPKB & BPOM Kosmetik Sabun Mandi Cair
1. Apakah sabun mandi cair termasuk produk kosmetik?
Sabun mandi cair dapat termasuk produk kosmetik apabila fungsi dan klaimnya sesuai dengan ruang lingkup kosmetik. Karena itu, sebelum dipasarkan, produk perlu diperiksa dari sisi formula, bahan, fungsi, klaim, penandaan, dan persyaratan kosmetika yang berlaku.
2. Apakah sabun mandi cair wajib memiliki notifikasi BPOM?
Produk kosmetik yang akan diedarkan di Indonesia pada prinsipnya perlu memenuhi ketentuan notifikasi kosmetika. Persyaratan dan prosesnya dapat berbeda tergantung jenis produk, formula, perusahaan, serta pihak yang memproduksi dan mengedarkannya.
3. Apa perbedaan CPKB dan BPOM kosmetik?
CPKB atau Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik berkaitan dengan penerapan standar dalam proses pembuatan kosmetik, termasuk fasilitas, personel, sanitasi, produksi, pengawasan mutu, dan dokumentasi. Sementara itu, notifikasi kosmetika berkaitan dengan legalitas peredaran produk kosmetik.
4. Apa saja yang perlu disiapkan untuk pengurusan CPKB sabun mandi cair?
Persiapan dapat meliputi legalitas perusahaan, formula dan bahan baku, fasilitas produksi, peralatan, SOP, sistem mutu, higiene dan sanitasi, dokumentasi, serta berbagai persyaratan teknis sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Apakah UMKM bisa mengurus CPKB dan legalitas BPOM kosmetik?
Pelaku UMKM dapat mengembangkan produk kosmetik selama memenuhi persyaratan usaha dan ketentuan kosmetika yang berlaku. Sebelum mengajukan proses, sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap produk, formula, fasilitas, dan dokumen yang tersedia.
6. Berapa lama proses pengurusan CPKB dan BPOM sabun mandi cair?
Lama proses tidak dapat disamakan untuk setiap usaha. Durasi dapat dipengaruhi oleh kelengkapan dokumen, kesiapan fasilitas, formula, hasil evaluasi, dan kebutuhan perbaikan apabila ditemukan ketidaksesuaian. Estimasi sebaiknya ditentukan setelah kondisi produk dan usaha diperiksa.
7. Apakah kemasan sabun mandi cair perlu diperiksa sebelum produksi?
Sebaiknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Informasi yang dicantumkan pada kemasan harus disesuaikan dengan ketentuan penandaan kosmetika dan karakteristik produk. Pemeriksaan sebelum produksi massal dapat membantu mengurangi risiko perubahan kemasan.
8. Apakah produk kosmetik harus diproduksi di fasilitas yang sudah memenuhi CPKB?
Persyaratan fasilitas produksi bergantung pada skema produksi dan ketentuan yang berlaku. Bagi pelaku usaha yang memiliki atau menggunakan fasilitas produksi kosmetik, aspek CPKB perlu diperhatikan sejak tahap awal agar proses produksi dapat memenuhi standar yang dipersyaratkan.
9. Apakah merek sabun mandi cair juga perlu didaftarkan?
Pendaftaran merek merupakan aspek yang berbeda dari legalitas kosmetik. Merek dapat didaftarkan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap identitas brand. Karena itu, pemilik bisnis sebaiknya mempertimbangkan perlindungan merek selain mengurus legalitas produk kosmetik.
10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa pengurusan CPKB dan BPOM kosmetik?
Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan untuk kebutuhan CPKB dan legalitas kosmetik, mulai dari konsultasi dan pemeriksaan awal, persiapan dokumen, pendampingan pemenuhan persyaratan, hingga proses regulasi sesuai kebutuhan produk dan usaha. Konsultasikan produk Anda terlebih dahulu untuk mengetahui tahapan yang perlu dipersiapkan.




